Minggu, 30 Maret 2008

The Princess Sultana"s Daughters

“The Princess Sultana’s Daughters” adalah kelanjutan dari buku “The Princess” (Kisah Tragis Putri Kerajaan Arab Saudi). Masih ditulis oleh Jean P. Sasson. Kisah diawali oleh kehebohan yang terjadi dalam keluarga Putri Sultana akibat peredaran berjudul “The Princess” buku yang berdasarkan kisah hidup salah seorang putri dari keluarga kerajaan Arab Saudi. Ayah dan saudara-saudara Sultana langsung bisa menebak kalau Sultanalah sang Putri yang nekat membocorkan rahasia kelam di balik kemewahan istana-istana mewah keluarga kerajaan Arabia. Meskipun sangat marah, demi menjaga kehormatan keluarga mereka sepakat untuk merahasiakan hal tersebut.


Disini dikisahkan Sultana telah cukup berbahagia dianugerahkan bersuamikan Karim yang benar-benar mencintainya walaupun tidak 100% sempurna. Karim dan Sultana dikaruniakan 3 orang anak yaitu Abdullah, Maha dan Amani. Berbeda dengan perilaku sanga ayah, Karim adalah seorang pria Arab yang moderat sehingga ia memperhatikan anak-anaknya secara adil tanpa melihat jenis kelaminnya.



Maha adalah putri tertua pasangan Karim-Sultana adalah seorang anak yang mewarisi betul watak sang ibu yang pembangkang. Sama seperti Sultana kecil, Maha juga membenci budaya patriaki yang mengakar kuat pada keluarga besarnya. Sikap perlawanan terhadap kekuasaan kaum pria diekspresikan Maha dengan cara yang sangat ekstrim yaitu dengan membenci total laki-laki. Pola pikir ini nyaris membuat Maha menjadi seorang lesbian. Selain itu Maha juga ternyata menyukai hal-hal gaib yang sesungguhnya bertentangan dengan ajaran agama. Kuatir dengan perkembangan mental sang putri, Sultana dan Karim mengirim Maha ke klinik konseling psikologi. Beruntunglah Maha bisa kembali berpikiran normal seperti yang diharapkan kedua oangtuanya.



Kebalikan dari Maha, Amani sang putri bungsu adalah seorang anak yang sangat religius bahkan cenderung Fanatik. Semula Amani hanya seorang anak baik yang penurut yang juga penyayang binatang, saking manis kelakuan Amani sehingga sempat membuat Sultana sangsi kalau Amani adalah anak kandungnya. Sesudah pulang berhaji, perilaku keagamaan Amani yang berlebihan. Amani tidak terlalu setuju semangat sang ibu dan kakaknya yang ingin memodernkan wanita Arab Saudi. Amani berusaha mempengaruhi semua orang ditemuinya untuk selalu bertindak sesuai dengan perintah agama yang diyakini benar oleh Amani. Sikap Amani ini sangat mengkuatirkan Sultana karena takut sang anak akan bergabung dengan kelompok ekstrimis. Kekuatiran Sultana tersebut tidak sampai terbukti hanya saja perilaku Amani tersebut tak jarang memicu pertengkaran dengan saudara-saudaranya.



Abdullah adalah anak tertua sekaligus putra satu-satunya. Walaupun statusnya sebagai anak laki-laki satu-satunya di keluarga, Abdullah tidak mendapat keistimewaan apapun dari orangtuanya sehingga ia tumbuh menjadi laki-laki toleran yang sangat menghargai kaum wanita. Abdullah juga adalah seorang yang sangat mudah tersentuh hatinya sehingga tak segan-segan memberikan bantuan kepada orang-orang yang dianggapnya membutuhkan pertolongan. Sifat Abdullah inilah yang sering menyeretnya kedua orangtuanya kedalam situasi yang bisa bikin sakit kepala.



Saudara-saudara kandung Sultana memang nampak berbahagia semua namun di balik itu ternyata ada saja masalah yang mendera. Hubungan Sultana dengan Karimpun sering turun naik, yang sering menjadi penebab utamanya adalah kemampuan mengontrol emosi Sultana yang rendah. Perilaku Sultana ini menyebabkan dirinya disebut sebagai seorang anak yang terjebak dalam tubuh orang dewasa.



Buku ini masih mengungkap rahasia-rahasia kelam di balik kemegahan istana para pangeran maupun putri Arab Saudi. Ada beberapa hal pernah dibahas di buku pertama namun di sequelnya ini masih ada saja fakta-fakta baru yang bikin pembacanya tercengang. Serial “The Princess” juga bisa menjadi sebuah koreksi terhadap ajaran agama yang sering disesatkan dengan tradisi. Selain kita akan mendapatkan kisah yang menarik, kita juga akan mendapatkan pencerahan.

Sabtu, 29 Maret 2008

Pilkada Jabar

Pada blog ini aku beberapa waktu yang lalu aku pernah menulis tentang hobi orang-orang Sunda (baca Jawa Barat) menyingkat-nyingkat nama. Ternyata hasil analisa aku tersebut makin terbukti dalam ajang pilkada Jawa Barat yang sudah memasuki masa kampanye. Ketiga pasang calon gubernur dan wakilnya tersebut kesemuanya memakai singkatan dari nama mereka agar mudah diingat oleh calon pemilihnya. Mereka juga menggunakan teori marketing yang baik dalam mengarang nama singkatan agar selain mudah diingat juga memberikan kesan positif yang mudah-mudahan bisa menarik minat calon pemilih.


Pasangan Danny Setiawan dan Iwan Sulandjana menyebut diri mereka sebagai da’i. Memakai nama da’i mungkin agar kesannya mereka berdua adalah orang yang bisa dipercaya dan berakhlak baik seperti layaknya seorang dai betulan. Danny Setiawan adalah juga pejabat gubernur Jawa Barat yang masih aktif sampai sekarang, jadi sebetulnya masyarakat bisa menilai sendiri kinerja Pak Danny apakah layak untuk dipilih kembali.


Calon gubernur-wakil gubernur Agum Gumelar dan Nu’man Abdul Hakim memilih menggunakan nama aman. Mungkin mereka berharap dengan menggunakan nama aman para calon pemilih akan percaya apabila keduanya memimpin Jawa Barat akan aman-aman selalu. Kebetulan juga Agum Gumelar adalah seorang purnawirawan perwira tinggi militer. Pak Agum memang orang sunda asli namun beliau termasuk seorang opportunis, buktinya beliau juga pernah nyaris mencalonkan diri dalam pilkada DKI Jakarta yag lalu.


Pasangan terakhir adalah Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf yang menggunakan nama promosi hade, rada maksa sih tapi harus diakui nama yang mereka gunakan adalah yang paling menjual. Hade dalam bahasa Indonesia berarti bagus, harapannya tentu saja agar masyarakat menganggap pasangan ini paling hade diantara pasangan lainnya. Jualan mereka tentu saja tidak hanya dinama saja tapi juga yang mencolok adalah sosok sang calon wakil gubernur Dede Yusuf yang juga seorang selebriti. Siapa sih yang ngga kenal sosok Dede Yusuf? Mantan pemain sinetron yang biasa memerankan sosok jagoan. Sosok Dede Yusuf juga diperkirakan sanggup menarik cukup pemilih, paling tidak dari kalangan ibu-ibu yang pernah jadi fans beratnya.


Apapun makna dibalik nama yang dipilih para calon gubernur-wakil gubernur tersebut, sebaiknya tidak dijadikan tolak ukur dalam memilih calon. Untuk para calon pemilih yang terdidik tentu akan memilih berdasarkan penilaian kinerja dan visi serta misi yang ditawarkan para cagub dan cawagub.

Jumat, 28 Maret 2008

Bakhtiar

Namanya Bakhtiar, profesinya adalah sebagai penjual gado-gado. Sudah puluhan tahun ia berjualan gado-gado di pinggir jalan protokol depan sebuah sekolah swasta di kawasan Jakarta Timur. Kebetulan juga kantorku berada tak jauh dari sekolahan tersebut sehingga akupun sering jajan disitu juga, gado-gadonya Bakhtiar termasuk jajanan favoritku. Seorang rekan kerjaku mengatakan ketika dia masih bersekolah di sekolah tersebut Bakhtiar sudah berjualan gado-gado. Menurut pengakuan sang penjual gado-gado sendiri malah ada pelanggannya yang dulu dia kenal pertama masih menjadi murid sekolah tersebut kini saat bertemu kembali si pelanggan telah memiliki anak yang juga bersekolah disitu.

Selain Bakhtiar, disana masih ada beberapa penjual makanan lain namun Bakhtiar tetap menjadi favorit ibu-ibu. Pembawaannya yang sangat luwes cenderung lekong membuatnya jadi dekat dengan ibu-ibu. Sambil bergoyang-goyang mengulek kacang, mulutnya juga sibuk berkicau membicarakan berbagai hal mulai dari cerita sinetron yang diputar semalam hingga gosip-gosip mutakhir yang beredar di kalangan ibu-ibu setempat. Pernah juga dia bercerita padaku kalau sehari sebelumnya ada hujan badai yang hebat hingga mengakibatkan sebuah pohon di dekat tempatnya berjualan tumbang.

“Say, ngeri banget hujan angin kemarin. Gede banget anginnya sampai pohon segede gitu aja tumbang. Sebelum tumbang tuh pohon emang udah ngeluarin bunyi krekek-krekek gitu deh... Langsung aja gue lari ke dalem (sambil menunjuk arah pos satpam sekolahan). Kaga peduli dah gue sama dagangan, yang penting nyawa gue selamet. Saking takutnya, gue sampe nangis, bener luh say gue nangis beneran sambil berdoa. "Ya Allah tolong jangan sampe gue ketiban pohon".

“Untungnya cuma nangis ya bang... Ngga sampe pake kencing di celana. Tapi bagus juga kali ya kalo nama elo muncul di koran Lampu Merah dengan judul berita Tukang Gado-Gado Tewas Mengenaskan Ketiban Pohon” jawab aku sambil menggodanya.

“Ih elu ya emang dasar, seneng ya kalau gue mati. Sumpah waktu itu serem banget rasanya gue kaya mau mati aja” ujar Bakhtiar sambil memonyongkan bibirnya.

Mendengarkan Bakhtiar bercerita sungguh menjadi hiburan tersendiri bagiku, ada saja topik unik yang dibicarakannya. Cerita senang maupun sedih dibawakannya dengan gaya manjanya yang khas sehingga membuat pendengarnya gemas. Walaupun nampak lekong tapi sebetulnya Bakhtiar adalah seorang laki-laki sejati, buktinya ia punya istri dan anak. Mungkin karena pembawaannya yang selalu ceria maka wajah si Bakhtiar ini terlihat nampak masih muda padahal anakn tertuanya sudah berumur duapuluh tahun.

Beberapa waktu yang lalu Pemda DKI Jakarta mengeluarkan Peraturan Daerah baru mengenai ketertiban umum. Salah satu isi dari Perda tersebut adalah mengatur tentang pedagang kaki lima. Akibat Perda tersebut, ketenangan berjualan Bakhtiar kini terusik karena khawatir dengan kedatangan petugas trantib siap mengangkut pedagang kaki lima yang behasil ditangkapnya. Agar lebih memudahkan ketika hendak kabur dari kejaran petugas trantib maka Bakhtiar memodifikasi gerobak jualannya jadi lebih pendek dan ringan. Namun usaha Bakhtiar itu sia-sia saja sebab akhirnya dia kena tangkap trantib dan gerobak jualannya diangkut.

Hal itu sama sekali tidak mematikan semangat Bakhtiar, beberapa hari kemudian ia kembali berjualan kali ini menggunakan sepeda motor seperti penjual siomay sepeda. Cara ini dipilih sebab dia malas berurusan dengan petugas trantib jika hendak menebus gerobak yang disita, lagipula dengan motor diharapkan akan lebih memudahkan kabur jika ada razia lagi. Kata Bakhtiar segala cara akan dia tempuh agar tetap bisa berjualan sebab kalau sampai berhenti anak-istri mau dikasih makan apa?

Menurut pendapatku pribadi, boleh-boleh saja dilakukan penertiban pedagang kaki lima supaya tidak mengganggu kenyamanan tapi tolong beri solusinya dan jangan seperti melakukan tebang pilih. Seperti kasus Bakhtiar, sebetulnya menurut saya dia dan teman-teman yang berjualan di depan sekolah tersebut termasuk para pedagang kaki lima yang tertib. Mereka membatasi tempat jualannya sehingga orang masih bisa leluasa berjalan di trotoar dan mereka juga selalu menjaga kebersihan. Di seberang jalan itu pada malam hari juga terdapat beberapa pedagang makanan tapi justru mereka tidak pernah diganggu trantib walaupun tempat jualan mereka memakan seluruh badan trotoar sehingga pejalan kaki tak bisa lewat dan terpaksa harus turun ke jalan.
Sungguh sangat diskriminatif perlakuan petugas trantib, pedagang yang sopan malah dikejar-kejar sedangkan pedagang yang mengganggu ketertiban malah dibiarkan bebas. Memang sih omzet jualan para pedagang di seberang jalan lebih besar daripada omzet Bakhtiar CS sehingga mungkin karena beromzet besar mereka bisa membayar lebih untuk “uang keamanan” nya.
Bakhtiar tetap berjualan dengan semangat walaupun petugas trantib nyaris setiap hari mendatangi lokasi tempat berjualannya. Kondisi jalan raya yang berlubang dan tak kunjung diperbaiki menyebabkan kemacetan yang parah. Namun kondisi ini justri disyukuri oleh Bakhtiar dan rekan-rekannya sesama pedagang kaki lima sebab macet menghambat laju mobil trantib sehingga mereka jadi punya waktu lebih untuk melarikan diri. Bagi Bakhtiar, kemacetan akibat jalan rusak seolah menjadi blessing in disguise.

Kamis, 27 Maret 2008

UU ITE

Pemerintah baru saja mengeluarkan produk perundang-undanganya yang baru yaitu UU ITE alias Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. UU ITE juga merupakan perundangan pertama di Indonesia yang membahas masalah dunia maya. Salah satu poin dari UU ITE yang lagi heboh-hebohnya dibahas adalah mengenai situs porno. Rencananya pemerintah melalui Depkominfo akan memblokir situs-situs porno. Lantas pertanyaan yang pasti muncul dibenak semua orang adalah apakah pemerintah sanggup melaksanakan pemblokiran situs-situs porno tersebut. Entahlah bagaimana cara Depkominfo melaksanakannya? Seandainya cuma asal memblokir situs-situs yang menggunakan kata-kata yang berkonotasi ke arah pornografi tentunya tidak sepenuhnya efektif sebab banyak juga situs kesehatan/kedokteran yang menggunakan nama yang agak saru dengan istilah pornografi. Di sisi lain tak sedikit juga situs-situs porno yang menggunakan nama yang cukup santun dan tak ada unsur pornonya sama sekali.

Ide blokir-memblokir jalur maya oleh pemerintah ini sepertinya terinspirasi dari negara-negara tetangga yang telah melakukannya terlebih dahulu seperti China dan Malaysia. Sebetulnya saya setuju saja dengan niat pemerintah yang ingin melindungi warganya dari segala bentuk kejahatan seksual yang diakibatkan oleh internet namun saya masih sangsi dengan tata cara pelaksanaannya yang berkesan kurang matang perencanaannya. Entahlah apakah situs penyedia video gratis seperti Youtube atau Google Video juga ikutan di banned? Padahal disanapun dengan mudah bisa ditemui aneka tayangan pornografi secara bebas. Tapi apabila Youtube dan Google Video juga di banned bukan juga tindakan bijaksana sebab disana selain soal pornografi yang hanya sebagian kecil saja kita juga bisa menjumpai tayangan yang berguna. Jadi marilah kita lihat sajalah pelaksanaannya apakah akan konsisten atau hanya sekedar angin lalu saja.

Bicara soal pornografi tak akan ada habis-habisnya. Sebagai hasrat terprimitif dari manusia, pornografi tidak akan bisa hilang sepenuhnya dari adat kebiasaan manusia, mungkin hanya bisa dikurangi saja kadarnya. Pada jaman aku kecil dulu, istilah stensilan sangat terkenal kenegatifannya. Stensilan adalah istilah untuk gambar-gambar porno yang dicetak stensil, memang masih sederhana banget. Jangankan pada jaman aku kecil, waktu jaman dahulu kala juga pornografi sudah dikenal, mau bukti? Lihat saja relief candi Borobudur, ada beberapa relief yang masuk dalam kategori PG (Parental Guide). Apalagi dalam jaman modern seperti ini, maskin mudah saja akses untuk mendapatkan materi pornografi, mulai dari cetakan yang dijual resmi seperti majalah sampai situs-situs di dunia maya yang bebas tanpa batas.

Aku jadi ingat pertama kali nonton BF (Eh istilah BF masih ngetop ngga sih sekarang?) adalah waktu SMP. Sebetulnya bukan BF beneran sih, masih semi aja sebab masih ada ceritanya cuma ada beberapa adegannya yang panas. Waktu itu aku dan beberapa teman cewek nonton film tersebut di rumah seorang teman yang ibu-bapaknya sedang pergi keluar kota. Filmnya (waktu itu masih dalam format Laser Disc) sendiri secara tak sengaja ditemukan oleh sang anak di kamar orangtuanya dan kebetulan rumah kosong hingga timbulah ide di benak temanku itu untuk mengundang teman-temannya juga. walaupun bukan BF beneran tapi cukup bikin shock para penontonnya, mula-mula masih cekikikan, lama-lama bengong lalu terakhirnya ketawa-ketawa sambil membahasnya bersama. Maklumlah jaman dulu hal-hal tersebut masih susah didapat, jadinya cuma gitu aja udah bikin heboh. Beda ya sama jaman sekarang, tinggal selancar aja di dunia maya langsung deh dapat anke macam tayangan mulai dari yang lucu-lucu sampai yang jijiknya amit-amit banget.

Jadi apakah pemblokiran situs porno akan efektif? Menurutku sih sebuah upaya dengan niat yang mulia namun sepertinya masih bisa dikatakan mission impossible. Sebetulnya masih banyak hal lain yang lebih penting harus dilakukan ppemerintah daripada sekedar ngapusin situs porno, Biasanya sesuatu yang dilarang malah akan makin menjamur. Akan lebih bermanfaat apabila lebih digalakan aneka lomba mulai dari olahraga hingga kesenian sehingga kawula mudanya punya kegaiatan positif untuk menyalurkan energi berlebih mereka.

Selasa, 25 Maret 2008

Kehebatan Mall

Hampir disetiap sudut jota Jakarta ini kita bisa menemukan berbagai pusat perbelanjaan mulai dari yang namanya mall, plaza, (town) square, trace centre, pusat grosir dan aneka nama lain yang berkorelasi dengan belanja. Untuk pembahan berikutnya aku akan menggunakan kata mall untuk merujuk ke istilah pusat perbelanjaan agar lebih simple dan singkat. Saking banyaknya mall di Jakarta ini saya rasa jumlah lebih banyak daripada jumlah lapangan terbuka untuk bermain anak-anak. Makanya anak sekarang lebih sering main di mall daripada main di mall.

Dengan jumlah mall yang banyak sehingga satu sama lain saling bersaing ketat agar bisa tetap eksis karena tingkat pertumbuhan mall tidak seimbang dengan tingkat pendapatan masyarakat. Aneka cara dilakukan oleh berbagai mall agar menarik minat masyarakat untuk mengunjungi mall tersebut. Kalau dulu isi mall palingan cuma aneka pertokoan, salon, bioskop,tempat bermain anak dan tempat makan saja tapi sekarang di mall kita bisa menemukan praktek dokter, bank, pijat refleksi, tempat penitipan anak, playgroup, fortune teller, sekolah musik bahkan tempat ibadahpun ada di mall. Stasiun TV swasta nasional SCTV tidak mau kalah menghadapi fenomena mall dengan menyiarkan acara berita andalannya Liputan 6 dari sebuah mall bernama Senayan City. Wow sungguh luar biasa mall-mall kita ini, aku ngga yakin kalau di luar negeri ada mall selengkap ini.


Sebentar lagi mall-mall di Jakarta akan makin lengkap dengan hadirnya gerai Samsat milik Polda Metro Jaya untuk mengurus SIM dan STNK. Berita ini aku dapatkan dari detikcom yang menampilan berita tersebut dengan judul Yuk! Ngurus SIM & STNK di Mal. Mana ada di negara lain kita bisa ngurus perpanjangan SIM di Mall Ckkk ckkk... hebat...hebat... Rasa-rasanya sebentar lagi kita bakal menemukan ada rumah sakit di mall supaya para pasien bisa tetap jalan-jalan walaupun sedang sakit parah... Atau mungkin gubernur atau anggota dewan mau juga pindah kantor ke mall biar lebih melegitimasi kehebatan mall-mall Jakarta.

Senin, 24 Maret 2008

Alien vs Koruptor

Pada awal abad XX datanglah sekelompok alien dari planet entah berantah untuk menyelidiki kehidupan di bumi. Setelah melakukan survey di beberapa tempat di bumi, alien menemukan sebuah tempat yang sangat ideal untuk melaksankan misinya tersebut. Tempat itu berbentuk dari rangkaian kepulauan yang terletak tepat di garis tengah bumi. Tempat tersebut begitu kaya, apa saja bisa ditemukan disini mulai dari aneka hewan, tumbuhan, dan berbagai mineral. Begitu pula dengan manusia-manusia penghuni kepulauan tersebut, beraneka bentuk dan warna kulit, di sebelah barat berkulit terang dan makin ke timur makin gelap. Untuk lebih mengenal karakteritistik manusia-manusia penghuni gugusan kepulauan tersebut, alien mengadakan kontak langsung. Mereka makin antusias begitu mengetahui kalau dalam satu pulau bisa terdapat beberapa bahasa yang berbeda.

Namun alien merasa sedih melihat penduduk wilayah yang kaya ini tidak bisa menikmati kekayaan alamnya sebab sedang diinvasi oleh manusia spesies lain yang bertubuh lebih besar dan berkulit pucat. Manusia-manusia disini kurus kering kekurangan makan walaupun sumber makanan berlimpah ruah. Alien sangat ingin menolong manusia-manusia penghuni asli kepulauan tersebut namun apa daya, kaum Alien yang datang adalah dari golongan peneliti yang tak dapat membantu lebih banyak. Untuk itu alien memutuskan pulang ke planetnya kembali untuk memanggil bala bantuan dari polisi alien. Jarak antara bumi dengan planet mereka kira-kira 50 tahun cahaya. Maka alien yang datang bersama polisi alien baru bisa mencapai bumi 100 tahun kemudian.


Alien tiba kembali di kepulauan tersebut pada tahun 2008. Alien nyaris nyasar sebab mereka terkejut ketika melihat kepulauan yang indah tersebut telah berubah drastis. Beberapa pulau telah hilang begitu juga beberapa jenis flora dan faunanya juga. Parahnya kepulauan yang dulu didominasi warna hijau pepohonan kini telah telah gundul. Pada awalnya alien sempat terhibur begitu mengetahui kalau wilayah kepulauan yang ternyata disebut Indonesia itu telah merdeka dari invasi manusia lain. Alien langsung kembali sedih begitu mengetahui kalau keadaan manusia-manusia Indonesia nyaris tak banyak berubah dari apa yang mereka lihat dari kunjungan sebelumnya. Walaupun katanya sudah merdeka tapi kok masih banyak manusia-manusia yang kurus kering akibat kelaparan. Penasaran, alien kembali menyelidiki apa yang terjadi dengan manusia-manusia Indonesia ini. Dari hasil penyelikan rupanya baru diketahui kalau saat ini manusia-manusia Indonesia yang disebut sebagai rakyat itu masih diinvasi tapi kali ini oleh manusia se-spesies. Manusia Indonesia yang kebetulan mempunyai kedudukan dalam sebuah sistem yang disebut pemerintahan. Para manusia ini mempunyai beberapa relasi yang akan saling mendukung dalam rangka memperkaya diri sendiri atau disebut juga sebagai koruptor. Dikala rakyat hidupnya makin susah, para koruptor malah makin makmur saja hidupnya. Koruptor jugalah yang mengijinkan beberapa manusia spesies rakus untuk menebang hutan-hutan Indonesia.



Ketika sedang asyik-asyik melakukan penelitian, alien tiba-tiba dikejutkan oleh datangnya sebuah alat berat yang tanpa basa-basi melakukan pengrusakan terhadap pesawat alien. Rupanya pesawat alien parkir pada sebuah lahan kosong yang akan dijadikan gedung apartemen. Pesawat alien tersebut dianggap sebagai bangunan liar yang harus segera ditertibkan. Tanpa basa-basi serombongan satpol PP langsung menghancurkan pesawat alien tersebut dan menangkapi kaum alien yang memang tak mempunyai kartu identitas untuk selanjutnya menjalani sidang yustisi di kelurahan terdekat. Setelah melalui berbagai birokrasi berbelit-belit dan menghabiskan dana yang tak sedikit untuk memperlancar urusan, akhirnya alien bisa bebas juga.


Begitu kembali ke lokasi semula, alien kaget berat mengetahui pesawat alien yang telah dirusak satpol PP ikutan menghilang juga. Rupanya reruntuhan pesawat alien telah diambil oleh para pemulung untuk dijual ke penadah besi bekas. Untuk yang terakhir ini alien tidak marah sebab para pemulung adalah termasuk manusia-manusia yang terjajah oleh kondisi negara. Kejadian ini makin membulatkan tekad alien untuk berperang melawan manusia spesies koruptor. Perang yang dimaksud bukanlah perang secara fisik seperti yang pernah dilakukannya ketika melawan Predator karena alien sadar cara tersebut bertentangan dengan prinsip Hak Azasi Manusia.


Cara yang akan dipakai alien adalah dengan menggunakan senjata sejenis senapan laser yang ditembakkan kearah kepala koruptor sehingga orang tersebut akan kehilangan nafsu serakahnya. Namun penyakit korupsi yang menjangkiti manusia Indonesia telah sedemikian akutnya sehingga senjata super canggih milik alien tersebut tidak manjur akhirnya alien malah jadi frustasi sendiri sebab spesies koruptor di Indonesia ini banyak sekali dan tak hanya ada di kalangan pejabat saja melainkan sudah merambah para penegak hukumnya sendiri. Bahkan jaksa yang ditugaskan untuk memperkarakan para koruptor ke meja hijaupun dapat disogok untuk membatalkan kasusnya. Alien membuat kesimpulan kalau korupsi di Indonesia itu diakibatkan oleh semacam virus yang tak ada obatnya. Daripada beresiko ketularan virus korupsi lebih baik alien angkat kaki saja dari bumi Indonesia.

Minggu, 23 Maret 2008

Macet..macet...

Kembali kita mendapatkan bonus libur panjang atau bahasa kerennya Long Weekend mulai dari hari Kamis sampai Minggu. Kesempatan tersebut banyak dimanfaatkan oleh orang-orang untuk pergi ke luar kota termasuk aku yang memilih untuk pulang ke rumah orangtuaku. Sebetulnya aku sadar sih kalau long weekend itu bakalan macet tapi aku benar-benar tidak menyangka kalau macetnya bakal luar biasa seperti itu. Perjalanan ke rumah orangtuaku yang biasanya hanya menghabiskan waktu sekitar 2 jam saja (itupun jika masih pakai macet), pada hari kamis kemarin harus ditempuh dalam waktu 4 jam lebih. Sampai-sampai orang di dalam bus memilih turun dan malahan sempet-sempetnya pakai acara jajan di warung tepi jalan segala.
Aku pikir long weekend kemarin tidak akan terlalu macet karena jatuh pada tanggal tua dan kondisi perekonomian pun sedang lesu akibat kenaikan harga berbagai macam kebutuhan pokok. Tapi perkiraanku itu meleset total, walaupun sedang susah hidup tapi masyarakat tetap saja butuh hiburan mencari suasana lain. Sepanjang jalan aku lihat aneka kendaraan dipakai untuk berwisata mulai dari kendaraan pribadi hingga angkutan umum seperti metromini dan mikrolet yang di carter untuk keperluan pribadi. Volume kendaraan yang banyak tersebut memadati jalan-jalan menuju luar kota Jakarta dan keadaan diperparah oleh kondisi jalan yang berlubang-lubang, alhasil kemacetan menjadi kian sadis.
Orang-orang Jakarta yang sudah merasa sumpek dengan kota Jakarta dan segala permasalahannya berusaha mencari pelepas ketegangan dengan pergi keluar kota. ironisnya justru dalam perjalanan berlibur keluar kota tersebut, mereka kembali harus menghadapi masalah klasik yang biasa ditemulan di Jakarta yaitu macet... Memang susah hidup di Jakarta ini, sehari-hari sudah harus berjibaku dengan kemacetan yang bikin stress eh ketika hendak berlibur malah harus bermacet-macet ria lagi. Benar-benar tdak bisa lolos dari kemacetan.
Lucunya, dikala orang Jakarta pergi berlibur ke daerah luar kota seperti Bandung, Puncak, Sukabumi dan Bogor, orang-orang daerah tersebut malah berwisata ke Jakarta. Orang-orang daerah tersebut ada yang pergi ke tempat-tempat wisata seperti Ancol dan ragunan dan tak sedikit pula yang melakukan wisata belanja ke mal-mal atau ITC. Ya begitulah manusia, lebih suka rumput orang lain daripada rumput sendiri. Jalanan yang sudah semrawut jadi makin kacau balau makanya ngga heran kalau waktu yang ditempuh jadi extra lama. Kapan ya kita bisa menikmati perjalanan kita tanpa dibayangi oleh kemacetan??