Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Agustus 2008

JPod - Douglas Coupland



Apa itu JPod? Selintas memang mirip iPod atau Jackpot tapi sebetulnya JPod sangat jauh dari kedua benda tersebut. JPod adalah sebuah cubicle di sebuah perusahaan pengembang video game untuk orang-orang yang namanya dimulai dengan huruf J. Sang tokoh utama yaitu Ethan Jarlewski adalah seorang pemuda yang sudah melewati masa twenty something dan mulai masuk ke kepala 3. Ethan dan bersama teman-temannya di JPod memiliki pola pikir dan kelakuan yang cukup ajaib sehingga seorang anggota terbaru JPod menganggap mereka semua itu sebagai kaum autis yang kekanak-kanakan. Kelakuan ajaib mereka itu misalnya membuat lomba menulis surat permohonan menjadi teman kepada Ronald McDonald atau membuat iklan menjual diri di e-Bay. Tuduhan Kaitlin, si anak baru di JPod, kalau teman-temannya mengidap autis sepertinya memang terbukti sebab mereka juga sering membuat perlombaan yang rasa-rasanya cuma akan dilakukan oleh orang yang sangat jenius sekali atau seorang autis. Perlombaan yang dimaksud adalah lomba mencari angka yang bukan bilangan prima diantara jejeran bilangan prima antara 10.000 sampai 100.000. Yang lebih sintingnya lagi yaitu mencari angka yang salah dari bilangan PI yang memiliki deret angka setelah koma sebanyak lebih dari 85 ribu digit.


Selain teman-teman kerja yang aneh, Ethan juga mempunyai keluarga yang aneh. Kedua orangtuanya gemar berselingkuh dan membuat masalah akibat perselingkuhannya. Kalau sudah begitu baik ibu maupun ayah Ethan akan menelepon sang putra untuk membereskannya. Sang Ibu yang tak sengaja membunuh teman selingkuhnya sedangkan ayahnya memacari adik kelasnya Ethan semasa SMA dulu. Masalah Ethan semakin bertambah ketika Greg sang kakak menyelndupkan pendatang gelap dari daratan China ke apartemen Ethan yang berujung dengan perkenalannya dengan Kam Fong seorang penyelundup manusia dan juga bandar narkoba keturunan China.


Berbagai kejadian komplek yang melibatkan perselingkuhan Steve, bosnya Ethan di kantor, dengan sang ibu yang melibatkan campur tangan Kam Fong akhirnya membawa Ethan terbang ke negeri China. Disana Ethan bertemu dengan seseorang yang sangat penting, coba tebak siapa dia? Dia adalah Doglas Coupland sang penulis ternama yang memang penulis asli buku ini. Ha...ha... luar biasa narsisnya manusia bernama Doglas Coupland yang memasukan dirinya dalam novel karangannya sendiri. Tapi Coupland tak ragu menggambarkan sosoknya dalam novel JPod ini sebagai sesosok pengarang buku yang jahat dan licik.


JPod adalah sebuah novel yang menggambarkan dunia kontemporer yang diwakili oleh Video Games, Ronald McDonald, e-bay, Toblerone, Ikea, kebangkitan industri China dan autisme yang dikemas dalam humor satire yang sangat memukau. Buku ini cukup tebal tapi jangan kuatir sebab isinya tidak seberat rupanya. Banyak hal-hal ngga penting yang ditampilan sang penulis tapi justru itu yang menjadikan novel ini beda dengan novel-novel lain. Sangat menarik dan lucu.

Senin, 04 Agustus 2008

Bilangan Fu - Ayu Utami

Sastrawan muda Ayu Utami baru saja mengeluarkan karya novelnya yang terbaru berjudul “Bilangan Fu”. Terus terang aku belum pernah membaca karya Ayu Utami yang lainnya jadi tidak bisa membandingkan karyanya kali ini dengan karya-karya Ayu Utami sebelumnya.

Tokoh utama dalam “Bilangan Fu”adalah seorang pemanjat tebing bernama Yudha yang juga menjadi tokoh pencerita. Yudha adalah sesosok pemuda sinis yang hidupnya hanya berkisar di dirinya sendiri dan tidak terlalu peduli sekitarnya kecuali dalam soal pemanjatan tebing. Yudha mempunyai seorang pacar bernama Marja yang sangat pengertian akan kelakukan ajaib sanga pacar dan tentu saja selalu siap untuk memuaskan hasrat primitif Yudha. Selain itu ada juga tokoh pemuda misterius bernama Parang Jati yang akhirnya menjalin persahabatan dengan Yudha. Ketiga tokoh ini memiliki keunikan masing-masing. Ada peranan yang mereka mainkan, disini digambarkan kalau sosok Yudha sebagai sang yudas sementara Parang Jati adalah sang malaikat dan sosok yang paling mendekati manusia adalah Marja.

“Bilangan Fu” tidak hanya bertutur soal jalinan persahabatan dan cinta ketiga tokohnya saja tapi juga mengangkat soal keterbukaan pikiran soal kepercayaan, situasi sosial-politik masyarakat serta hubungan manusia dengan alam plus kisah mistis asli Indonesia. Kesemuanya ini diramu dalam latar belakang dunia panjat tebing yang sangat bebas. Dengan sangat lincah bak pemanjat tebing jempolan, Ayu Utami berhasil memadukan kejadian-kejadian nyata yang pernah terjadi di masyarakat dengan kisah urban legend lokal dan diselipi juga oleh fantasi-fantasi liar sang penulis untuk menjadi sebuah cerita yang sangat menarik .Dalam hal ini Ayu Utami tidak kalah lihai dengan Dan Brown dengan “The Davinci Code”nya. Bahkan Ayu Utami lebih berani dengan menyelipkan potongan-potongan berita yang sesungguhnya dari berbagai media massa nasional.

Sukar dibayangkan sebelumnya bagaimana legenda Nyi Roro Kidul bisa bersanding dengan kasus aliran Ahmadiyah. Belum lagi urban legend kampung seperti cerita hantu cekik berhubungan dengan isu bioterrorism yang bikin parno masyarakat modern. Semuanya itu dapat dihubung-hubungkan secara brilian tanpa menghadirkan kesan memaksa. Tapi ada sebuah peringatan penting bagi para calon pembaca buku ini, yaitu dimohon kepada para calon pembaca untuk mau membuka pikiran lebar-lebar karena dalam buku ini banyak isu-isu sensitif yang memerlukan pemikiran terbuka. Buku ini sangat tidak dianjurkan bagi mereka yang memiiki pola pikir sempit dan menjadi sangat haram bagi mereka yang sangat memfanatikan agama.

Sebetulnya apa Bilangan Fu yang menjadi judul itu sesungguhnya? Jawabannya bisa berbeda-beda tergantung hasil penafsiran kita setelah membaca cerita Ayu Utami ini hingga tuntas. Sepanjang pengalamanku membaca novel-novel karya penulis Indonesia, belum pernah saya temukan gaya berututur seperti Ayu Utami ini. Mungkin yang agak mirip tapi memiliki kelas yang lebih tinggi adalah karya-karya penulis legendaris Pramoedya Ananta Toer.

Rabu, 30 April 2008

Cathedral _ Nelson DeMille

“Cathedral” adalah novel karya Nelson deMille yang terbit pada tahun 1980. Walaupun novel ini dibuat sekitar 30 tahun lalu namun tema yang diusungnya masih tetap relevan dengan masa sekarang yaitu soal terorisme. Jika pada masa sekarang sosok teroris favorit para pengarang adalah teroris dari timur tengah maka tiga decade yang lalu sosok teroris yang paling top adalah IRA (Ireland Republic Army) alias Tentara Pembebasan Irlandia Utara.


Dikisahkan 12 orang anggota IRA merencanakan untuk menduduki Gereja Katedral St. Patrick di New York tepat pada perayaan hari St. Patrick yang memang diagungkan oleh orang-orang keturunan Irlandia untuk mengenang Santo Patrick, seorang imam yang membawa agama Katolik ke Irlandia. Pada masa itu perayaan St. Patrick Day di kota New York selalu dijaga ketat karena memang biasanya sering ada ancaman terorisme dari IRA. Tapi ke-12 pejuang IRA yang dipimpin oleh Bryan Flynn alias Finn MacCumail telah membuat sebuah skenario yang telah diperhitungkan secara detail.


Singkat ceritanya, Bryan Flynn berhasil menguasai Katedral dan menyandera Uskup Agung New York, pastur Murphy rohaniwan setempat, konsuler jenderal Inggris George Baxter dan mantan anggota IRA yang menjadi aktivis perdamaian Maureen Malone. Untuk membuat bumbu cerita makin sedap diceritakan pula kalau Maureen Malone adalah mantan kekasih Bryan Flynn. Selain menyandera keempat orang tadi, komplotan Bryan Flynn juga mengancam akan meledakan Katedral apabila tuntutan mereka berupa pembebasan beberapa aktivis IRA yang ditahan tidak dikabulkan. Tindakan terorisme ini mengakibatkan kehebohan para aparat keamanan kota New York mulai dari walikota, polisi, FBI,CIA sampai ke gubernur dan kedutaaan Inggris dan Irlandia.


DeMille menggambarkan proses penyanderaan tersebut secara detail dan juga mengisahkan latar belakang Bryan Flynn dan Maureen Malone ketika masih di Irlandia. Pergulatan batin para teroros, sandera dan para petugas keamananpun ditampilkan. Kita dibawa untuk menyadari kalau para pelaku terorisme juga manusia yang punya hati dan rasa takut juga hanya saja mereka ini mempunyai cara pandang yang lain dengan orang-orang kebanyakan. Begitu juga para petugas keamanan yang juga harus menyelamatkan sandera tapi harus tetap dalam jalur yang benar dan kadang harus melalui birokrasi yang panjang padahal waktu yang dimiliki sangat mepet.


DeMille juga memberikan bonus sketsa denah Gereja Katedral St. Patrick sehingga memudahkan kita untuk membayangkan situasi dalam Katedral kota New York yang memiliki arsitektur yang sangat indah tersebut. Kalau Bryan Flynn adala sang penjahat maka tentunya harus ada tokoh jagoannya yang jatuh ke tangan Patrick Burke seorang letnan polisi yang memiliki darah Irlandia. Mungkin karena sama-sama berdarah Irlandia maka Flynn mempercayai Burke sebagai negosiator antara pasukannya dengan pihak-pihak berwenang. Burke juga sebetulnya telah mencium tindakan terorisme ini dari awal namun sayang ia terlambat menyadarinya sasaran yang sebenarnya. Ketika proses penyanderaan terjadi, Burkelah yang berusaha paling keras untuk menyelidiki latar belakang Bryan Flynn.


Tujuan Bryan Flynn memang berhasil digagalkan oleh Burke dan rekan-rekannya tapi dari pihak keamananpun harus jatuh korban yang tidak sedikit. Katedral yang indah tersebut harus berantakan karea telah menjadi medan pertempuran antara pasukan IRA yang jumlahnya hanya 12 orang lawan 6 tim pasukan keamanan. Untungnya ini Cuma terjadi di buku saja kalau sampai terjadi di dunia nyata pada saat ini bukan mustahil kejadian itu akan menjadi sebuah reality show tragis macam peristiwa 11 September.

Minggu, 20 April 2008

Petualangan Tintin Wartawan Le Petit Vingtieme di Tanah Soviet - Herge

Komik Tintin versi bahasa Indonesia telah kembali beredar di pasaran, hore... Kalau dulu penerbitnya kalau tidak salah adalah Indira maka kini diterbitkan kembali oleh Gramedia. Selain penerbitnya yang beda, ukuran komiknyapun lebih compact alias lebih mini. Memang sih lebih praktis bila dibawa kemana-mana tapi rasanya jadi kurang puas lihat gambarnya yang mengecil. Penerjemahnyapun nampaknya lain, versi komik Tintin yang lama lebih lucu tapi yang sekarangpun juga tidak kalah lucu dan tentunya pakai bahasa yang lebih gaul.

Tintin adalah salah satu komik yang membantu aku belajar baca dulu jadinya sangat berkesan. Kali ini aku pingin sekali mengkoleksi seri Tintin ini dengan lengkap. Maka aku mulai membelinya dimulai dari seri pertamanya yaitu Petualangan Tintin Wartawan Le Petit Vingtieme di Tanah Soviet. Judul yang panjang ini disadur langsung dari judul aslinya yaitu Les Aventures de Tintin, reporter du Petit "Vingtième", au pays des Soviets. Buku pertama petualangan Tintin ini masih berformat hitam putih.


Tintin si reporter cilik dan anjing Milo (Snowy dalam versi lama) dikirim untuk membuat laporan ke Moskow oleh Le Petit Vingtieme. Kereta yang ditumpangi Tintin diledakan oleh polisi rahasia Soviet alias OGPU. Tintin yang tidak tahu apa-apa justru ditangkap dan dituduh sebagai pelaku peledakan. Tintin dimasukan ke penjara dan nyaris disiksa namun berkat kecerdikannya ia berhasil meloloskan diri. Untuk menghindari kejaran agen OGPU, Tintin melakukan apa saja termasuk mencuri mobil hingga akhirnya ia tiba juga di Moskow.


Di Moskow Tintin menemukan berbagai fakta yang selama ini tak terungkap seperti misalnya pemaksaan idelogi komunis terhadap rakyat soviet. Soviet yang nampak berkelimpahan pangan ternyata menumpuk makanan hanya untuk dipamerkan ke dunia luar, kenyataannya rakyat mereka banyak yang kelaparan. Industri di Soviet yang nampak maju ternyata hanya tipuan belaka yang dibuat untuk memperdaya para calon investor. Maka dari itu kunjungan Tintin ke Soviet ini berusaha dicegah keras oleh OGPU agar rahasia mereka tidak terungkap ke dunia luar.


Melalui sejumlah petualangan seru yang tidak masuk akal (Namanya juga komik) Tintin berhasil menemukan tempat rahasia dimana hasil bumi rakyat Soviet seperti Gandum, Vodka dan Kaviar ditimbun untuk kepentingan kaum penguasa seperti Stalin, Lenin da Trotsky. Berkat kecerdikan Tintin dan Milo berhasil meloloskan diri dari kejaran OGPU dan bisa kembali pulang ke Brussels. Begitu tiba di kota asalnya, Tintin dan Milo disambut meriah oleh warga kota.


Petualangan Tintin di Tanah Soviet ini sebetulnya adalah sebuah komik yang penuh satire politik dan propaganda anti komunis. Bagi anak-anak yang tidak mengerti politik, cerita Tintin ini masih bisa dinikmati karena ceritanya seru dan lucu. Segala adegan slapstik Tintin dalam mengecoh penjahatnya bisa membuat anak-anak terpingkal-pingkal namun bagi pembaca dewasa, sindiran-sindiran politiklah yang dapat membuat mereka tersenyum. Herge memang yahud, bisa membuat anak-anak dan orang dewasa sama-sama bisa tersenyum walaupun melihat dari 2 perspepktif yang berbeda.

Kamis, 17 April 2008

Rumah Kaca - Pramoedya Ananta Toer

"Rumah Kaca" merupakan buku seri terakhir dari tetralogi Pulau Buru karya masterpiece dari penulis besar Indonesia Pramoedya Ananta Toer. Di buku inilah Pak Pram menunjukan kejeniusannya dalam menciptakan plot cerita yang sangat tidak konvensional. Jika di 3 buku terdahulu fokus cerita ada pada tokoh Raden Mas Minke yang juga sekaligus menjadi pencerita utama maka di buku ke-4 ini Pak Pram membalikan situasi sehingga tokoh Minke tidak menjadi tokoh utama dan pencerita jatuh pada tokoh Pagemanann yang muncul selintas sebagai tokoh misterius dalam buku ke-3 Jejak Langkah. Kepiawaian meramu cerita Pak Pram sehingga walaupun tidak lagi menjadi tokoh utama namun tokoh Minke tetap menjadi nyawa dari cerita.

Di bagian akhir buku Ke-3 dikisahkan kalau Minke ditangkap oleh pihak kepolisian pimpinan inspektur Pagemanann yang memang sudah mengincarnya sejak lama. Pagemanann adalah seorang pribumi tapi berpendidikan Eropa pekerja keras dan memiliki jaringan yang luas sehingga karirnya cepat naik. Walaupun menjadikan Minke sebagai target operasi tapi diam-diam Pagemanann mengagumi Minke dan dalam batinnya menjadikan Minke sebagai guru besarnya. Pagemanann juga seorang yang cerdas namun sayangnya dia mempunyai kebiasaan buruk yaitu senang minum-minuman keras, hal ini pula yang menyebabkan rumah tangganya hancur berantakan.

Karena kekagumannya pada maka Pagemanann sendiri yang mengawal Minke ke tempat pembuangannya di daerah maluku sana. Sejak awal buku kita langsung disuguhi perspektif cerita dari kacamata Pagemanann sehingga rasanya buku ke-4 ini adalah sebuah bagian yang terpisah namun sesungguhnya kalau tidak mengikuti bagian-bagian sebelumnya maka kita akan susah mengikuti jalan ceritanya. Setelah Minke dibuang, Pagemanann tetap saja rajin menyelidiki kehidupan sang tokoh panutan. Pagemanann juga menyelidiki tokoh-tokoh yang diceritakan Minke dalam buku-buku karyanya yaitu "Bumi Manusia", "Anak Segala Bangsa" dan "Jejak Langkah", disinilah Pak Pram menunjukan kejeniusannya sehingga pembaca berhasil digiringnya untuk ikut berpikir kalau ketiga tetralogi sebelumnya adalah karya Minke bukan karya Pak Pram. Ide yang rasa-rasanya sulit untuk diikuti pengarang manapun untuk membuat sebuah cerita baru dalam sebuah sebuah cerita.

"Rumah Kaca" pun digambarkan oleh Pak Pram sebagai buku yang tengah disusun oleh Pagemanann yang menceritakan tentang kebangkitan organisasi-organisasi modern serta kesadaran kaum terpelajar untuk mengusir kaum kolonial. Pagemanann tak cuma diam-diam mengagumi Minke tapi juga diam-diam mendukung aksi pemberontakan kaum terpelajar pribumi tersebut tapi sebagai abdi pemerintah kolonial yang baik, Pagemanann tidak dapat melakukan apa-apa kecuali hanya sekedar jadi penonton. Tugas Pagemanann sebagai anggota elit kepolisian adalah membasmi kegiatan pergerakan yang dapat mengancam pemerintah kolonial sebetulnya bertentangan dengan nuraninya namun ia lebih menuruti ambisi untuk menjadi yang pribumi yang memiliki jabatan di kepolisian yang tertinggi.Berbeda dengan Minke yang memang menjadi hero, Pagemanann ini adalah tokoh abu-abu kadang ia adalah seorang yang baik misalnya saja dengan Menutupi keterlibatan Prinses (istri Minke) dalam usaha pembunuhan terhadap Robert Suurhoff) tapi di sisi lain demi karir ia mau memberikan berbagai rahasia pergerakan terhadap kepolisian kolonial.

"Rumah Kaca" memang lebih berat daripada ketiga buku sebelumnya karena selain kita dipaksa untuk mengubah perspektif, pada buku ini kita juga akan kehilangan kisah romansa yang manis. Mungkin karena Pagemanann tokoh utama kita kali ini adalah seorang yang sangat ambisius mengejar karir sehingga pembawaanya lebih serius daripada tokoh Minke yang memang gampang jatuh hati pada wanita. Namun rasa bosan itu terobati dengan munculnya fakta-fakta dibalik kisah di tiga buku sebelumnya. Secara keseluruhan tetralogi Pulau Buru ini memang luar biasa. Pantas saja kalau Pak Pram sang pengarang dipuji-puji oleh pecinta sastra sedunia.

Rabu, 09 April 2008

Jejak Langkah - Pramoedya Ananta Toer

Buku ketiga dari tetralogi Pulau Buru karya sang maestro “Pramoedya Ananta Toer” diberi judul “Jejak Langkah. Minke kali ini benar-benar berangkat ke Batavia untuk melanjutkan sekolah ke STOVIA atau sekolah dokter pribumi. Di bagian ini kita akan mendapatkan gambaran tentang keadaan Jakarta tempo doeloe ketika masih bernama Batavia.

Berkat kekuatan karakternya, Minke berhasil melewati ujian perpeloncoan dari seniornya malah ia menjadi salah satu siswa yang disegani. Minke juga bertemu dengan seorang gadis Tionghoa yang nampa rapuh dari luar tapi sebetulnya adalah seorang pejuang tangguh yang nantinya akan mempengaruhi sikap nasionalisme Minke. Gadis yang biasa disapa Mei itu akhirnya resmi diperistri Minke.

Dunia jurnalistik tidak bisa ditinggalkan begitu saja dalam hidup Minke, sambil kuliah ia juga aktif menulis untuk sebuah surat kabar. Menulis bagi Minke selain untuk motif ekonomi juga menjadi cara untuk melakukan perlawanan terhadap kolonial. Kedatangan seorang pensiunan dokter jawa yang menyerukan pembentukan organisasi modern kian membuat pikiran Minke kian terbuka. Tekadnya untuk melakukan perlawanan terhadap kolonialisme tanpa menggunakan kekerasan mnejadi makin bulat.

Duka kembali memayungi hidup Minke ketika Mei sang kekasih harus menyerah terhadap panggilan Sang Kuasa karena sakit akibat terlalu aktif dalam kegiatan pergerakan kaumnya. Pukulan bagi Minke makin terasa keras ketika iapun dinyatakan dipecat dari sekolah dokternya. Sempat terpuruk, Minke kembali bangkit dan mendirikan sebuah penerbitan yang diberi nama “Medan Prijaji”. Koran ini menjadi alat perjuangan Minke yang paling efektif untuk menyerukan misi-misinya seperti penghapusan feodalisme, memperkenalkan cara baru untuk melakukan perlawanan terhadap kaum kolonial melalui sistem boikot serta tentu saja aspirasinya seputar pembentukan organisasi modern.

Selain bergiat dalam bidang jurnalistik, Minke juga sempat bergabung sebuah organisasi yang dikenal sebagai Boedi Oetomo. Namun akibat perbedaan persepsi dengan para penggerak BO lainnya, Minke memutuskan untuk keluar dan membentuk organisasi sendiri yang memiliki cakupan yang lebih luas. Organisasi tersebut disebut Syarikat Dagang Islam atau disingkat SDI. Dalam urusan asmara, Minke juga telah memutuskan untuk menyunting seorang putri dari seorang Raja yang disingkirkan dari kampung halamannya di Kasiruta, sebuah daerah di Maluku. Prinses demikian istri ketiga Minke ini disapa adalah seorang wanita yang sangat tahu memposisikan dirinya sebagai seorang istri.

Cara perjuangan Minke melalui surat kabar dan organisasi yang kian berkembang pesat membuat pemerintah kolonial makin gerah terhadap sepak terjangnya. Segala cara dilakukan untuk menghentikan langkah Minke dan para pendukungnya, mulai dari cara halus melalui berbagai jebakan secara politis hingga cara kasar yang melukai Minke secara fisik. Namun dengan licinnya, Minke selalu berhasil melewati cobaan tersebut sehingga ia tetap bisa melanjutkan langkah pejuangannya.

Minke adalah seorang pria beruntung yang selalu mendapatkan wanita pendamping yang luar biasa. Prinses adalah termasuk wanita luar biasa yang nampak halus namun sebetulnya adalah seorang yang terlatih untuk selalu siaga menghadapi perang. Prinses juga tak segan-segan angkat senjata demi melindungi nyawa sang suami tercinta. Keberuntungan Minke soal wanita pendamping ternyata bertolak belakang dengan kemampuannya soal meneruskan garis keturunan alias mandul.

Dengan semakin besarnya SDI dan juga makin pesatnya Medan Prijaji membuat Minke terpaksa harus memberikan kepercayaan kepada orang lain untuk mengurus semuanya. Rupanya titik inilah yang diincar kaum kolonial dengan menyusupkan seorang pengkhianat hingga mendapatkan kepercayaan penuh dari Minke lalu ia akan menusuk dari belakang. Akibatnya Minke mendapat tuduhan tindakan kriminal yang membuatnya ditangkap oleh penguasa. Pada bagian buku dikisahkan kalau Minke akan menjalani hukuman di luar pulau Jawa. Maka Minkepun harus berpisah dengan istri dan rekan serta para pendukungnya yang selama ini telah setia mendampimginya.

Minggu, 30 Maret 2008

The Princess Sultana"s Daughters

“The Princess Sultana’s Daughters” adalah kelanjutan dari buku “The Princess” (Kisah Tragis Putri Kerajaan Arab Saudi). Masih ditulis oleh Jean P. Sasson. Kisah diawali oleh kehebohan yang terjadi dalam keluarga Putri Sultana akibat peredaran berjudul “The Princess” buku yang berdasarkan kisah hidup salah seorang putri dari keluarga kerajaan Arab Saudi. Ayah dan saudara-saudara Sultana langsung bisa menebak kalau Sultanalah sang Putri yang nekat membocorkan rahasia kelam di balik kemewahan istana-istana mewah keluarga kerajaan Arabia. Meskipun sangat marah, demi menjaga kehormatan keluarga mereka sepakat untuk merahasiakan hal tersebut.


Disini dikisahkan Sultana telah cukup berbahagia dianugerahkan bersuamikan Karim yang benar-benar mencintainya walaupun tidak 100% sempurna. Karim dan Sultana dikaruniakan 3 orang anak yaitu Abdullah, Maha dan Amani. Berbeda dengan perilaku sanga ayah, Karim adalah seorang pria Arab yang moderat sehingga ia memperhatikan anak-anaknya secara adil tanpa melihat jenis kelaminnya.



Maha adalah putri tertua pasangan Karim-Sultana adalah seorang anak yang mewarisi betul watak sang ibu yang pembangkang. Sama seperti Sultana kecil, Maha juga membenci budaya patriaki yang mengakar kuat pada keluarga besarnya. Sikap perlawanan terhadap kekuasaan kaum pria diekspresikan Maha dengan cara yang sangat ekstrim yaitu dengan membenci total laki-laki. Pola pikir ini nyaris membuat Maha menjadi seorang lesbian. Selain itu Maha juga ternyata menyukai hal-hal gaib yang sesungguhnya bertentangan dengan ajaran agama. Kuatir dengan perkembangan mental sang putri, Sultana dan Karim mengirim Maha ke klinik konseling psikologi. Beruntunglah Maha bisa kembali berpikiran normal seperti yang diharapkan kedua oangtuanya.



Kebalikan dari Maha, Amani sang putri bungsu adalah seorang anak yang sangat religius bahkan cenderung Fanatik. Semula Amani hanya seorang anak baik yang penurut yang juga penyayang binatang, saking manis kelakuan Amani sehingga sempat membuat Sultana sangsi kalau Amani adalah anak kandungnya. Sesudah pulang berhaji, perilaku keagamaan Amani yang berlebihan. Amani tidak terlalu setuju semangat sang ibu dan kakaknya yang ingin memodernkan wanita Arab Saudi. Amani berusaha mempengaruhi semua orang ditemuinya untuk selalu bertindak sesuai dengan perintah agama yang diyakini benar oleh Amani. Sikap Amani ini sangat mengkuatirkan Sultana karena takut sang anak akan bergabung dengan kelompok ekstrimis. Kekuatiran Sultana tersebut tidak sampai terbukti hanya saja perilaku Amani tersebut tak jarang memicu pertengkaran dengan saudara-saudaranya.



Abdullah adalah anak tertua sekaligus putra satu-satunya. Walaupun statusnya sebagai anak laki-laki satu-satunya di keluarga, Abdullah tidak mendapat keistimewaan apapun dari orangtuanya sehingga ia tumbuh menjadi laki-laki toleran yang sangat menghargai kaum wanita. Abdullah juga adalah seorang yang sangat mudah tersentuh hatinya sehingga tak segan-segan memberikan bantuan kepada orang-orang yang dianggapnya membutuhkan pertolongan. Sifat Abdullah inilah yang sering menyeretnya kedua orangtuanya kedalam situasi yang bisa bikin sakit kepala.



Saudara-saudara kandung Sultana memang nampak berbahagia semua namun di balik itu ternyata ada saja masalah yang mendera. Hubungan Sultana dengan Karimpun sering turun naik, yang sering menjadi penebab utamanya adalah kemampuan mengontrol emosi Sultana yang rendah. Perilaku Sultana ini menyebabkan dirinya disebut sebagai seorang anak yang terjebak dalam tubuh orang dewasa.



Buku ini masih mengungkap rahasia-rahasia kelam di balik kemegahan istana para pangeran maupun putri Arab Saudi. Ada beberapa hal pernah dibahas di buku pertama namun di sequelnya ini masih ada saja fakta-fakta baru yang bikin pembacanya tercengang. Serial “The Princess” juga bisa menjadi sebuah koreksi terhadap ajaran agama yang sering disesatkan dengan tradisi. Selain kita akan mendapatkan kisah yang menarik, kita juga akan mendapatkan pencerahan.

Sabtu, 22 Maret 2008

Anak Semua Bangsa - Pramoedya Ananta Toer

Anak Semua Bangsa adalah bagian kedua dari tetralogi Pulau Buru. Sekali lagi aku dibuat terpesona oleh karya Pak Pram yang luar biasa sehingga enggan rasanya untuk menghentikan membaca bukunya.

Episode kedua cerita tentang kehidupan Minke diawali oleh kedukaan yang dalam akibat berita meninggalnya Annelies Melemma, sang biadadari dalam kehidupan Minke yang direnggut secara paksa oleh hukum kolonial. Annelies yang sudah dalam keadaan sakit ketika hendak dibawa ke Nederland tak kuasa melawan kedukaan hatinya yang mendalam. Bukan tanpa usaha, Nyai Ontosoroh dan Minke telah mengutus Panji Darman sahabat sejatinya untuk membantu mengawasi dan menjaga Anneliesnya namun takdir berkata lain. Kematian Annelies bukanlah satu-satunya kepahitan yang harus dihadapi oleh nyai Ontosoroh dan Minke, masih ada setumpuk masalah yang tak kunjung selesai.



Selain dari Nyai Ontosoroh seperti biasa dengan khotbah-khotbahnya, jiwa nasionalis Minke kembali mendapat pencerahan dari Kommer, sang jurnalis Indo yang sangat anti kolonialisme. Pada mulanya Minke tersinggung berat ketika Kommer dan Jean Marais sahabatnya, mengatakan bahwa sesungguhnya Minke tidak mengenal negeri dan bangsanya. Minke dianggap lebih dekat dengan bangsa Eropa yang menjajah negerinya. Ia pandai menulis dalam bahasa Belanda dan Inggris namun menolak ketika diminta menulis dalam Melayu atau Jawa karena menganggap bahasa ibunya tersebut tidak indah. Sindiran Kommer yang menyakitkan membuat Minke ingin membuktikan diri kalau ia mengenal bangsanya dengan menerima tawaran Kommer untuk mengunjungi kehidupan kaum petani. Kebetulan juga Nyai Ontosoroh ingin pergi berlibur sejenak untuk melepas stres.



Mereka akhirnya pergi ke daerah Tulangan yang Merupakan sentra perkebunan tebu terbesar. Disana Minke dan Nyai Ontosoroh menginap di rumah Paiman alias Sastro Kassier, saudara Nyai Ontosoroh yang sukses jadi kasir di pabrik gula. Perjalanan ke Tulangan ini berhasil membuka mata Minke dan menyadarinya kalau sindiran Kommer dan jean Marais itu betul adanya. Kehidupan kaum petani sungguh di luar dugaannya semula. Minke juga jadi tahu bagaimana kejamnya kaum kolonial memeras setiap tetes kekayaan bangsa jajahannya tanpa memberikan kesejahteraan bagi rakyat jajahannya. Perjalanan ini justru memukul Nyai Ontosoroh begitu mengetahui kalau Paiman ternyata juga tega melakukan hal yang pernah dilakukan oleh ayah mereka terhadap putrinya sendiri.



Demi lebih mengetahui kehidupan kaum petani yang tertindas, Minke rela bermalam di rumah keluaraga petani yang sedang berjuang untuk mempertahankan haknya yang akan dirampas kaum kolonial. Pengalaman Minke tersebut, ia tulis dalam bentuk sebuah tulisan yang menurutnya adalah karya terbaiknya. Namun justru Kommer mengkritik keras tulisannya tersebut sedangkan Nyai Ontosoroh jadi makin terpukul mengetahui kemungkinan asal muasal modal suaminya untuk mendiirikan perkebunan yang dibanggakannya tersebut. Minke yang tidak mengindahkan kritik Kommer nekat mendatangi kantor koran tempat ia biasa memasukan tulisannya. Bukan pujian yang didapat malah caci maki dan masalah lain yang akan timbul kemudian.



Ditengah segala masalah yang datang makin mendera, kedukaan kembali menyelimuti kehidupan Nyai Ontosoroh begitu mengetahui Robert Melemma, putranya yang dulu minggat dari rumah ternyata sudah meninggal di Los Angeles akibat terkena penyakit kotor. Kedukaan ini disusul oleh kenyataan lain kalau ternyata Robert sebelum minggat sempat menanamkan benihnya pada rahim Minem, salah seorang pegawai Nyai Ontosoroh yang kesohor karena kegenitannya. Kehadiran bayi yang diberi nama Rono Melemma tersebut seolah menjadi sebuah harapan baru bagi Nyai Ontosoroh yang kesepian karena telah ditinggal mati oleh anak-anaknya.



Pak Pram menutup buku keduanya dengan sangat indah. Ketika Maurits Melemma telah datang untuk merampas Buitenzorg, Nyai mengumpulkan para sahabat yang setia dengan perjuangnnya, Jean Marais dan May, anak semata wayangnya, Kommer, Darsam, Mingke dan Rono untuk menyambut kedatangan Maurits Mellema. Dan Nyai menegaskan kepada mereka kalau perjuangan kali ini yang mereka miliki hanya mulut, dan hanya boleh menggunakan mulut saja. Mereka berhasil membuat cap kepada Maurist Mellema sebagai pembunuh Annelies. Dengan kata-kata mereka telah membuat insinyur yang disebut sebagai pahlawan Nederland di Afrika itu menjadi mengkerut dan tidak berdaya. Maurits Melemma yang datang dengan gagah itu terpaksa harus pergi meninggalkan rumah Nyai Ontosoroh dengan kepala tertunduk dalam cercaan orang-orang desa.


Sungguh luar biasa indah penutup yang dibuat oleh Pak Pram ini. Nyai Ontosoroh boleh kalah di pengadilan tapi dia sanggup membuat Naurits Melemma terpukul dan tak akan melupakan hari itu sepanjang sisa usianya. "Anak Semua Bangsa" diawali oleh kegetiran namun diakhiri oleh kegetiran yang diubah menjadi sebuah kemenangan kecil yang sangat manis.

Kamis, 20 Maret 2008

Bumi Manusia - Pramoedya Ananta Toer

"Bumi Manusia" adalah bagian pertama dari tetralogi Pulau Buru karya masterpiece Pramoedya Ananta Toer. Berkat diskon 30% dari toko buku Gramedia Mal Cijantung akhirnya aku sanggup membeli seluruh tetralogi ini tanpa rasa bersalah. Harga buku Pak Pram yang diatas rata-rata harga buku nasional lainnya memang sangat pantas mengingat karya-karyanya yang sangat bermutu. Apabila anda buka situs amazon.com , jangan heran kalau review yang diberikan pembaca atas karya-karya Pak Pram mendapatkan lebih dari 4 bintang.

"Bumi Manusia" sebagai bagian pertama dari tetralogi Pulau Buru menguak latar belakang dari keseluruhan cerita dalam tetralogi tersebut. Minke sebagai tokoh utama diceritakan masih menjadi siswa HBS di Surabaya. Sebuah prestasi hebat bagi seorang pribumi asli dapat bersekolah di HBS yang notabene biasanya hanya diperuntukan bagi anak-anak totok (Belanda tulen), Indo atau keturunan asing lainnya. Minke (sebetulnya bukan nama asli tokoh kita ini) adalah seorang keturunan priyayi Jawa yang berusaha menanggalkan kejawaannya dan ingin berpikir serta bertindak ala Eropa, namun walaupun begitu sesungguhnya Minke sangat menentang kolonialisme. Di Surabaya Minke tinggal di rumah kontrakan milik seorang Mevrouw yang baik hati yang bersuamikan seorang mantan komandan tentara kolonial. Untuk mendapatkan uang saku, Minke juga melakukan bisnis kecil-kecilan dengan memasarkan karya-karya hasil seniman invalid yang berdarah Perancis bernama Jean Marais. Jean Marais bukan hanya sekedar rekan bisnis tapi juga seorang sahabat sejati Minke. Selain itu Minke yang cerdas juga sering membuat tulisan di koran lokal berbahasa Belanda dengan menggunakan nama samaran.


Kehidupan Minke yang semula berjalan lancar-lancar saja tiba-tiba menjadi luar biasa setelah seorang teman sekolah mengajaknya bertandang ke Boerderij Buitenzorg. Disana ia bertemu dengan 2 orang wanita luar biasa yang akan mengubah jalan hidup Minke untuk selamanya. Kedatangan Minke langsung disambut dengan hangat oleh seorang gadis Indo bernama Annelies Mellema yang langsung membuatnya jatuh hati. Tidak cuma itu, sang penguasa Boerderij Buitenzorg, nyai Ontosoroh juga langsung membuat Minke seperti terhipnotis untuk mau-mau saja mengikuti kehendak sang nyai. Nyai Ontosoroh ini sebetulnya hanyalah seorang gundik dari Heman Mellema seorang belanda pejabat di perkebunan tebu. Selain Annelies masih ada juga seorang lagi anak nyai Ontosoroh yaitu Robert Melemma yang nampak begitu membenci ibunya dan juga segala sesuatu yang berhubungan dengan pribumi. Selanjutnya Minke menjalin kasih dengan Annelies si anak Indo yang justru ingin menjadi seorang Jawa. Nyai Ontosoroh ternyata sangat cerdas dan berwibawa tinggi sehingga sering kali membuat Minke terkagum-kagum. Semakin sering Minke bergaul dengan Nyai Ontosoroh, semalin kental pula jiwa nasionalisme Minke. Minke dan Annelies akhirnya menikah juga tak lama setelah Minke dinyatakan lulus dari HBS.


Kehidupan di Boerderij Buitenzorg menjadi terusik tak lama setelah kematian tak wajar tuan Herman Melemma. Boerderij Buitenzorgpun terancam terampas dari genggaman Nyai Ontosoroh sebab sesungguhnya tuan Herman Melemma telah mempunyai seorang putra dari perkawinan sahnya dengan seorang wanita Belanda yang tentunya akan menjadi pewaris sah dari kekayaan Herman Melemma. Yang terancam terenggut bukan cuma Boerderij Buitenzorg tapi juga Annelies. Perkawinan Annelies dan Minke yang sebetulnya sudah sah secara agama tidak diakui oleh pengadilan putih kolonial sehingga Annelies yang dibawah umur harus dibawa ke Nederland untuk selanjutnya berada di pengawasan Maurits Melemma, putra sah tuan Herman Melemma. Dengan sekuat tenaga Nyai Ontosoroh dan Minke melawan kekuasaan kolonial tersebut. Bukan cuma mereka, semua kaum pribumi di Surabaya serta beberapa totok dan Indo yang anti kolonialisme berusaha membantu melawan ketidakadilan tersebut namun usaha keras mereka masih belum sanggup mengalahkan kekuasan kolonial yang memang tak adil bagi kaum pribumi. Pada bagian akhir buku dikisahkan Annelies yang dalam keadaan sakit terpaksa harus diberangkatkan ke Nederland seolah menjadi simbol keterbedayaan kaum pribumi atas kaum kolonial.


"Bumi Manusia" ini juga membuka mataku tentang sosok nyai-nyai yang selama ini aku pikir seorang wanita desa gatal yang demi harta rela jadi simpanan bule-bule penjajah. Berkat kisah masa lalu Nyai Ontosoroh aku baru menyadari kalau para nyai ini sesungguhnya adalah wanita-wanita tak berdaya korban kekejaman sistem kolonialisme. Nyai Ontosoroh yang bernama asli Sanikem adalah seorang putri pegawai rendahan di pabrik gula. Pada masa itu gadis yang telah mendapatkan menstruasi harus segera dinikahkan bahkan gadis berusia 15 tahun sudah dianggap sebagai pearawan tua (Betapa beruntungnya kita para wanita yang hidup di jaman modern). Ayah Sanikem sangat berambisi untuk mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi rela melakukan apa saja termasuk menjual putrinya kepada sang bos. Ibu Sanikem berusaha keras mencegahnya namun tak berdaya juga pada akhirnya. Saat Sanikem keluar dari rumah untuk diserahkan kepada tuan Herman Melemma, bos ayahnya, ia berjanji dalam hati untuk tidak akan kembali kepada orang tuanya. Sanikem cukup beruntung ternyata tuan Mellema cukup baik hati dan mau mengajarkan berbagai pengetauan kepada Sanikem sehingga selanjutnya Sanikem menjadi penguasa Boerderij Buitenzorg dan mendapat julukan Nyai Ontosoroh. Walaupun begitu tetap aja status Nyai Ontosoroh lemah di depan hukum karena ia tidak pernah dinikahkan secara sah oleh tuan Herman Melemma.


Secara keseluruhan buku ini sangat bagus sekali. Meskipun kita dijejalkan oleh beberapa fakta sejarah namun rasanya sama sekali tidak mengganggu malah membuat cerita menjadi semakin indah. Memang wajar kalau Pak Pram pernah masuk nominee penerima nobel sastra sebab beliau sanggup mengemas sebuah cerita denga topik berat dikemas apik menjadi enak dibaca sehingga membuat pembaca penasaran ingin membuka lembar-demi lembar berikutnya.

Sabtu, 15 Maret 2008

Blink - Malcolm Gladwell

"Blink" adalah sebuah buku karya Malcolm Gladwell yang mengupas tentang rahasia kesan yang muncul dalam dua detik pertama yang sangat menentukan ketika mengamati suatu obyek tertentu. Kesan pertama yang muncul dalam dua detik pertama tersebut merupakan hasil olahan komputer internal tubuh kita yang bekerja dalam alam bawah sadar kita. Menurut sang penulis kemampuan ini disebut kemampuan berpikir tanpa perlu berpikir, dimana kesan pertama yang kita tangkap tersebut bisa jadi sebuah informasi yang akurat.

"Blink" dibuka dengan kisah museum Getty yang hendak membeli sebuah patung Kuoros yang bernilai seni tinggi dan sangat langka. Museum Getty sebagai sebuah institusi terpandang tidak langsung begitu saja membeli patung tersebut melainkan melakukan sejumlah penelitian terhadap Kouros. Setelah sekitar 14 bulan penelitian, akhirrnya pihak museum memutuskan untuk membeli Kouros tersebut. Namun beberapa ahli yang diundang untuk melihat Kouros tersebut mendapatkan kesan yang negatif begitu pertama kali melihatnya. Mereka bisa langsung menyimpulkan kalau Kouros yang dibeli museum Getty adalah palsu karena dari kesan pertama ada sebuah sensasi yang salah dengan Kouros tersebut. Ketika diadakan penelitian lanjutan ternyata pendapat para ahli tersebut memang benar padahal pendapat para ahli yang mengatakan Kouros tersebut palsu.


Padahal pendapat para ahli tersebut hanya berdasarkan pada kesan pertama yang mereka rasakan ketika melihat Kouros palsu yang dibuat nyaris sempurna tersebut. Sedangkan penelitian berbulan-bulan yang dilakukan pihak museum Getty sebelum membeli Kouros sama sekali tidak menemukan keganjilan apapun. Intuisi para ahli itulah yang disebut blink. Komputer bawah sadar para ahli memproses data-data yang terlihat di depan mata dan mencocokannya dengan data di masa lalu dalam kecepatan sangat luar biasa sehingga dalam sekejap bisa langsung memberikan sinyal dalam bentuk kesan pertama.




Namun tidak selamanya Blink bisa diandalkan. Dalam bagian lain buku dikisahkan tentang sekelompok polisi New York yang tak sengaja menembak mati seorang yang tak bersalah. Kejadian ini diakibatkan oleh kesan pertama yang salah dari polisi yang melihat seorang pemuda kulit hitam yang berperilaku mencurigakan pada malam hari. Sebetulnya para polisi sudah melakukan peringatan, namun peringatan tersebut makin membuat sang pemuda makin panik dan membuat gerakan-gerakan yang dianggap para polisi hendak melakukan penyerangan sehingga si pemuda terpaksa ditembak.




Penilaian pribadi kita terhadap sesuatu juga bisa mempengaruhi blink. Seperti kasus polisi diatas yang memang sering mengidentikan kaum kulit hitam sebagai kriminal sehingga ketika melihat seorang pemuda kulit hitam berada di luar rumah pada malam hari para polisi segera mencurigainya. Penilaian pribadi kita tersebut sebetulnya terbentuk dari alam bawah sadar kita. Ada sebuah tes yang disebut sebagai Implicit Association Test (IAT) untuk mengetahui bias prasangka kita terhadap sesuatu, seperti yang disarankan oleh buku "Blink" ini adalah dapat dilakukan di alamat link https://implicit.harvard.edu/implicit/ .




"Blink" mengajak kita untuk memahami secara rasional mengenai kesan dalam dua detik pertama dan mengetahui kenapa itu bisa terjadi. Para ahli yang merasakan kalau Kouros tersebut palsu sudah terlatih melakukan Snap Judgement dan Thin Slicing berkat pengetahuan dan pengalaman selam bertahun-tahun dalam bidang tersebut. Sedangkan para polisi yang salah tembak tersebut terbukti melakukan Snap Judgement yang salah karena sebetulnya mereka adalah polisi-polisi belum berpengalaman.




Jadi gunanya blink adalah untuk membuat keputusan dalam sekejap mata namun sama akuratnya dengan keputusan yang telah dipikirkan secara masak dalam waktu yang lebih lama. Hal ini berguna terutama dalam melakukan kegiatan-kegiatan yang memerlukan tindakan segera. Komputer internal kita tidak selamanya akurat apalagi kalau informasi sebelumnya tidak banyak maka sebaiknya blink hanya digunakan untuk hal-hal yang memang telah kita kuasai. Jadi blonk sebetulnya bisa diandalkan apabila kita telah benar-benar terlatih.

Selasa, 04 Maret 2008

Larasati - Pramoedya Ananta Toer

Inilah perkenalan pertamaku dengan karya sang legendaris Pramoedya Ananta Toer yang justru perkenalan ini aku lakukan pada karya terakhir beliau yang berjudul "Larasati. Setelah berkali-kali masuk nominasi nobel untuk karya sastra terbaik sudah pasti roman-roman karangannya yang umumnya berlatar belakang jaman revolusi bukan termasuk dalam kategori roman picisan. Ironisnya karya-karya Pak Pram lebih dihargai oleh bangsa lain daripada oleh bangsanya sendiri terutama pada jaman sebelum reformasi maka tidak heran kalau dulu lebih mudah mencari buku Pak Pram dalam bahasa Inggris daripada dalam bahasa aslinya, Indonesia. Karya Pak Pram sudah diterjemahkan dalam 41 bahasa asing. Beruntunglah kita, masa pemberangusan kreatifitas sudah lewat sehingga kita bisa leluasa menikmati kembali karya-karya Pak Pram ini.

Baiklah mari kita bahas novel "Larasati" ini. Larasati adalah seorang mantan pemain film terkenal pada masa penjajahan. Pada awalnya Larasati mau-mau saja bermain dalam film-film propaganda penjajah tapi lama-lama Ara demikian dia biasa dipanggil mulai bersimpati pada perjuangan kaum revolusioner yang berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia seutuhnya. Rasa simpati Ara terhadap perjuangan kaum revosioner ini timbul setelah selama setahun tinggal di Jogjakarta sebagai artis panggung sukarela untuk menghibur para pejuang. Selain bermain film, Ara yang molek ini juga sering menjadi penghibur kaum laki-laki kesepian termasuk salah seorang teman dekatnya adalah Kapten Oding, seorang revolusioner yang mengantar Ara ke stasiun ketika ia hendak kembali ke kampung halamannya di Jakarta.


Maksud kepulangan Ara ke Jakarta adalah untuk bertemu ibunya dan kembali membangun karir filmnya. Di dalam kereta, Ara bertemu dengan berbagai orang mulai dari kakek invalid yang ternyata seorang petinggi militer hingga pemuda yang bergerperilaku mencurigakan. Saat tiba di Cikampek, Ara bertemu dengan seorang pejuang muda yang ternyata sebetulnya memiliki jiwa seni yang tinggi. Si pejuang muda ini menitipkan sebuah misi penting yaitu mencari tahu keberadaan salah satu anak buahnya yang hilang dalam tugas mata-mata di Jakarta. Di Jalan menuju Jakarta, Ara kembali bertemu dengan Mardjohan, seorang opotunis yang pernah Ara kenal pada masa kejayaannya sebagai bintang film. Mardjohan rupanya diutus oleh KNIL untuk merayu Ara agar mau bermain dalam film propaganda NICA tapi Ara yang sudah bertekad berjuang untuk kemerdekaan dengan caranya sendiri langsung menolak mentah-mentah tawaran tersebut. Alhasil sang kolonel marah dan mencoba menakuti Ara dengan membawanya ke sebuah penjara. Disinilah Ara bertemu dengan seorang pejuang revolusioner yang terbujur sekarat yang ternyata adalah anak buah sang pejuang muda yang ia temui di Cikampek.


Ara yang sempat pingsan karena begitu pedih melihat keadaan para tawanan akhirnya dibawa keluar penjara. Rupanya supir kolonel INCA tersebut adalah seorang pejuang revolusioner juga, namanya Martabat. Martabat melarikan mobil kolonel beserta Ara dan pergi ke kampung ibu Ara. Kehidupan ibu Ara sungguh ironis, ibu dari bintang film ini hanyalah seorang pembantu rumah tangga di sebuah rumah milik orang Arab. Di kampung inilah Ara dan Martabat akhirnya bergabung dengan perjuangan kaum revolusioner setempat. Pengalaman ikutan bertempur membuat Ara makin jadi pemberani.


Rupanya musuh yang harus dihadapi Ara bukan cuma para tentara NICA tapi juga Jusman, majikan sang ibu yang sangat menginginkan tubuh Ara. Pada awalnya Ara berusaha melawan namun karena kelaparan dan rasa frustasi yang amat sangat, Ara akhirnya takluk juga masuk ke dalam sangkar emas Jusman. Namun begitu, dalam hati kecilnya Ara selalu mendukung perjuangan kaum revolusioner. Jusman yang sebetulnya sangat mencintai Ara rela melakukan apa saja untuk Ara kecuali memberi kebebasan padanya. Hingga pada suatu saat perjuangan kaum revolusioner mulai membuahkan hasil, banyak tentara NICA yang kocar kacir termasuk Jusman yang mulai panik karena ternyata ia adalah seorang mata-mata NICA. Kemerdekaan seutuhnya Indonesia juga merupakan kemerdekaan untuk jiwa Ara, sang perempuan pejuang yang berjuang dalam caranya sendiri.

Sabtu, 01 Maret 2008

The Road - Cormac McCarthy

Oprah Winfrey tahun lalu memilih buku berjudul "The Road" karya Cormac McCarthy sebagai salah satu buku yang masuk dalam daftar Book Clubnya. Tak lama setelah itu "The Road" mendapatkan penghargaan Pulitzer untuk karya fiksi terbaik. Beberapa minggu yang lalu MetroTV menyiarkan seri Oprah Winfrey yang menampilkan wawancara dengan Cormac McCarthy dan juga membahas ini novel "The Road" tersebut. Berkat provokasi Oprah yang luar biasa, akhirnya aku jadi penasaran ingin membaca "The Road" juga. Pada awalnya aku agak sangsi akan sanggup memyelesaikan bacaan tersebut karena biasanya buku-buku pemenang penghargaan sastra sering agak susah dimengerti oleh pembaca umum. Tapi perkiraan aku salah "The Road" ini lain sebab ternyata ceritanya sangat menarik sehingga membuat pembaca tak bisa berhenti untuk membuka halaman-halaman berikutnya.

"The Road" bercerita tentang perjalanan ayah-anak berlatar belakang pada suatu masa menjelang kiamat dimana peradaban manusia mulai punah. Memang sih tidak dijelaskan penyebabnya tapi digambarkan kalau hutan-hutan terbakar, pemukiman hancur sehingga meninggalkan debu dimana-mana, langit selalu nampak gelap dan bahkan saljupun berwarna kelabu. Manusia-manusia yang tersisa berusaha bertahan hidup dengan makan makanan yang tersisa dan berbagai tanaman yang masih bisa bertahan hidup sehingga tak heran banyak diantara mereka yang menjadi kanibal. Perjalanan mereka menuju selatan untuk mencapai pantai ditempuh dengan berjalan kaki. Mereka membawa kereta dorong yang berisi pakaian yang tersisa, selimut usang serta beberapa makanan kaleng yang berhasil mereka temukan di perjalanan.

Perjalanan ayah-anak menuju pantai yang dilakukan dalam dunia yang kelabu ini diselingi oleh potongan kenangan masa lalu sang ayah serta mimpi-mimpi sang anak. Setiap pagi sang ayah sering terbatuk-batuk hingga mengeluarkan darah, sadar kalau hidupnya tidak akan lama lagi, ia berusaha melindungi anaknya dan membagi berbagai kenangan untuk selalu diingat sang anak. Kemana-mana sang ayah selalu membawa pistol yang berisi 2 butir peluru, maksudnya untuk dipergunakan untuk bunuh diri. Sang ayah mengatakan lebih baik bunuh diri daripada tertangkap oleh orang-orang jahat. Tadinya isi pistol tersebut adalah 3 butir tapi sebuah peluru telah dipergunakan oleh sang ibu jauh sebelum cerita ini dimulai.

Perjalanan ini makin menguatkan ikatan diantara mereka, dikala si anak ketakutan, sang ayah selalu berusaha menguatkannya. Rasa sayang sang ayah hanya untuk putranya seorang, dikala dalam perjalanan mereka bertenu orang lain yang terlihat menderita, tak bergeming sedikitpun hati sang ayah untuk menolong orang-orang malang tersebut walaupun sang anak telah memohon untuk menolong mereka. Menurut sang ayah, setiap orang yang mereka tidak kenal adalah ancaman sehingga lebih baik menjauh saja. Namun pada suatu ketika sang ayah akhirnya luluh juga ketika sang anak meminta untuk menolong seorang kakek tua. Si anak begitu ngotot meyakinkan sang ayah kalau kakek tua yang ternyata bernama Ely tersebut adalah orang baik dan sanga ayah akhirnya mau membagi sedikit makanan mereka untuk sang kakek.

Akhirnya setelah melalui berbagai rintangan dan aneka peristiwa, mereka berhasil juga mencapai pantai yang menjadi tujuan perjalanan mereka. Disinilah sang ayah tidak sanggup lagi melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya sehingga ia meninggal dalam tidur dan meninggalkan sang anaka sendirian. Setelah hari ketiga kematian ayahnya, sang anak bertemu dengan sebuah keluarga yang terdiri atas ayah-ibu dan 2 orang anak. Kasihan melihat sang anak sebatang kara, mereka memutuskan untuk mengadopsi sang anak dan memperlakukannya seperti anak mereka sendiri.

"The Road" sebetulnya adalah sebuah novel kelabu yang kelabu namun karena ramuan kata-kata Cormac McCarthy yang apik sehingga tetap enak untuk diikuti. Pendeskripsian McCarthy yang ciamik membuat aku langsung seperti masuk ke dalam dunia kelabu tersebut. Aku sebagai pembaca berasa seperti bayangan yang mengikuti perjalan tokoh ayah-anak tersebut. Lembar demi lembar halaman ingin terus dibuka tanpa henti karena tak sabar rasanya ingin segera tiba di pantai seperti apa yang dirasakan kedua tokoh tersebut. Pantas saja kalau novel ini dapat penghargaan Pulitzer.

Rabu, 27 Februari 2008

The General's Daughter - Nelson deMille

The General's Daughter termasuk salah satu buku best sellernya Nelson deMille, saking larisnya bahkan sampai dibuatkan versi layar lebarnya dengan John Travolta sebagai bintang utama. Harus diakui karya-karya deMille memang sangat apik sehingga bisa membius pembaca untuk terus membuka halaman demi halaman bukunya. Kali ini kisah mengambil latar belakang di sebuah basis militer Amerika Serikat yang penuh dengan lika-liku konspirasi terstruktur khas militer.

Kapten Ann Campbell seorang "bintang" di Angkatan Darat Amerika Serikat dan juga putri Letjen Joe Campbell ditemukan tewas dalam keadaan tanpa busana pada sebuah areal latihan menembak. Anak Jenderal ditemukan tewas saja sudah cukup bikin heboh apalagi saat ditemukan dalam keadaan tanpa busana dan kedua kaki serta tangannya dalam keadaan terikat. Paul Brenner dan Cynthia Sunhill, 2 orang anggota CID (FBInya militer) dikirim untuk mengusut kasus pembunuhan yang disinyalir juga terdapat motif kejahatan seksual. Kapten Ann Campbell dari memang nampak sempurna dan cocok sekali jadi panutan karena cantik, cerdas dan juga tangguh di medan perang. Namun dibalik semua itu ternyata sang kapten menyimpan sebuah rahasia kotor yang sangat mengejutkan. Sang Kapten panutan rupanya memiliki kepribadian lain yang menjadi sisi gelap yaitu sebagai wanita maniak sex yang punya hobi tidur dengan berbagai laki-laki.

Kejutan-kejutan terus terjadi menyusul makin banyaknya barang bukti yang berhasil dikumpulkan. Terungkap pula kalau perilaku tak pantas Kapten Ann Campbell dilakukan terhadap orang-orang militer juga yang notabene adalah rekan-rekan Letjen Joe Campbell ayahnya sendiri. Bukti ini memberikan sebuah motif baru kalau perilaku sex menyimpangnya itu ternyata adalah sebuah cara pembalasan dendam Kapten Ann Campbell terhadap sang ayah yang dianggapnya mengkhianati sang anak. Indikasi penyimpangan psikologis Ann Campbell dimulai pada pada tahun kedua berada di sekolah militer West Point Academy. Dari sisi inilah Paul Brenner dan Cynthia Sunhill memfokuskan penyelidikan mereka.

Setelah melakukan berbagai penyelidikan yang dilakukan secara maraton, akhirnya terungkap juga pelaku pembunuhan terhadap Kapten Ann Campbell yang rupanya terjadi secara tidak sengaja. Selain mengungkap pelaku pembunuhan, penyelidikan yang dilakukan Paul Brenner dan Cynthia Sunhill juga membuat terungkapnya beberapa tabir yang selama ini rapat menutupi beberapa kebusukan yang terjadi dalam lingkup basis militer tersebut. Sebagai peredam ketegangan, deMille juga memberikan bumbu-bumbu asmara yang sempat mewarnai kegiatan penyelidikan Paul Brenner dan Cynthia Sunhill.

Selasa, 19 Februari 2008

The Wish List - Melanie La'Brooy

Pertama-tama aku mau bilang kalau aku bukanlah penggemar bacaan sejenis chick-lit, aku baru akan membaca chick-lit apabila benar-benar terdesak karena tidak ada bahan bacaan lain. Bukannya sombong atau sok jadi pembaca serius tapi aku adalah tipe pembaca yang menyukai bacaan pemompa adrenalin dan rasanya nyaris tidak ada bacaan berjenis chick-lit yang dapat memompa adrenalin. Selain itu aku yang melakukan kegiatan membaca sebelum tidur sering membawa apa yang sedang dibaca ke alam mimpi jadinya kalau membaca chick-lit sering membuat aku bermimpi mesum persis seperti yang terjadi dalam cerita chick-lit. Beberapa hari lalu aku sedang kehabisan bahan bacaan sehingga aku mau-mau saja ketika seorang teman meminjamkan sebuah chick-lit berjudul The Wish List karya pengarang Australia Melanie La'Brooy.

The Wish List yang mengambil setting di kota Melbourne Australia ini langsung mengingatkan aku akan serial komedi TV untuk cewek "Sex and the City" dan sedikit sentuhan sitkom "Friends", bedanya hanya dijumlah orang dan setting lokasinya. "The Wish List" mengisahkan tentang persahabatan 3 orang cewek single, mapan dan punya hobi hangout bareng (Persis seperti kegiatan si Carrie dan teman-temannya). Ketiga cewek tersebut adalah Chloe seorang yang sedang mengalami krisis kekuasaan di kantornya, Meg si pengacara korporat yang berlidah tajam serta Lucy sang drama queen yang bercita-cita jadi artis terkenal. Ketiga cewek ini punya seorang teman laki-laki bernama Tom yang juga menjadi selingkuhan abadi Lucy. Hubungan Lucy dan Tom sangat unik, mereka disebut pacar juga bukan tapi kalau disebut TTM juga sudah terlalu mesra, mereka berdua kerap putus sambung yang diselingi oleh hubungan dengan orang lain. Hubungan Lucy dan Tom memang mirip hubungan Rachel-Ross dalam Friend dan hubungan "Carrie-Mr. Big" dalam "Sex and the City". Selain itu ada juga seorang guru piano asal Inggris yang bernama Percy, pada awalnya Percy naksir berat terhadap Meg namun cintanya bertepuk sebelah tangan karena Meg terlalu dingin sehingga akhirnya Percy malah jadian dengan Chloe.

Walaupun berusaha dibuat complicated tetap saja chick-lit ini jalan ceritanya bisa ditebak dengan mudah. Memang tidak banyak yang bisa diambil dari novel chick-lit ini, tapi ya lumayanlah untuk sekedar bersanta-santai.

Minggu, 17 Februari 2008

Blind Alley - Iris Johansen

Blind Alley adalah novel ke-5 dari seri kisah tokoh Eve Duncan sang ahli rekonstruksi forensik karya pengarang sejumlah buku laris Iris Johansen. Eve yang kini hidup berbahagia bersama sang kekasih Joe Quinn, anggota kepolisian Atlanta serta anak adopsi mereka Jane MacGuire. Eve berusaha menjalin hubungan yang lebih akrab dengan Jane namun Jane yang terlalu mandiri agak sulit untuk didekati. Pada suatu saat Jane yang telah memasuki usia remaja sering bermimpi buruk hingga mengigau berteriak-teriak sendiri. Eve berusaha mencari tahu mengenai mimpi Jane tersebut, pada awalnya Jane selalu menolak namun berkat kegigihan Eve Jane mulai mau membuka dirinya pelan-pelan.
Pada saat yang bersamaan Joe juga mendapatkan kasus pembunuhan berantai dimana setiap korban yang semuanya wanita dikuliti wajahnya hingga sulit untuk dikenali. Untuk menyelesaikan kasusnya itu, Joe meminta bantuan Eve untuk merekonstruksi sang wajah korban. Betapa terkejutnya mereka begitu mengetahui bahwa wajah sang korban sangat mirip dengan wajah Jane. Kejutan kembali berlanjut ketika Joe dihubungi oleh seseorang bernama Trevor yang mengaku berasal dari Scotland yard, kepolisian Inggris, yang mengajak bekerjasama sebab kasus serupa pernah terjadi juga di Inggris. Trevor juga mengingatkan Joe kalau Aldo sang pembunuh juga akan mengincar Jane. Namun tindak-tanduk Trevor yang mencurigakan membuat Joe sangsi dan mengecek sendiri ke Scotland Yard. Rupanya kecurigaan Joe tepat sebab Scotland Yard tak pernah mengirim anggotanya ke Amerika untuk menyelidiki kasus pembunuhan berantai tersebut. Namun Jane yang sempat bertemu dengan Trevor sangat percaya kalau Trevor sebetulnya orang yang baik, pendapatnya ini mendapat dukungan dari Eve. Joe yang semula menentang kehadiran Trevor terpaksa mau menerima kehadiran Trevor demi keselamatan jane sebab ialah satu-satunya yang mengetahui identitas asli Aldo sang pembunuh.
Aldo sang pembunuh karena ingin balas dendam terhadap seorang wanita bernama Cira, seorang wanita cantik yang hidup 2000 tahun lalu yang diduga tewas ketika terjadi letusan gunung Vevisius. Aldo merasa sangat dendam terhadap Cira sebab ayahnya sangat terobsesi mencari kerangka Cira hingga melupakan sang anak. Lantaran Cira telah tewas 2000 tahun lalu maka dendamnya ia lampiaskan pada wanita yang berparas mirip Cira. Trevor yang telah mengenal Aldo sejak lama berusaha menghentikan aksi sadis tersebut namun selalu gagal.
Begitu mengetahui Jane sering bermimpi aneh seputar letusan gunung bahkan sosok Cira yang tak dikenalnya muncul di setiap mimpi buruknya membuat Trevor yakin kalau Jane akan menjadi sasaran Aldo berikutnya. Memang pada kenyataannya Aldo menganggap kalau Jane adalah jelmaan Cira yang paling sempurna. Jane menolak menjadi korban Aldo berusaha menantang sang pembunuh dengan dukungan penuh dari kedua orangtua angkatnya serta Trevor dan seorang rekan Trevor yang banyak membantunya. Petualangan memancing Aldo sampai dilakukan hingga ke Italia daerah asalnya Cira. Aldo yang memang terpancing untuk terus mengejar Jane tapi Aldo juga tidak bodoh. Segala jebakan yang telah disapkan nyaris tidak berguna karena Aldo berhasil menghindarinya hingga nyawa Jane benar-benar diujung tanduk. Tapi jangan kuatir, sang pengarang Iris Johansen masih berbaik hati untuk tetap mengirim dewa penyelamat buat Jane.
"Blind Alley" ceritanya menegangkan dari awal hingga akhir namun tak banyak kejutan-kejutan yang muncul sebab sang tokoh jahat sudah dibuka identitasnya sejak awal.

Jumat, 08 Februari 2008

Princess - Jean P Sasson

Princess, sebuah buku yang ditulis oleh jean P Sasson ini berani mengklaim sebagai kisah nyata dari kehidupan tragis seorang putri kerajaan Arab Saudi. Sang putri yang identitas aslinga disembunyikan memang seorang cucu langsung dari Abdul Azis, raja pertama sekaligus pendiri kerajaan Saudi Arabia. Cerita mengambil sudut pandang dari sisi sang Putri yang disebut sebagai putri Sultana al Saud.

Buku ini diawali dengan latar belakang sejarah berdirinya kerajaan Saudi Arabia yang kaya raya karena dilimpahi minyak. Lalu kita juga diberikan fakta bahwa dibalik kemewahan negara tersebut ternyata nasib para perempuan sangat menyedihkan dan pahit. Budaya patriaki bangsa Saudi yang sangat kolot dan kaku membuat para kaum laki-laki leluasa menguasai kaum perempuannya. Dengan menggunakan azas agama yang telah mereka pelintir sendiri, para kaum laki-laki bebas memperlakukan kaum perempuannya tak lebih layaknya barang komoditi. Para kaum perempuan Saudi dukungkung kebebasan dan haknya sementara para kaum laki-lakinya bisa dengan seenaknya berbuat apapun yang mereka mau karena disana uang bukan masalah.


Putri Sultana sebagai salah satu perempuan Saudi mengalami hal tersebut walapun statusnya adalah kerabat dekat raja. Namun rupanya putri Sultana dilahirkan untuk memiliki jiwa pemberontak sejati, ia tidak rela harus menurut begitu terhadap budaya tersebut. Ayah Sultana adalah tipikal pria saudi pada umumnya, mempunyai istri lebih dari satu dan hanya menghargai anak laki-laki. Ibu Sultana adalah seorang wanita sabar dan sangat bisa membawa diri di depan sumi maupun anak-anaknya. Sultana memang sangat menghormati ibunya. Sebagai anak bungsu, Sultana mendapatkan banyak curahan kasih sayang dari ibu dan kakak-kakaknya tapi ia begitu merindukan sentuhan kasih sang ayah yang hanya peduli pada abang Sultana, Faruq, yang kelakuannya sangat brengsek. Sultana sangat dekat dengan kakaknya Sara yang cantik dan cerdas. Seperti umumnya perempuan saudi yang lain pada saat masa remajanya belum usai, Sara harus menerima kenyataan menikah dengan pria yang jangankan dicintai, dikenal saja tidak. Rupanya suami Sara adalah pria bangkotan maniak sex yang kejam. Sara yang tak tahan mengahdapi suaminya mencoba bunuh diri tapi nyawanya berhasil terselamtakan. Berkat kegigihan sang ibu, akhirnya ayah Sara setuju untuk meminta suami Sara untuk menceraikannya.


Sara memang berhasil terlepas dari neraka perkawinannya tapi ia menjadi trauma untuk menikah lagi. Bukan cuma sara yang trauma, Sultanapun menjadi takut akan bernasib seperti Sara. Tibalah pada waktu Sultana hendak dijodohkan oleh ayahnya, dengan keras kepala ia menolak untuk dinikahkan kalau dia tidak dipertemukan dulu oleh sang mempelai pria terlebih dahulu. Sebetulnya ini bertentangan dengan adat kebiasaan namun beruntung Karim calon suami Sultana seorang pria berpikiran maju sehingga ia menyetujui permintaan Sultana. Karim tidak hanya baik dan berpikiran maju tapi juga sangat tampan sehingga tanpa ragu-ragu Sultana setuju untuk dinikahkan dengan Karim. Rintangan rupanya datang dari ibu Karim yang ingin sang mantu tunduk terhadapnya. Bukan Sultana namanya kalau menurut begitu saja, dengan manipulasi yang lihai ia berhasil mebuat sang ibu mertua yang justru tunduk kepadanya. Kebahagiaan Sultana bertambah ketika mengetahui kalau Sara disukai oleh saudara Karim, Asad. Walaupun sang ibu gigih meminta sang anak agar tidak memilih sara yang janda, namun Asad tetap teguh pada pendiriannya. Asad yang baik hati membuat luka Sara membaik dan setuju untuk menerima pinangan pria tersebut.


Pernikahan Sultana dan karim cukup berbahagia dengan dikarunia 3 orang anak dan usaha Karim makin maju saja. Badai mulai terjadi ketika Sultana divonis tidak akan mempunyai anak lagi setelah ia terkena kanker rahim. Karim yang ingin punya banyak anak tiba-tiba meminta kepada Sultana agar diijinkan menikah lagi. Sultana tentu saja kecewa dengan keinginan Karim tersebut. Segera saja Sultana minggat dengan mengajak anak-anak mereka hingga jejaknya tidak diketahui Karim. Karim yang sebetulnya sangat mencintai Sultana dan anak-anaknya sangat terpukul, demi bisa kembali dengan keluarganya Karim setuju untuk membuat perjanjian kalau ia tidak akan menikah lagi.


Buku ini benar-benar membuka tabir yang selama ini tidak banyak diketahui dunia tentang kegelapan dibalik kemewahan negara Saudi Arabia. Kaum perempuan Saudi tidak hanya terkukung oleh abaya yang menutupi aurat mereka tapi juga terkukung kemerdekaan dan hak azasinya. kaum pria sebagai orang-orang yang kuat bukannya melindungi tapi malah menginjak-injak kaum perempuannya. Buku ini juga bisa memberi jawaban kenapa banyak TKW kita yang bekerja di negara timur tengah ini kerap mendapatkan siksaan dari para majikannya. Status kaum perempuan di saudi memang rendah tapi lebih rendah lagi status para pekerja asing yang menjadi pegawai domestik seperti menjadi pelayan misalnya. Bisa dibayangkan para perempuan Saudi yang jadi kerabat raja saja sering mendapatkan perlakuan kasar apalagi para kaum pekerja domestik yang statusnya jauh lebih rendah dari para putri kerajaan. Tak jarang para TKW tersebut jadi pelampiasan kemarahan kaum perempuam saudi yang sedari kecil sudah akrab dengan budaya kekerasan tersebut.

Kamis, 07 Februari 2008

Body of Lies - Iris Johansen

Sang ahli rekonstruksi forensik, Eve Duncan, sebetulnya sudah hidup berbahagia bersama sang kekasih Joe Quinn anggota kepolisian Atlanta dan anak adopsi mereka jane Macguire. Keluarga kecil bahagia ini tinggal di sebuah rumah cantik di tepi danau. Pada sebuah bukit dekat tempat tinggal mereka terdapat juga sebuah makam tempat disemayamkanya kerangka yang diyakini sebagai jenazah anak Eve, Bonnie, yang hilang diculik bertahun-tahun lalu. walaupun sudah resmi tidak menjadi anggota kepolisian Atlanta tapi eve masih sering melakukan tugas rekonstruksi forensik terhadap kerangka yang ditemukan tanpa identitas. Eve melakukan semua ini demi kemanusiaan dan ia akan mendapatkan kepuasan tersendiri apabila berhasil mengembalikan kerangka tersebut ke pihak keluarganya untuk mendapatkan pemakaman yang layak.

Kehidupan Eve yang nyaman ini mulai terusik ketika senator Melton yang menginginkan Eve untuk melakukan pekerjaan rekonstruksi terhadap sebuah kerangka yang diduga adalah kerangka jenazah dari Bently, seorang politisi yang hilang tanpa jejak bertahun-tahun lalu. Sebetulnya Eve tidak begitu berminat dengan urusan politik dan ditambah pula dengan cara berbicara Melton yang mencurigakan, membuat Eve menolak mentah-mentah pekerjaan yang ditawarkan Melton. Tapi Melton tetap gigih merayu Eve dengan berbagai cara tapi semakin keras ia berusaha semakin keras pula Eve menolaknya. Akhirnya Melton terpaksa melakukan taktik busuk sehingga membuat Eve mau melakuan pekerjaan yang diingininya. Melton tidak hanya berhasil membuat Eve berubah pikiran tapi juga berhasil merusak hubungan antara Eve dan Joe, caranya dengan membuka aib Joe yang ternyata telah memanipulasi hasil tes DNA terhadap kerangka yang dinyatakan sebagai Bonnie.


Kekesalan Eve terhadap Joe lah yang membuatnya mau pergi ke Baton Rouge untuk melakukan pekerjaan yang diingini Melton. Joe yang kuatir dengan keselamatan Eve karena pekerjaan ini bersifat politis meminta bantuan teman lama Eve, John Logan, untuk mengawasi Eve. John Logan pun menutus Sean Galen, veteran perang yang menjadi orang kepercayaannya untuk mengawasi dan melindungi Eve. Kekuatiran Joe terbukti, baru sehari ada di Baton Rouge Eve sudah ada yang berusaha meracun Eve. Beruntung ntawa Eve diselamatkan oleh seorang pria misterius dan sang pelaku pengracunanpun ditemukan tewas oleh racunnya sendiri. Selain Sean Galen, Eve juga kedatangan tamu tak diundang lainnya yaitu seorang jurnalis bernama Bill Nathan yang mengaku pernah mengenal Bently dengan baik.


Ternyata persoalan rekonstruksi kerangka ini mengungkap beberapa fakta tentang konspirasi politik yang mungkin terjadi antara Melton, Bently dan politisi lainnya untuk kepentingan kelompok tersebut. Joe yang selama ini selalu dihindari Eve akhirnya harus dilibatkan juga karena permasalahnnya telah merambat ke persoalan kriminal yang memang jadi porsinya polisi. Ulah Eve yang ternyata telah bertindak melebihi apa yang diingini Melton membuat Melton jadi kuatir sendiri, berbagai usaha ia lakukan untuk menghentikan Eve dan teman-temannya namun seperti biasa sang jagoan kitalah yang akan menang.


Walaupun dari awal kita sudah tahu siapa penjahatnya tapi endingnya masih memberikan pembaca kejutan yang tak diduga sebelumnya. Satu lagi kisah Eve Duncan dari Iris Johansen yang sangat memuaskan pembaca, tetap seru dan menegangkan sepanjang buku, dengan ending yang tidak mudah ditebak seperti karya-karya sebelumnya. Iris Johansen memang seorang pengarang feminis dengan menempatkan wanita sebagai pahlawannya tapi dalam porsi yang wajar dan tidak terlalu berlebihan.

Jumat, 01 Februari 2008

The Search - Iris Johansen

Tokoh dalam novel "The Search" ini sebagian besar pernah muncul dalam novel karya Iris Johansen sebelumnya yang berjudul "The Killing Game". Hanya saja jika di "The Killing Game" tokoh utamanya adalah si ahli rekonstruksi forensik Eve Duncan maka di "The Search" tokoh utamanya adalah teman Eve yang bernama Sarah Patrick anggota tim K-9 dan anjingmya Monty yang punya penciuman super tajam. Keahlian Sarah dan Monty adalah mencari korban hilang atau tertimbun akibat bencana seperti yang terlukiskan pada bagian awal "The Search" dimana Sarah dan Monty sedang mencari korban tertimbun bangunan akibat gempa di sebuah daerah di Turki.
Selain Sarah Patrick, tokoh utama lainnya adalah John Logan, mantan kekasih Eve yang juga seorang pengusaha kaya raya. John Logan mempunyai sebuah fasiitas penelitian rahasia di pedalaman Kolombia. Salah satu ilmuwan andal di fasilitas tersebut diculik oleh Madden musuh lama Logan. Untuk mencari dimana Madden menyekap sang korban penculikan, Logan meminta bantuan Sarah dan Monty dalam mencari jejaknya. Tapi Sarah yang punya kepribadian misterius itu tidak mudah untuk dibujuk, akhirnya Sarah bersedia melakukannya namun tentunya tidak gratis, ada timbal balik yang dinginkan Sara dari Logan. Operasi pembebasan cukup berhasil namun masalah tidak selesai sampai situ saja, rupanya Madden masih dendam sekali terhadap Logan sehingga kehidupan Logan dan orang-orang dekatnya terancam. Walaupun Logan sudah berusaha keras untuk menutupi keterlibatan sarah dan Monty namun Madden tetap tahu juga dan mau tidak mau Logan harus melindungi Sarah dan Monty juga.
Sebetulnya Sarah sangat keberatan dengan perlakuan over protektif Logan, sebagai perempuan mandiri yang tangguh tentu saja Sarah merasa dapat mengatasinya sendiri tapi Logan berpendapat lain sebab Madden sangat berbahaya. Logan yang selalu memaksa berada di dekat Sarah dan berusaha bersahabat dengan Sarah tapi Sarahnya sendiri tetap dingin namun berkat kebersamaan yang intens akhirnya tumbuh benih-benih cinta diantara keduanya. Ternyata bukan Sarah saja yang mengalami romansa, sang anjingpun Monty juga sedang jatuh cinta. Sarah sebetulnya kurang "menyetujui" cintanya Monty sebab Monty jatuh cinta terhadap seekor serigala betina yang ditolong Sarah dari jebakan. Membaiknya hubungan Sarah dan Logan rupanya membawa pengaruh positif sehingga mereka berdua makin kompak saja saling bahu-membahu melawan Madden.
Iris Johansen ini lumayan jago juga dalam membangun intensitas ketegangan sambil diselingi romansa-romansa sebagai pemanis cerita. Tak lupa sang pengarangpun memberikan kejutan-kejutan yang membuat cerita jadi tidak mudah ditebak. Secara keseluruhan, "The Search" ini sangat menarik sehingga membuat tak sabar untuk membaca karya Iris Johansen lainnya.

Selasa, 29 Januari 2008

The Killing Game - Iris Johansen

The Killing Game adalah sebuah thriller yang sangat menarik karya Iris Johansen. Tokoh utama dalam "The Killing Game" adalah Eve Duncan seorang mantan ahli rekonstruksi forensik yang dulunya pernah bergabung di Atlanta PD. Sekitar sepuluh tahun yang lalu, Bonnie, anak satu-satu Eve menjadi korban penculikan dan pembunuhan oleh seorang pembunuh berantai sakit jiwa. Pelaku berhasil ditangkap namun sang pelaku tidak pernah mau mengakui dimana lokasi ia menyembunyikan mayat Bonnie. Setelah peristiwa kematian Bonnie, Eve memilih untuk pensiun dini dan menghabiskan waktu di sebuah vila milik seorang teman yang bernama John Logan yang terletak di sebuah pulau di Samudera Pacifik.

Ketenangan hidup Eve kembali terusik ketika pada suatu hari datanglah Joe Quinn, seorang detektif polisi yang juga adalah teman baik Eve pada saat ia bergabung di Atlanta PD. John Logan meminta Eve untuk kembali "turun gunung" sebab polisi menemukan kembali beberapa tulang belulang korban kekerasan diantaranya terdapat tulang belulang anak-anak. Dengan harapan mungkin salah satu dari tulang belulang itu adalah Bonnie maka Eve setuju untuk kembali ke Atlanta dan membantu melakukan rekonstruksi terhadap tulang belulang tersebut.

Rupanya ini hanya jebakan belaka yang dibuat oleh seorang pembunuh maniak yang menyebut dirinya Dom. Dom ini ingin membuat permainan teka-teki maut dengan Eve, tujuannya untuk memuaskan hasrat gilanya. Dom kemudian memancing Eve dengan seorang anak yatim piatu bernama Jane yang diyakini oleh Dom sebagai reirkanasi dari Bonnie. Eve diberi berbagai tugas aneh yang apabila gagal dilakukan maka Dom akan membuat Jane bernasib seperti Bonnie. Jane berupaya dengan keras untuk melindungi Jane tapi di sisi lain dia juga tidak mau terlalu terikat secara batin dengan Jane sebab Eve takut ia akan terluka lagi apabila terjadi sesuatu dengan Jane.

Sambil mematuhi permainan Dom, Eve juga diam-diam memburu sosok Dom yang sebenarnya. Selain John Logan dan Joe Quinn, Eve juga mendapat bantuan dari seorang teman baru yaitu Sarah Patrick mantan anggota K-9 yang mempunyai seekor anjing pelacak handal yang diberi nama Monty. Setelah memalui berbagai peristiwa mencekam dan berdara-darah akhirnya Eve berhasil mengungkap sosok Dom yang sesungguhnya sekaligus juga menyelamatkan nyawa Jane yang nyaris bernasib seperti Bonnie.

The Killing Game memang ditulis dengan apik oleh Iris Johansen, plotnya berjalan cepat dan penuh dengan ketegangan sehingga membuat pembaca tidak ingin meletakan buku tersebut. Kejutan di akhir buku mengenai identitas sebenarnya Dom cukup mengejutkan.

Jumat, 25 Januari 2008

The Moscow Vector - Patrick Larkin

Patrick Larkin ternyata cukup sukses menjadi penerus Robert Ludlum dalam membuat kelanjutan kisah mata-mata The Covert-One. Robert Ludlum sendiri terkenal sebagai pembuat seri novel mata-mata yang laris di pasaran, selain seri The Covert-One, Ludlum juga mencipta tokoh mata-mata Jason Bourne yang legendaris. Seri The Covert-One berfokus pada tokoh Kolonel dokter Jon Smith seorang agen mata-mata Amerika Serikat anggota militer yang juga seorang ilmuwan. The Covert-One sendiri adalah badan mata-mata rahasia yang berada di bawah perintah Presiden Amerika Serikat langsung. The Moscow Vector adalah seri ke-5 dari seri The Covert-One dan mulai seri ke-4 "Lazarus Vendetta", cerita mulai diteruskan oleh Patrick Larkin.

Dalam buku ini diceritakan sekelompok ilmuwan garis keras Rusia berhasil menciptakan sebuah senjata biokimia baru didesign khusus untuk target-target tertentu. Tujuan dari pembuatan senjata biokimia ini adalah untuk membuat Rusia kembali menjadi negara super power dan bahkan diharapkan bisa mengalahkan Amerika. Target pertama mereka tentu saja negara-negara kecil pecahan Uni Soviet supaya negara-negara tersebut kembali bergabung dengan Rusia. Untungnya ada seorang ilmuwan yang membocorkan rahasia ini kepada pihak mata-mata Amerika Serikat sehingga terungkaplah rahasia tersebut.


Untuk mencegah realisasi rencana terebut maka diutuslah agen Covert-One yang paling top Jon Smith ke Rusia, disana ia mendapat bantuan dari agen Covert-One lainnya yaitu Fiona Devin. Fiona Devin ini sebetulnya adalah seorang jurnalis TV Amerika yang ditempatkan di Rusia namun untuk melancarkan berbagai kepentingan mata-mata AS maka ia direkrut jadi salah satu agen Covert-One. Selain Fiona, Jon Smith juga mendapat dukungan dari Kirov seorang mantan agen rahasia Rusia yang sekarang menjadi mata-mata freelance. Bertiga mereka bahu membahu berusaha mengungkap konspirasi berbahaya yang telah mulai menelan banyak korban dan salah satunya adalah presiden Ukrainia.


Ketika sedang memburu jaringan penyebar biokimia tersebut Jon Smith ternyata bertemu kembali dengan agen Randi Russell, agen CIA yang berkali-kali sering bertemu secara tidak sengaja, hal ini membuat posisi Jon Smith menjadi makin kuat. Ambisi Rusia ini nyaris menjadi kenyataan ketika senjata biokimia tersebut berhasil masuk Gedung Putih dengan target tentu saja Presiden Amerika Serikat. Namun berkat informasi yang diberikan Jin Smith kepada Fred Klien, pimpinan Covert-One, aksi tersebut berhasil digagalkan. Demikian pula dengan misi Jon Smith yang dilakukan nyaris berkeliling eropa mulai dari Rusia hingga Italia akhirnya sukses membekuk kelompok tersebut.