Tampilkan postingan dengan label Trend. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trend. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Mei 2008

Tsunami Diam

Dapat dipastikan Indonesia akan segera kembali terserang tsunami, tapi kali ini bukan tsunami dasyat akibat gempa bawah laut seperti di Aceh beberapa tahun lalu tapi tsunami diam. Tsunami diam adalah silent tsunami adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan krisis pangan yang kini terjadi di seluruh dunia terutama di negara-negara dunia ketiga. Pemerintah Indonesia baru saja mengumumkan kenaikan harga bbm yang akan segera diberlakukan. Kenaikan harga BBM yang akan dilakukan minimal adalah 25% dari harga yang sekarang.


Menaikan harga BBM ditengah krisis seperti ini memang bukan keputusan yang populer tapi kita juga harus faham kalau harga minyak duniapun terus meroket hingga telah mencapai US$122/barell, Sewaktu harga BBM lama ditetapkan, harga minyak masih berada di kisaran US$60/barell atau hanya setengahnya dari harga sekarang jadi sebetulnya cukup bijaksana juga pemerintah hanya menaikan seperempat saja bukan 100% seperti kenaikan riilnya. Namun segala keputusan tidak populer pasti akan makan korban. Yang paling sengsara dari kebijakan kenaikan BBM adalah rakyat kecil yang sebelum BBM naikpun sudah hidup sengsara. Kesengsaraan rakyat akan makin parah akibat efek domino kenaikan BBM terhadap sektor lain, bisa dipastikan harga-harga kebutuhan lainnya juga akan ikutan naik.


Sangat dilematis terutama bagi Presiden SBY yang bakal kehilangan banyak simpati dari rakyat tapi mau bagaimana lagi, krisis ini bukan cuma milik bangsa Indonesia tapi juga telah terjadi di berbagai belahan dunia lain. Masih untung harga beras kita walaupun sudah naik tapi masih tetap dibawah harga beras dunia yang mencapai US$1.2/liter dan semoga akan tetap terus begitu. Mahasiswa sebagai ujung tombak berbagai aksi demo pastinya akan segera turun kejalan untuk memprotes keputusan pemerintah tersebut. Tanpa bermaksud membela pemerintah, saya rasa mahasiswa itu jangan cuma bisa koar-koar menyalahi pemerintah saja tapi tolonglah bantu mencari penyelesaian masalahnya. Pemerintah juga jangan cuma sok merasa penting sendiri dengan membuat keputusan seorang diri tapi ajaklah rakyat terutama kaum akademisi untuk berdiskusi bersama mencari pemecahan terbaik dari antara yang terburuk.


Ajang Lomba Karya Ilmiah perlu juga digalakkan kembali terutama untuk membuat bahan bakar alternatif selain minyak bumi. Siapa tahu ada ilmuwan-ilmuwan lokal yang bisa menyumbangkan ide tentang bahan bakat selain minyak sehingga kita tidak tergantung lagi dengan BBM. Atau juga bisa dibuka semacam sayembara nasional untuk seluruh rakyat dengan tema "bagaimana cara mengatasi krisis ekonomi dunia tanpa mengorbankan rakyat". Disini semua orang bebas mengemukakan ide-idenya, mana tahu juga ada ide brilian dari pikiran polos rakyat yang bisa menjadi jalan keluar bangsa Indoensia dari berbagai macam krisis.


Yang namanya demo-demo anarkis kayanya udah ngga jaman lagi. Kebanyakan aksi demo tidak menghasilkan apapun kecuali bikin buruk keadaan. Demo dijalanan bikin rugi banyak pihak akibat kemacetan yang ditimbulkan apalagi kalau demonya sampai anarkis dan merusak. Bukannya aspirasi yang tersalurkan malah bikin usaha orang lain rusak dan ujungnya malah nambahin deretan orang susah lagi. Demo sih boleh aja, tapi janganlah selalu ribut menentang tanpa mencoba memberi solusi.

Rabu, 02 April 2008

Film Adaptasi



Untuk di Indonesia sekarang ini orang-orang lagi demam dengan film “Ayat-Ayat Cinta” yang juga diadaptasi dai novel berjudul sama. Sebelumnya juga ada “Jomblo” yang saya rasa jadi pioneer film yang berasal dari novel pada era kebangkitan film Indonesia. Kebetulan juga kedua film tersebut sama-sama disutradarai oleh Hanung Bramantyo Selain itu juga ada beberapa novel chicklit dan teenlit yang juga diangkat ke layar lebar namun hasilnya tidak sefenonemal “Ayat-Ayat Cinta yang kini konon telah ditonton oleh lebih dari 2 juta penonton termasuk presiden dan wapres kita.


Memang tidak mudah bagi sebuah novel yang notabene adalah bukan sekedar bacaan semalam saja untuk diadaptasi ke media visual yang berdurasi sekitar 2 jam saja. Untuk itu pastinya akan benyak detail di buku yang akan hilang pada versi layar lebarnya. Aku tidak bisa membahas film “Ayat-Ayat Cinta” karena memang belum pernah baca novelnya. Tapi saya akan bahas sedikit film “Jomblo” yang kebetulan novelnya aku baca terlebih dahulu. Menurutku film “Jomblo” cukup sukses menyadur isi buku ke layar lebar. Memang sih “Jomblo” bukan film kelas festival yang bermutu tinggi tapi perlu diingat juga kalau novelnya walaupun laris tetap saja masuk dalam kategori novel hiburan semata. Selain detail yang banyak dibuang, film juga banyak membuang adegan-adegan yang dirasakan agak kurang pantas disaksikan di layar lebar. Adegan-degan di film “Jomblo” jauh lebih sopan dibandingin di novelnya yang ancur banget.


Bukan cuma film Indonesia yang masih dalam tahap bangkit kembali ini yang mengalami kesulitan mengadaptasi cerita novel bahkan para pembuat film Hollywoodpun yang sudah canggihpun masih kesulitan. Contohnya Harry Potter yang menurut sejumlah pembacanya termasuk aku, versi filmnya sangat mengecewakan. Maka dari itu aku agak-agak malas nonton film Harry Potter daripada jadi ilfil. Dari sejumlah film adaptasi yang pernah aku tonton dan juga bukunya aku baca, sejauh ini “The Silence of The Lambs” lah menurutku yang paling juara. Sukses banget ini film menyadur isi buku ke versi layar lebar secara detail dalam durasi film yang terbatas.

Kamis, 27 Maret 2008

UU ITE

Pemerintah baru saja mengeluarkan produk perundang-undanganya yang baru yaitu UU ITE alias Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. UU ITE juga merupakan perundangan pertama di Indonesia yang membahas masalah dunia maya. Salah satu poin dari UU ITE yang lagi heboh-hebohnya dibahas adalah mengenai situs porno. Rencananya pemerintah melalui Depkominfo akan memblokir situs-situs porno. Lantas pertanyaan yang pasti muncul dibenak semua orang adalah apakah pemerintah sanggup melaksanakan pemblokiran situs-situs porno tersebut. Entahlah bagaimana cara Depkominfo melaksanakannya? Seandainya cuma asal memblokir situs-situs yang menggunakan kata-kata yang berkonotasi ke arah pornografi tentunya tidak sepenuhnya efektif sebab banyak juga situs kesehatan/kedokteran yang menggunakan nama yang agak saru dengan istilah pornografi. Di sisi lain tak sedikit juga situs-situs porno yang menggunakan nama yang cukup santun dan tak ada unsur pornonya sama sekali.

Ide blokir-memblokir jalur maya oleh pemerintah ini sepertinya terinspirasi dari negara-negara tetangga yang telah melakukannya terlebih dahulu seperti China dan Malaysia. Sebetulnya saya setuju saja dengan niat pemerintah yang ingin melindungi warganya dari segala bentuk kejahatan seksual yang diakibatkan oleh internet namun saya masih sangsi dengan tata cara pelaksanaannya yang berkesan kurang matang perencanaannya. Entahlah apakah situs penyedia video gratis seperti Youtube atau Google Video juga ikutan di banned? Padahal disanapun dengan mudah bisa ditemui aneka tayangan pornografi secara bebas. Tapi apabila Youtube dan Google Video juga di banned bukan juga tindakan bijaksana sebab disana selain soal pornografi yang hanya sebagian kecil saja kita juga bisa menjumpai tayangan yang berguna. Jadi marilah kita lihat sajalah pelaksanaannya apakah akan konsisten atau hanya sekedar angin lalu saja.

Bicara soal pornografi tak akan ada habis-habisnya. Sebagai hasrat terprimitif dari manusia, pornografi tidak akan bisa hilang sepenuhnya dari adat kebiasaan manusia, mungkin hanya bisa dikurangi saja kadarnya. Pada jaman aku kecil dulu, istilah stensilan sangat terkenal kenegatifannya. Stensilan adalah istilah untuk gambar-gambar porno yang dicetak stensil, memang masih sederhana banget. Jangankan pada jaman aku kecil, waktu jaman dahulu kala juga pornografi sudah dikenal, mau bukti? Lihat saja relief candi Borobudur, ada beberapa relief yang masuk dalam kategori PG (Parental Guide). Apalagi dalam jaman modern seperti ini, maskin mudah saja akses untuk mendapatkan materi pornografi, mulai dari cetakan yang dijual resmi seperti majalah sampai situs-situs di dunia maya yang bebas tanpa batas.

Aku jadi ingat pertama kali nonton BF (Eh istilah BF masih ngetop ngga sih sekarang?) adalah waktu SMP. Sebetulnya bukan BF beneran sih, masih semi aja sebab masih ada ceritanya cuma ada beberapa adegannya yang panas. Waktu itu aku dan beberapa teman cewek nonton film tersebut di rumah seorang teman yang ibu-bapaknya sedang pergi keluar kota. Filmnya (waktu itu masih dalam format Laser Disc) sendiri secara tak sengaja ditemukan oleh sang anak di kamar orangtuanya dan kebetulan rumah kosong hingga timbulah ide di benak temanku itu untuk mengundang teman-temannya juga. walaupun bukan BF beneran tapi cukup bikin shock para penontonnya, mula-mula masih cekikikan, lama-lama bengong lalu terakhirnya ketawa-ketawa sambil membahasnya bersama. Maklumlah jaman dulu hal-hal tersebut masih susah didapat, jadinya cuma gitu aja udah bikin heboh. Beda ya sama jaman sekarang, tinggal selancar aja di dunia maya langsung deh dapat anke macam tayangan mulai dari yang lucu-lucu sampai yang jijiknya amit-amit banget.

Jadi apakah pemblokiran situs porno akan efektif? Menurutku sih sebuah upaya dengan niat yang mulia namun sepertinya masih bisa dikatakan mission impossible. Sebetulnya masih banyak hal lain yang lebih penting harus dilakukan ppemerintah daripada sekedar ngapusin situs porno, Biasanya sesuatu yang dilarang malah akan makin menjamur. Akan lebih bermanfaat apabila lebih digalakan aneka lomba mulai dari olahraga hingga kesenian sehingga kawula mudanya punya kegaiatan positif untuk menyalurkan energi berlebih mereka.

Kamis, 14 Februari 2008

Valentine

Tanggal 14 Februari sering disebut sebagai hari kasih sayang atau Valentine Day, sebuah selebrasi tak resmi buatan kaum kapitalis yang nyaris dirayakan oleh umat manusia diseluruh penjuru dunia. Pada valentine tahun lalu aku menulis kalau valentine day itu adalah hasil konspirasi global dari para tukang kembang dan tukang coklat sedunia supaya jualan mereka laris manis. Kali ini aku mau menulis soal lain tentang valentine day ini.

Sebetulnya aku bukan seorang anti valentine day dan bukan juga seorang yang ikut euphoria valentine day ini . Terus terang dulu aku juga pernah bervalentinan dengan mantan pacarku yang sok romantis dengan menonton minishownya Titi DJ di sebuah cafĂ©. Pernah juga dilain waktu ketika aku jomblo, aku pergi ke acara anti valentine yang bertitle “Broken Heart Party”. Dengan bertambahnya usia, rasanya sekarang aku tidak terlalu menganggap penting untuk merayakan valentine bersama pacar dengan pergi ke tempat-tempat gaul sebab di hari valentine yang namanya tempat gaul pasti akan dipenuhi oleh kaum abg.

Buat sebagian orang terutama kaum abg valentine adalah suatu hari yang wajib dirayakan terutama dengan pasangan bahkan sampai ada yang beberapa bulannya sebelumnya hunting cari pacar supaya bisa melewati valentine berdua saja. Namun ada juga loh yang karena tidak pernah merayakan valentine seumur hidupnya sampai-sampai tidak tahu kalau hari valentine itu jatuh pada tanggal 14 February. Salah satunya adalah temanku yang bernama R!$*@. Ngga ada yang salah juga sih kalau sampai tidak tahu tanggal jatuhnya hari valentine sebab memang hari valentine ini tidak pernah tercantum dalam kalender resmi versi manapun.

Ada juga yang dengan menggunakan dalil agama menentang hari valentine ini, ya monggo ora opo-opo selama tidak menganggu orang yang merayakannya. Ada juga yang tidak merayakan hari valentine karena suatu alasan yang sangat klasik yaitu kasih sayang itu harusnya dirayakan setiap hari bukan satu tahun sekali. Kalau ada yang beranggapan seperti itu juga tidak apa-apa walaupun kesannya cuih banget.

Menurutku memang kita harus merayakan kasih sayang setiap hari sepanjang tahun tapi diperlukan juga suatu hari khusus untuk mengungkapkan kasih sayang kita itu dalam bentuk sebuah simbol yang lebih kelihatan. Memangnya perlu gitu setiap hari kita memberikan coklat atau mawar kepada pasangan kita sebagai simbol rasa cinta kita? Ya ngga juga kali, kadang-kadang karena kesibukan kita sering lupa kalau cinta perlu diungkapkan dalam bentuk lain selain ucapan dan tindakan tentunya. Maka dari itu hari valentine bisa dimanfaatkan untuk lebih mengungkapkan rasa cinta kita pada pasangan atau siapa saja yang kita cintai dan pedulikan. Jujur saja pasti semua orang akan merasa senang sekali kalau mendapatkan sesuatu yang romantis dari pasangannya.

Baiklah sebagai penutup aku mau mengucapkan Selamat Hari Kasih sayang kepada semua orang yang membaca blogku ini… dan sebuah love quote by Mother Teresa : It is not how much we do, but how much love we put in the doing. It is not how much we give, but how much love we put in the giving.

Jumat, 08 Februari 2008

Pond's vs Dukun Pelet

Sekarang ini yang dibuat bersambung terus menerus tidak hanya sinetron saja tapi iklan TV komersil pun sudah ikutan dibuat bersambung macam sebuah drama. Salah satunya yang paling top adalah iklan Pond's Flawless White. Pond's rupanya ingin mencitrakan kalau keampuhan produknya seampuh mantra-mantra dukun pelet seperti pada iklan Pond's yang lain dimana dicerikan seorang gadis yang 2 minggu sebelumnya jomblo tapi setelah pakai produk Pond's maka dalam 7 hari gadis tersebut langsung digilai laki-laki sampai sia bingung sendiri mau milih yang mana. Siap-siap aja nih usaha dukun susuk gulung tikar sebab sekarang ngga perlu ke dukun pasang susuk cukup pakai Pond's dalam 7 hari pasti akan digila-gilai lawan jenis.

Kembali ke iklan Pond's Flawless White yang dibuat bersambung macam serial drama, sekarang ini sudah masuk episode 4 tapi masih bersambung juga. Dikisahkan sepasang kekasih Andre dan Fiona mengabadikan cinta mereka dengan sepasang kalung yang kedua liontinnya bila disatukan akan membentuk sebuah hati. Si laki-laki mata keranjang, Andre malah melirik wanita lain, Mer, yang berwajah lebih bening daripada Fiona. Fiona yang masih berharap cinta Andre terkejut ketika melihat Andre menggandeng mesra Mer bahkan Andre sepertinya lupa dengan janji setianya dengan Fiona. Fiona yang sakit hatinya pulang dan mulai merawat wajahnya dengan Pond's Flawless White, dalam 7 hari Fionajadi lebih cantik dari sebelumnya. Andre yang sedang akan membeli cincin tunangan dengan Mer langsung tersepsona melihat wajah Fiona yang sekarang ternyata lebih kinclong dari Mer. Dasar si Andre buaya darat, ia mulai bimbang. Fiona yang masih menaruh hati pada Andre pura-pura mengirim SMS kepada Andre yang berisi ucapan selamat atas pertunangannya. Setelah membaca SMS itu Andrepun memilih untukkembali ke Fiona, terburu-buru ia mengejar Fiona hingga Handphonennya tertinggal di meja. Mer yang sakit hati tidak rela Andre berlalu begitu saja maka iapun membalas SMS Fiona dengan menggunakan handphone Andre yang isinya kalau Andre taj mau menemui Fiona lagi. membaca SMS yang dikiranya dari Andre, hati Fiona hancur berkeping-keping dan ia memutuskan untuk minggat ke Paris. Andre yang tang tak berhasil menemui Fiona baru sadar kalau Mer telah mengirim SMS yang membuat Fiona kabur. Ketika Andre dan Mer terlibat pertengkaran mengenai masalah SMS tersebut, Andre melihat sosok Fiona, iapun segera mengejarnya namun Fona berusaha menghindar. Hingga akhirnya Andre berhasil menemukan Fiona ketika kalung Fiona jatuh. Andre berusaha merayu Fiona agar mau mendengar penjelaan gombalnya, pada mulanya Fiona berusaha melawan tapi luluh juga ketika melihat Andre masih menggunakan kalung cinta mereka. Keduanya berdamai dengan berpelukan mesra di tengah bandara.

Hu..hu... mesranya.... kelihatannya udah bahagia tapi masih bersambung juga. Jadi penasaran gimana ya kelanjutan kisah cinta Andre dan Fiona ini, apakah akan berakhir di pelaminan? Tapi yang pasti akan berakhir happy ending biar cewek-cewek yang terkesan dengan iklan ini mau memakai Pond's Flawless White agar hidupnya bisa se happy ending Fiona. Pembuat iklan ini berhasil membuat Pond's diingat oleh penonton sehingga banyak juga yang memakai produk Pond's gara-gara melihat tayangan iklan ini, salah satunya adalah teman serumahku.
Kalau aku yang jadi sutradaranya akan aku buat lanjutannya seperti ini : Mer yang gemas karena Andre berpaling pada Fiona pergi ke dukun pelet supaya si Andre mau balik lagi. Rupanya si dukun pelet ini seorang dukun lekong yang juga memakai produk Pond's. Muka si dukun yang kinclong bikin Mer malah jatuh hati pada sang dukun, Merpun melupakan Andre dan mau dijadikan istri ke-7 sang dukun. Kesimpulan dari iklan tersebut adalah produk Pond's sangat ampuh sekali bahkan seorang dukun peletpun lebih mempercayai Pond's daripada ilmu peletnya sendiri.

Sabtu, 19 Januari 2008

Playing God

Masih belum hilang dari ingatan kita kalau isi berita di media massa pada minggu lalu didominasi perkembangan terakhir kesehatan mantan presiden Soeharto yang sedang terbaring lemah di RSPP. Yang paling heboh tentu saja media audio visual Televisi yang berlomba-lomba menyiarkan berita yang paling update, bahkan sampai dibikin Breaking News segala. Itu sih masih belum seberapa, sementara pak Harto jantung Pak Harto masih berdetak (walau dibantu pakai alat pacu jantung) para reporter dari berbagai jaringan TV sudah bersiap-siap membuat liputan dari Astana Giri Bangun yang katanya bakal jadi tempat pemakaman Pak Harto. Betul-betul keterlaluan seolah-olah sudah pasti saja kalau Pak harto akan meninggal hari itu juga.
.

Kehebohan media ini juga ternyata ikutan menular ke rakyat juga, beberapa toko bunga di kota Solo konon sudah kebanjiran pesanan bunga duka cita. Hal tersebut sungguh jauh dari kelumrahan sebab sesungguhnya menurut budaya orang Jawa menyiapkan pemakaman seseorang sebelum orang yang bersangkutan benar-benar wafat adalah hal tabu. Nyatanya hingga hari ini Pak Harto masih bernyawa dan konon kondisinya kian membaik. Entah bagaimana nasib bunga-bunga pesanan di kota Solo tersebut.
.

Nasib Pak Harto memang ironis, dulu ketika masih berkuasa, pers benar-benar diawasi ketat. Tentu masih ketika ibu negara kala itu, Ny Tien Soeharto wafat, tak ada satupun media yang mendapatkan gambar jenazah. Jangankan foto jenazah, berita seputar penyebab kematiannya yang simpang siurpun tak ada yang berani memberitakannya. Saat itu semua media kompak menyiarkan berita yang telah diidkte oleh sang menteri penerangan Harmoko. Kini setelah era reformasi, media telah mendapatkan kebebasan yang tak didapat pada era OrBa pimpunan Pak Harto. Namun sepertinya kebebasan pers ini berjalan bak ayam yang baru keluar kandang, benar-benar bebas yang sebebas-bebasnya dan tak jarang lupa kaidah jurnalistik.
.

Kasus sakitnya Pak Harto inilah contoh kebebasan yang kebablasan, pihak media bersikap seolah-olah merekalah yang paling tahu kalau pak Harto bakal meninggal tak lama lagi. Mereka seolah lupa kalau nasib seseorang itu ditangan Tuhan. Kalau memang Sang Kuasa belum menghendaki Pak Harto berpulang maka terjadilah seperti apa yang terjadi saat ini. Media betul-betul kecele, dari yang tadinya semangat betul nongkrong di halaman RSPP menyiarkan laporan langsung nyaris setiap jam selama 24 jam, sekarang loyo ibarat ayam yang habis diadu. Mungkin Tuhan diatas sana sedang tertawa-tawa melihat kelakukan pers Indonesia yang telah bermain-main dengan takdir Tuhan atas nasib seseorang. Makanya jangan sok tahu, dikerjain sama Tuhan baru pada tahu rasanya semuanya…

Sabtu, 15 Desember 2007

Pemanasan Gombal

Konferensi Perubahan Iklim atau UNCCC (United Nation Climate Change Conference) 2007 yang diselenggarakan di Nusa Dua Bali baru saja berakhir. Konferensi yang membahas mengenai usaha-usaha menghentikan pemanasan global ini berakhir dengan hasil yang katanya belum memuaskan. Hasil konferensi yang dirumuskan dalam Peta Jalan Bali atau bahasa kerennya Bali Road Map masih jauh dari apa yang diharapkan para anggota konferensi. Salah satu faktor kurang mulusnya hasil konferensi ini adalah kekerasan kepalaan Amerika Serikat yang tidak mau menyetujui perjanjian pengurangan emisi karbon. Selama ini emisi karbonlah yang sering dituding sebagai penyebab pemanasan global melaui efek rumah kacanya. Pemanasan global yang ditakuti ini konon telah menyebabkan berbagai penyimpangan cuaca di seluruh dunia serta mencairnya es di kutub yang mengakibatkan naiknya permukaan laut. Aku jadi teringat issue serupa beberapa tahun yang lalu yaitu mengenai bolongnya lapisan ozone akibat efek rumah kaca yang disebabkan oleh emisi karbon tersebut namun anehnya issue ini sekarang sepertinya menguap begitu saja padahal penyebab dan efeknya sama seperti pemanasan global…

Aku termasuk orang yang agak bersikap skeptic terhadap issue Pemanasan Global ini sebab aku kuatir issue ini hanya wacana yang bersifat trend semata. Sebelum ini issue yang gencar dikampanyekan dunia adalah Make Poverty History atau penghapusan Kemiskinan namun sekarang issue ini bagaikan lenyap ditelan oleh issue Pemanasan Global, yang ada malah kemiskinan di seluruh dunia jadi makin parah lantaran efek dari kenaikan harga minyak dunia. Seperti yang sudah-sudah para kaum selebritis juga tak mau kalah dalam berkampanye aneka issue yang lagi hot dibahas di dunia termasuk issue Pemanasan Global ini, misalnya saja si ratu talkshow Oprah yang belakangan ini sering mengkampanyekan program Go Green (selain tentunya mengkampanyekan Barrack Obama sebagai capres) dalam acaranya, tapi seperti Oprah sendiri melakukan hal itu hanya sekedar ikut-ikutan tren atau sekedar untuk menarik perhatian audience. Buktinya Oprah tetap mengadakan shownya dalam studio mewah yang sangat full lighting, bayangkanlah berapa daya listrik yang dipakai Oprah untuk setiap shownya. Jadi apakah gunanya dia mengkampanyekan Go Green yang salah satunya adalah penghematan listrik.

Aku sebetulnya mau-mau saja melakukan apa yang disarankan dalam kampanye Go Green seperti penghijauan atau penghematan energi tapi alasannnya semata hanya demi kenyamanan dan tentu saja penghematan biaya karena pikiranku masih belum nyampe ke issue Pemanasan Global ini. Selama ini aku masih merasa ragu apakah pemanasan global ini fakta atau sekedar mitos yang digulirkan oleh beberapa pihak berkuasa di dunia sebagai pengalihan terhadap issue lain yang lebih penting misalnya kelaparan dan kemiskinan. Aku berfikir pemanasan global ini adalah bagian dari evolusi bumi seperti yang telah terjadi selama ini. Ingatkah akan pelajaran sejarah atau geografi yang mengatakan bahwa pada awalnya buki ini sangat panas lalu lama-lama mendingin bahkan sampai pernah mengalami jaman es yang memusnahkan Dinosaurus? Lalu setelah itu dunia kembali mengahangat hingga pada tahap ideal yaitu saat ini dimana manusia berkembangbiak dan menguasai kehidupan di bumi ini. Lalu sekarang orang-orang kuatir akan suhu bumi yang makin meningkat padahal menurutku mungkin saja apa yang terjadi di bumi ini hanyalah bagian dari rangkaian evolusi bumi yang tak akan pernah berhenti hingga planet bumi ini musnah. Karena evolusi terus berjalan maka rasanya tidak mungkin kondisi bumi akan ajeg seperti saat ini. Manusia saat ini boleh saja berusaha memperlambat proses evolusi bumi namun jangan lupa yang kita hadapi adalah sang mother of nature.

Terlepas dari sisi religi, sudah sepatututnya kita sadar bahwa manusia bukan penguasa bumi satu-satunya tapi jangan pernah melupakan sang ibu alam yang sebetulnya penguasa bumi. Masih dari cerita sejarah, kali ini mengenai letusan Gunung Tambora di Nusa Tenggara yang meletus tahun 1815. Letusan Gunung Tambora ini sungguh dashyat hingga menebarkan sulfur dalam jumlah banyak ke stratosfer akibatnya terjadi anomali iklim yang terjadi di seluruh dunia. Sulfur yang memenuhi stratosfer bumi ini menyebabkan sinar matahari terhalang masuk ke permukaan bumi hingga rata-rata suhu bumi saat itu turun sekitar 0.4-07 C. Bahkan di belahan bumi utara pada tahun 1816 tidak mengalami musim panas. Jangan lupa pula dengan benda-benda langit yang mungkin saja akan menabrak bumi, efeknya bisa melebihi efek yang dihasilkan oleh letusan gunung Tambora. Kepunahan Dinosaurus diperkiraan karena perubahan iklim bumi yang ekstrim akibat dari meteorid raksasa yang jatuh ke bumi. Meteorid raksasa yang bertumbukan dengan permukaan bumi tersebut menghasilkan kabut debu di atmosfer sehingga sinar matahari yang masuk ke bumi terhambat dan mendorong terjadinya perubahan iklim global yang mengakibatkan kepunahan Dinosaurus sang mahluk penguasa bumi saat itu. Kalau alam menghendaki, bukan tidak mungkin hal ini bisa terjadi lagi dan kali ini manusia yang harus mengalami nasib seperti Dinosaurus. Jadi manusia sebagai anaknya jangan pernah coba menentang kemauan sang Ibu Alam.

Atas dasar pemikiran itu aku membuat kesimpulan kalau issue Pemanasan Global ini hanya sekedar wacana gombal yang dilempar oleh para penguasa untuk mengalihkan perhatian dunia dari hal penting lainnya. Sebetulnya menurutku akan lebih bermanfaat kalau para penguasa ini berkumpul untuk membahas perdamaian dunia dan memberantas kemiskinan agar sisa waktu manusia yang akan hidup terbatas di dunia ini akan lebih bermakna.

Rabu, 12 September 2007

Pssst...sssst....

Kata orang mendonlot lagu dari internet itu sama saja dengan membajak, sedangkan membajak itu adalah perbuatan yang sangat tidak terpuji karena sama saja dengan mencuri. Kata guru agama mencuri itu dosa hukumnya, jadi Donlot lagu = membajak = mencuri = dosa. Weleh...weleh... Tapi gimana ya harga CD mahal beeng nih... sedangkan si artis penyanyinya terutama yang luar negeri dah cukup tajir. Biasanya kalau udah tajir, si artis penyanyi ini seringnya berbuat yang aneh-aneh karena bingung duitnya mau diapaain misalnya saja si Ian Kasela yang setelah tajir tega-teganya ngianatin istrinya sendiri dengan selingkuh dengan cewek-cewek lain. Jadi what a hell lah, nyuri-nyuri sikit.

Sekarang ini orang banyak yang kerajinan mencuri lagu dari multiply sebab banyak member multiply yang menshare file-file MP3 di blognya. Ada sedikit tips cara mudah mencari file lagu di multiply. Sok atuh disimak carana :
1. Wajib punya account di Multiply
2. Masuklah ke Google trus di kolom search ketik site:multiply.com
3. Setelah itu Google akan mengeluarkan result berupa beberapa alamat multiply yang memang punya file lagu yang dicari
4. Silahkan di klik link multiply yang anda inginkan

Guampang kan... Viva internet si pembuka cakrawala dunia, hidup Google si mesin pencari no. 1, jayalah multiply yang menumbuhkan kesadaran akan berbagi di kalangan membernya.

Rabu, 15 Agustus 2007

Heroes

Sekarang ini aku punya kegiatan baru sepulang kerja yaitu menonton serial Heroes di TransTV. Walapun terhitung bukan serial film baru karena di negara asalnya udah masuk season 2 tapi lumayanlah daripada channel lain yang isinya sinetron melulu, maklumlah kitakan ngga langganan TV kabel. Setelah selama ini sepulang kerja cuma nonton berita atau kalau lagi beritanya ngga enak palingan nonton SpongeBob, sekarang ada tontonan layak juga pada Prime Time. Sayangnya memang jam tayangnya terlalu sore yaitu jam 6, pasnya sih jam 8. Well gimanapun juga patut disyukuri akhirnya ada juga stasiun TV lokal yang mau mulai memutar acara bermutu.

Heroes bercerita tentang orang-orang biasa yang ternyata memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain, hampir mirip-mirip X-men juga sih tapi yang ini lebih manusiawi dan tidak terlalu berlebihan . Walaupun mereka itu termasuk heroes tapi mereka tetap berpenampilan biasa saja, ngga ikut-ikutan berdandan heboh seperti para super heroes macam Superman and the gank yang hobi pakai seragam ketat dari bahan spandex. Heroes juga tidak berusaha menjiplak dari tokoh-tokoh Superhero yang telah ada tapi menciptakan tokoh pahlawan-pahlawan baru yang lebih membumi. Para pahlawan di Heroes yang selain memiliki kekuatan juga tetap seperti manusia biasa yang memiliki kelemahan dan ketakutan juga bahkan ada yang tidak sanggup untuk mengendalikan kekuatannya sendiri.


Semula akibat tidak menonton seri awalnya, aku agak-agak bingung tapi setelah mengikutinya setiap hari kini mulai mudeng dan malah jadi kecanduan. Tontonan yang satu ini benar-benar unik karena menggabungkan antara science fiction, thriller, misteri dan komedi. Kalimat yang paling sering aku dengar pada season 1 ini adalah "Save the Cheerleader, save the world". Sang cheerleader atau Claire Bennet adalah seorang siswi SMA yang memiliki kelebihan dapat menyembuhkan lukanya sendiri secara instan. Selain itu ada juga Peter Petrelli seorang perawat yang ternyata bisa terbang, Niki Sanders yang berkepribadian ganda, Isaac Mendez yang dapat meramal masa depan melalui lukisan dan masih banyak lagi, Tapi tokoh favoritku adalah Hiro (Ehmm namanya mirip judul acaranya ya) yang dapat membengkokan waktu dan tempat.


Jalan ceritanya yang tidak dapat diprediksi dengan setting yang kadang-kadang sering melompat-lompat kesana kemari dan timelinenya sering maju-mundur tapi hebatnya sutradara dan penulis skenario serial ini bisa membuat jalinan cerita tetap dinikmati. Heroes bisa dikatakan sebagai alternatif terbaik tontonan di TV lokal yang pada prime timenya telah dipenuhi oleh sinetron-sinetron sampah perusak moral bangsa.

Jumat, 10 Agustus 2007

Secara Secara

Seorang teman bertanya tentang makna dan cara penggunaan kata "secara" yang lagi ngetren-ngetrennya di jagat pergaulan kaum muda ibukota. Pokoknya nyambung ngga nyambung kata "secara" ini harus disisipkan dalam kalimat yang kita pakai. Aku akui beberapa kali aku juga dalam blog ini menggunakan kata "secara" yang lagi in ini dalam kalimat-kalimatku. Kata "secara" menurut pengertianku untuk mengganti kata "karena" misalnya : "Secara penasaran maka aku bertanya kepada yang bersangkutan". Sebetulnya dulu aku jarang menggunakan kata "secara" ini tapi tiba-tiba aku ketularan seorang teman yang namanya lima huruf diawali R dan diakhiri A, secara (oops terucap juga) dia sering pake kata "secara" ini dalam omongannya jadinya lama-lama aku ketularan juga dech.
Baiklah mari kita cari tau mengenai kata "secara" yang sangat gaul ini... Menurut kamus besar bahasa Indonesia "Secara" artinya adalah sebagai, selaku, menurut (berhubungan dengan adat, kebiasaan, dll), dengan cara, dengan jalan, dengan (sebagai kata tambah). Jadi sebetulnya selama ini aku pake kata "secara" dengan konteks yang salah :((. Wah seandainya Bu Lely (guru bahasa Indonesia di SMA) dan bu Kurni (Dosen bahasa Indonesia di Tarki) denger bisa-bisa mereka akan meninjau ulang kelulusan aku dan mereka akan mengadukan masalah ini kepada idola mereka, Bapak JS Badudu, sang pakar Bahasa Indonesia.
Memang sih menurut kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar, cara penggunaan kata "secara" yang biasa aku gunakan itu salah tapi.... "Secara kata secara ini lagi ngetren, ngga gaul gitu loooh kalo elo ngga nyisipin kata secara dalam kalimat elo....".

Selasa, 26 Juni 2007

Bocah Nevermind


Masih pada inget ngga sih sama albumnya Nirvana yang judulnya Nevermind? Album inilah yang bikin Nirvana terkenal dimana-mana. Pada saat sedang jayanya album ini bikin pengaruh luar biasa untuk para anak muda jaman itu, hampir semua para musisi muda bikin musik yang beraliran alternatif seperti bandnya si Kurt Cobain ini. Ngga cuma musiknya aja yang ditiru, bahkan potongan rambut si Kurt Cobain seperti di video clip lagu "Smells like teen spirit" yang rada gonjes-gonjes nanggung juga jadi tren anak band saat itu.

Album Nevermind ini punya cover yang lumayan provokatif yaitu gambar bayi yang berada didalam air dan dengan tampang matre sang bayi tersebut mau mengambil umpan pancingan yang berupa duit Dollar. Ngga terasa ternyata kalau album ini dibuat hampir 16 tahun yang lalu, huih... jadi berasa tuir banget. Gue termasuk penikmat lagu-lagu Nirvana yang telat sebab gue baru seneng lagu Nirvana setelah beberapa tahun kemudian lantaran ketika album Nevermind ini lagi happening banget waktu itu gue lagi demen-demennya sama .... ehmm malu ah ngakunya kalau gue dulu sempet suka sama boys band. 16 tahun yang lalu gue kan lagi baru-barunya beger (baru jadi abege) masih suka dengan cowok-cowok bertampang imut kaya anggota boys band gitu deh. Seiring perkembangan waktu selera gue barulah mulai ter upgrade. Kalau dipikir-pikir sekarang ini, ternyata gue baru sadar kalau Kurt Cobain jauh lebih keren dan cool daripada Jordan Knight. Ih bisa-bisanya gue sempet suka sama Jordan Knight yang menurut perpektif gue saat ini dandanan dan penampilan Jordan Knight itu seperti bences, najis bajis banget selera gue akan cowok waktu abege dulu.

Eniwei balik lagi ke soal album Nevermind punyanya Nirvana ini. Gue jadi bikin blog tentang ini gara-gara baca artikel di digg yang menampilkan foto bocah yang jadi model album Nevermind ini. Sekarang si Spencer Elden, sang bayi model, telah berusia 17 tahun, uhm.... Jadi makin terasa aja tuirnya... Sekarang tampang sang bocah seperti pada gambar disebelah ini, menurut gue tampang dia sekarang malahan lebih cute daripada tampang dia pas jadi cover Nevermind. Dengan model rambut acak-acakannya si Spencer jadi agak mirip mirip Kurt Cobain dikit... Kebayang ngga sih gimana rasanya jadi model cover album yang jadi salah satu icon musik di sebuah generasi?