Senin, 16 Juni 2008

Bejuang Hingga Akhir

Putaran ketiga Euro '08 di penyisihan grup A menghasilkan sebuah epic yang menceritakan tentang perjuangan sampai tetes darah terakhir. Kisah paling heroik terjadi pada partai Turki vs Rep. Ceko untuk memperebutkan satu buah tiket yang tersisa menuju perempat final. kedua tim sama-sama pernah kalah dari Portugal dan sama-sama menang sekali ketika melawan Swiss sehingga keduanya memiliki jumlah poin yang sama bahkan selisih gol keduanya juga sama. Untuk menjadi wakil terakhir dari grup A maka pertandingan tidak boleh berakhir seri, apabila dalam waktu tanding normal selama 90 menit berakhir seri maka harus diadakan adu pinalti untuk menetukan pemenangnya.


Sejak dari awal kedua kesebelasan sama-sama ngotot untuk memenangi pertandingan namun berkat kerjasama yang apik antar pemain, Ceko berhasil menjebol gawang Turki duluan pada babak pertama yang bertahan sampai turun minum. Pada babak kedua, Turki nampak bersemangat sekali untuk membalas gol Ceko tersebut namun malang berkat serangan balik yang cepat, Cekolah yang berhasil menambah gol sehingga skor menjadi 2-0. Unggul 2 gol membuat pemain Ceko menurunkan ritme permainan karena merasa sudah aman namun sebaliknya dengan Turki yang ternyata belum mau mengalah begitu saja. Mengejar ketinggalan 2 gol dalam ajang sekelas Euro bukanlah perkara mudah tapi pemain Turki rupanya memiliki mental baja sehingga dalam keadaan ketinggalan tersebut pemain Turki malah makin bersemangat menggempur pertahanan Ceko. Berkat kerja keras pemain Turki dalam tempo 15 menit sisa pertandingan mereka bukan hanya berhasil menyamai kedudukan bahkan berbalik unggul menjadi 3-2. Skor ini mampu bertahan hingga akhir petandingan, Ceko sebetulnya berpeluang juga untuk menyamai skor karena pada masa injury time kiper Turki diusir keluar karena melakukan kekasaran terhadap pemain Ceko. Tapi berkat determinasi pemain Turki yang menjaga wilayah pertahannya, peluang kecil tersebut gagal dimanfaatkan Ceko.


Turki akhirnya menjadi tim kedua di grup A yang harus memperpanjang sewa kamar hotel mereka setelah sebelumnya Potugal telah memastikan diri melaju kebabak berikutnya sejak dari putaran kedua. Swiss sang tuan rumah, menjadi kebalikan dari Portugal, menjadi tim pertama yang harus membenahi koper. Namun Swiss rupanya sebuah tim yang memiliki harga diri yang tinggi, walaupun sudah dipastikan gagal ke babak berikutnya tapi mereka tetap tak mau mengalah begitu saja ketika melawan tim paling kuat di grup A yaitu Portugal. Pemain Swiss berjanji akan memberikan kenangan yang manis bagi para pendukungnya yang selalu setia mengikuti timnya bertarung.


Memang sih nampaknya mustahil bagi Swiss yang sudah 2 kali kalah dar Turki dan Ceko untuk bisa memenangkan pertandingan lawan sang jawara grup A, Portugal. Tapi hal itu mungkin saja terjadi sebab Portugal yang sudah pasti lolos, memilih untuk mengistirahatkan para pemain kuncinya. Kesempatan ini tidak disia-siakan para pemain Swiss, yang tetap bermain dengan semangat bertempur yang tinggi. Hasilnya mereka dapat mengalahkan Portugal dengan skor 2-0 dan merekapun bisa pulang dengan kepala tegak. Para suppporterpun tak ketinggalan memberikan penghargaan tertinggi bagi tim Swiss ini dengan memberikan tepukan bergemuruh pada akhir pertandingan, walau gagal melaju tapi paling tidak pada akhirnya bisa memberikan kebanggaan tersendiri.

Jumat, 13 Juni 2008

Pelajaran Moral dari Euro 2008

Dunia kembali dilanda demam bola, kali ini virus bola disebarkan melalui ajang Piala Eropa atau sering juga disebut Euro 2008. Ajang Piala Eropa memang ditunggu-tunggu para pecinta bola di seluruh dunia, memang sih kastanya masih dibawah Piala Dunia namun kejuaraan sepakbola antar negara di benua biru ini masih tetap yang paling favorit jika dibandingkan dengan kejuaraan sepakbola antar negara di benua lain. Bukan hanya penggila bola saja yang terjangkit demam Euro ini tapi juga masyarakat awam pada umumnya. Pertandingan sepakbola antar bangsa semacam Euro ini tidak melulu menampilan permainan indah kelas dunia tapi juga drama-drama yang tak kalah serunya dengan pertandingannya sendiri.


Kisah melodrama disuguhkan pada partai Jerman versus Polandia dengan pemeran utama gelandang tim Panser Jerman, Lukas Podolski. Pemirsa diseluruh dunia dibuat terharu oleh ekspresi wajah sedih Podolski ketika baru saja melesakkan gol ke gawang tim lawannya Polandia. Seharusnya seorang pemain akan bersuka-ria ketika sukses menjebol gawang tim lawan namun tidak bagi Podolski saat itu sebab gawang yang dijebolnya itu adalah milik negara asal nenek moyangnya. Sebagai pemain profesional, Podolski harus habis-habisan membela tanah airnya sekarang yaitu Jerman namun ia juga manusia yang mempunyai rasa sentimentil.


Selain kisah drama menyentuh hati ala Podolski, kita juga diberikan sebuah pelajaran oleh striker tim Spanyol, Fernando Torres, tentang arti sebuah keikhlasan. Pada partai perdana grup D antara tim Matador Spanyol melawan Rusia pertandingan berjalan sangat ketat.Di menit ke-20 berkat kerja keras dan skillnya yang tinggi Torres berhasil melewati beberapa pemain belakang Rusia dan tinggal berhadapan dengan kiper. Torres tidak langsung menendang bola ke gawang melainkan dengan sentuhan yang manis ia umpankan bola ke rekannya David Villa yang tak menyia-nyiakan peluang dengan mengeksekusinya dengan baik.


Sebagai seorang striker yang terkenal, sah-sah saja jika Torres melakukan tindakan egois dengan menendang langsung bola ke arah gawang, apalagi sebelumnya ia telah melakukan pergerakan spektakuler yang mengecoh pemain lawan. Apabila tendangan Torres berhasil merobek gawang Rusia tentu golnya tersebut akan dieluk-elukan sebagai sebuah gol yang indah. Namun pilihan ini tidak diambil Torres karena ia sadar kalau peluangnya mencetak gol lebih kecil dibandingkan dengan rekannya yang berada di posisi yang lebih menguntungkan. Berkat keikhlasan Torres untuk mengesampingkan egonya, Spanyol sukses mendulang gol terlebih dahulu atas Rusia yang menjadi pemicu semangat pemain Spanyol untuk mencetak gol-gol lain. Spanyol akhirnya mantap memenangi duel dengan skor 4-1.


Tidak hanya itu pelajaran moral yang bisa dipetik dalam partai Spanyol-Rusia tersebut, kita juga diingatkan untuk tidak menjadi kacang yang lupa kulitnya. 3 dari 4 gol yang dilesakan Spanyol ke gawang Rusia berasal dari seorang pemain bernama David Villa. Seperti yang telah disinggung diatas, gol pertama Spanyol yang dicetak David Villa adalah berkat assist matang Fernando Torres, begitu juga gol kedua Villa juga tercipta berkat andil Torres yang terlebih dahulu membuka pertahanan lawan. David Villa berhasil mewujudkan cita-cita seorang striker untuk mencetak hattrick di ajang kejuaraan bergengsi sekelas Euro. Kesuksesan mencatatkan diri sebagai pencetak hattrick pertama dia ajang Euro 2008 tak lantas membuat Villa merasa hebat sendiri. Sehabis mencetak gol, orang yang paling dicarinya adalah Fernando Torres. Secara gamblang Villa juga menyebutkan kalau semuanya itu bisa terwujud berkat dukungan Torres.


Kisah inspiratif tentang sepak terjang kedua striker utama Spanyol tersebut rupanya berbanding terbalik dengan kondisi dunia politik Indonesia. Setelah mabuk dalam dunia gegap gempita ala pesta sepakbola Eropa, sebuah liputan berita di sebuah stasiun TV swasta membuat saya kembali ke dunia nyata. Isi berita tersebut membahas tentang kemelut pilkada Maluku Utara yang tak ada akhirnya. Akibat ketidakikhlasan segelintir orang untuk memberikan kesempatan meminpin daerah kepada orang lain yang telah dipilih akyat membuat Maluku Utara kini kembali panas membara. Aksi saling serang dilakukan oleh pendukung kedua belah pihak yang berseteru. Kalau sudah begini yang paling menderita tentu rakyat jelata.


Pihak yang gagal meraih dukungan suara tertinggi seharusnya bisa ikhlas menerima kekalahannya dengan lapang dada. Begitu juga dengan sang peminpin yang terpilih agar menjauhi sikap jumawa dan lebih mementingkan kepentingan rakyat sebab berkat dukungan rakyatlah maka ia bisa terpilih. Seandainya sikap seperti ini dimiliki oleh para peminpin di Indonesia mulai dari tingkat pusat hngga tingkat daerah niscaya kehidupan rakyat akan damai dan sejahtera selalu. Moga-moga setelah perhelatan Piala Eropa ini, banyak orang yang mau menteladani sikap Fernando Torres dengan keikhlasannya untuk mengalah demi kemenangan bersama dan juga kerendah hatian David Villa yang tidak merasa hebat sendiri. Rupanya ditengah kemeriahan Euro 2008 ada sebuah makna yang bisa dipetik. Jadi siapa bilang kalau sepakbola hanya sekedar kumpulan orang bercelana pendek yang berlari kesana-kemari mengejar-ngejar bola.

Kamis, 15 Mei 2008

Tayangan TV Bermasalah

KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) caru saja meliris daftar 10 tayangan TV yang dianggap bermasalah. Daftarnya adalah sebagai berikut?

1. Cinta Bunga, SCTV
2. Dangdut Mania Dadakan 2, TPI
3. Extravaganza, Trans TV
4. Jelita, RCTI
5. Mask Rider Blade, an tv
6. Namaku Mentari, RCTI
7. Rubiyah, TPI
8. Si Entong, TPI
9. Super Seleb Show, Indosiar
10. Mister Bego, an tv.

Adakah yang jadi favorit anda? Uhmm kalau aku sih ngga ada paling cuma Extravaganza aja yang kadang-kadang aku tonton. Kalau melihat tayangan Extravaganza belakangan ini menurutku sih memang ini menurun kualitasnya banyak humor kurang segar sehingga untuk membuat tetap lucu sering membuat joke-joke yang menurutku agak berlebihan. Tapi seharusnya tidak hanya Extravaganza saja yang disentil karena ada juga tayangan lawak sejenis yang juga kadang terlalu berlebihan. Jadi kalau mau fair seharusnya jumlah tayangan bermasalah yang beredar di TV nasional kita ini jumlahnya lebih dari 10. Tayangan infotainment seharusnya masuk dalam daftar tayangan bermasalah karena tak ada manfaatnya sama sekali bagi pemirsa malah kadang memberikan contoh buruk dengan menampilkan konflik pribadi seseorang yang seharusnya bukan untuk konsumsi publik.

Senin, 12 Mei 2008

Misteri Telepon Santet

Isu yang lagi hot-hot di masyarakat sekarang ini adalah soal santet via HP yang bisa bikin penerimanya kesurupan, pingsan atau bahkan meninggal. Ya ampyun hari gini yang udah serba digital masih percaya aja sama hal-hal yang primitif. Kesannya para dukun santet dan setan-setannya udah pada melek teknologi he...he... padahal ilmu hitam dan teknologi adalah dua hal yang sangat berlawanan. Wah jangan-jangan bentar lagi ada gosip soal santet yang dikirim via WiFi.


Katanya telepon santet itu berasal dari telepon dengan prefix 0866 atau 0666 dan masih menurut gosip warnanya adalah merah, bo... kalau layar HPnya bukan yang color gimana urusannya tuch??? Untuk lebih meyakinkan diberikan juga "fakta-fakta" tentang korban yang telah jatuh plus berbagai macam kesaksian para korban yang tidak sampai mati.


Ada juga yang coba memberikan analisa yang sok ilmiah dengan mengatakan kalau no. merah tersebut megirimkan infrared dalam jumlah yang luar biasa sehingga bisa langsung merusak otak dan susunan syaraf. Pertanyaannya? apakah mungkin infrared di transfer via SMS atau gelombang telepon? Kayanya berlebihan banget deh... kalaupun udah ada teknologi yang sampai situ pastinya akan memerlukan biaya yang sangat besar. Coba aku pikir dulu ya apa gunanya mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk melakukan pembunuhan terhdap seseorang yang tidak kita kenal???


Ada juga gosip yang mengatakan kalau 0866/0666 itu adalah nomornya Axis si pendatang baru di dunia GSM. AXIS katanya adalah produk gereja setan dan AXIS itu adalah anagram dari SIX A. Six atau tepatnya triple six adalah nomor setan dan A juga adalah setan (masa sih?).Padahal sebetulnya si AXIS itu punya prefix 0838 bukan 0866/0666. Sepertinya untuk gosip yang satu ini adalah buatan oknum-oknum kompetitor penyedia layanan GSM lainnya yang merasa terancam oleh kehadiran si AXIS.


Menurutku sih mungkin aja kejadian sebenarnya adalah ada orang yang memang sudah punya penyakit jantung tiba-tiba menerima telepon yang isi pembicaraannya bikin dia kaget sehingga penyakit janyungnya kambuh. Atau untuk kasus yang pingsan dan kesurupan terjadi karena si penerima SMS sudah terlanjur percaya oleh gosip SMS santet sehingga jadi terugesti sendiri. Eh tiba-tiba dia dapet SMS dari nomer berprefix 0866/0666 yang kebetulan isi SMSnya juga serem sehingga dia jadi kaget sendiri dan pingsan. Memang belum ada operator selular yang pakai Prefix 0866/0666 tapi itu sih bisa dibuat-buat.


Ehmm kita tunggu aja bentar lagi di bioskop pasti bakalan keluar film Indonesia baru yang temanya diangkat dari kejadian santet HP ini. Mungkin judulnya bisa seperti ini : "Teror SMS Maut" atau "Misteri Telepon Santet".

Rabu, 07 Mei 2008

Tsunami Diam

Dapat dipastikan Indonesia akan segera kembali terserang tsunami, tapi kali ini bukan tsunami dasyat akibat gempa bawah laut seperti di Aceh beberapa tahun lalu tapi tsunami diam. Tsunami diam adalah silent tsunami adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan krisis pangan yang kini terjadi di seluruh dunia terutama di negara-negara dunia ketiga. Pemerintah Indonesia baru saja mengumumkan kenaikan harga bbm yang akan segera diberlakukan. Kenaikan harga BBM yang akan dilakukan minimal adalah 25% dari harga yang sekarang.


Menaikan harga BBM ditengah krisis seperti ini memang bukan keputusan yang populer tapi kita juga harus faham kalau harga minyak duniapun terus meroket hingga telah mencapai US$122/barell, Sewaktu harga BBM lama ditetapkan, harga minyak masih berada di kisaran US$60/barell atau hanya setengahnya dari harga sekarang jadi sebetulnya cukup bijaksana juga pemerintah hanya menaikan seperempat saja bukan 100% seperti kenaikan riilnya. Namun segala keputusan tidak populer pasti akan makan korban. Yang paling sengsara dari kebijakan kenaikan BBM adalah rakyat kecil yang sebelum BBM naikpun sudah hidup sengsara. Kesengsaraan rakyat akan makin parah akibat efek domino kenaikan BBM terhadap sektor lain, bisa dipastikan harga-harga kebutuhan lainnya juga akan ikutan naik.


Sangat dilematis terutama bagi Presiden SBY yang bakal kehilangan banyak simpati dari rakyat tapi mau bagaimana lagi, krisis ini bukan cuma milik bangsa Indonesia tapi juga telah terjadi di berbagai belahan dunia lain. Masih untung harga beras kita walaupun sudah naik tapi masih tetap dibawah harga beras dunia yang mencapai US$1.2/liter dan semoga akan tetap terus begitu. Mahasiswa sebagai ujung tombak berbagai aksi demo pastinya akan segera turun kejalan untuk memprotes keputusan pemerintah tersebut. Tanpa bermaksud membela pemerintah, saya rasa mahasiswa itu jangan cuma bisa koar-koar menyalahi pemerintah saja tapi tolonglah bantu mencari penyelesaian masalahnya. Pemerintah juga jangan cuma sok merasa penting sendiri dengan membuat keputusan seorang diri tapi ajaklah rakyat terutama kaum akademisi untuk berdiskusi bersama mencari pemecahan terbaik dari antara yang terburuk.


Ajang Lomba Karya Ilmiah perlu juga digalakkan kembali terutama untuk membuat bahan bakar alternatif selain minyak bumi. Siapa tahu ada ilmuwan-ilmuwan lokal yang bisa menyumbangkan ide tentang bahan bakat selain minyak sehingga kita tidak tergantung lagi dengan BBM. Atau juga bisa dibuka semacam sayembara nasional untuk seluruh rakyat dengan tema "bagaimana cara mengatasi krisis ekonomi dunia tanpa mengorbankan rakyat". Disini semua orang bebas mengemukakan ide-idenya, mana tahu juga ada ide brilian dari pikiran polos rakyat yang bisa menjadi jalan keluar bangsa Indoensia dari berbagai macam krisis.


Yang namanya demo-demo anarkis kayanya udah ngga jaman lagi. Kebanyakan aksi demo tidak menghasilkan apapun kecuali bikin buruk keadaan. Demo dijalanan bikin rugi banyak pihak akibat kemacetan yang ditimbulkan apalagi kalau demonya sampai anarkis dan merusak. Bukannya aspirasi yang tersalurkan malah bikin usaha orang lain rusak dan ujungnya malah nambahin deretan orang susah lagi. Demo sih boleh aja, tapi janganlah selalu ribut menentang tanpa mencoba memberi solusi.

Selasa, 06 Mei 2008

Ribetnya UN

Kasian sekali anak sekolah jaman sekarang, sudah biaya sekolahnya tinggi ujiannyapun makin ribet. Bicara soal kualitis pelajaran eksakta dan bahasa, anak sekarang memang lebih canggih. Kecil-kecil sudah jago bahasa inggris dan hafal rumus-rumus fisika yang sulit. Tapi sayangnya anak sekarang seperti telah kehilangan jatidiri kebangsaannya karena kurang mendapatkan pelajaran yang nampak ngga penting tapi sebetulnya sangat penting seperti sejarah, etika dan moral.


Perasaan waktu jaman aku sekolah dulu pelaksanaan ujian nasional yang waktu itu masih bernama Ebtanas biasa aja tuh. Tapi sekarang, pelaksanaan UN heboh sekali hanya kalah sedikit dari kehebohan pemilu. Tidak cuma melibatkan pejabat-pejabat di depdiknas tapi sampai melibatkan kepolisian segala. Bahkan ada kasus di daerah Sumatera Utara yang sampai melibatkan densus 88 alias pasukan khusus anti teror kepolisian, padahal kasusnya cuma masalah kecurangan UN dimana ada satu sekolah yang guru-gurunya sengaja mengkoreksi jawaban para murid agar bisa mendapatkan nilai minimal kelulusan. Tindakan curang dalam Ujian Nasional bolehlah dikategorikan sebagai tindakan penipuan tapi kayanya ngga perlu deh sampai melibatkan pasukan anti teror, pihak kepolisian saja cukup. Padahal diluar sana masih banyak kasus lain yang lebih cocok dikatakan sebagai tindakan teror seperti misalnya perusakan rumah ibadah, penculikan anak atau pertikaian antar kampung.


Memang sih ide pemerataan standar pendidikan nasional perlu diacungi jempol tapi sebetulnya intinya bukan di ujian kelulusannya tapi yang harus dibenahi dulu yaitu pemerataan sarama dan prasarana pendidikan. Rasa-rasanya kurang fair menyamakan kemampuan akademis anak-anak yang bersekolah di sekolah yang fasilitasnya lengkap mulai dari laboratorium hingga akses internet dengan anak-anak yang bersekolah di bangunan sekolah yang nyaris roboh dan kalau hujan terpaksa harus pulang karena kelasnya kebocoran. Kalau sarana dan prasarana sudah merata atau paling tidak telah memenuhi kelayakan minimal, bolehlah pelaksanaan ujian nasionalnya dilakukan sama rata di seluruh pelosok negeri.


Kalau sudah mau menghadapi ujian nasional yang stres bukan cuma anaknya saja, orangtuanya saja ikutan stres. Sistem birokrasi di tubuh departemen milik pemerintah masih kacau balau sehingga memungkinkan ada kesalah dalam memasukan data. Seperti pernah ada kasus seorang anak yang juara olimpiade sains tidak lulus UN. Padahal selama ini nilai akademisnya selalu diatas rata-rata dan bahkan dia sudah diterima disebuah universitas negeri bergengsi. Entahlah apa penyebab kegagalan anak tersebut dalam UN, ditenggarai adalah kesalahan dalam memasukan data nilai. Entahlah bagaimana nasib anak tersebut, yang pasti tentu saja dia bakal stress berat. Untungnya aku ngga jadi anak sekolah di jaman sekarang, bisa-bisa aku jadi anak stress juga.

Senin, 05 Mei 2008

Untraceable

Untraceable mengangkat realita kejahatan jenis baru melalui internet. Dalam jagat dunia maya tanpa batas ini kejahatan apapun bisa terjadi dan karena sifatnya yang maya maka sulit sekali untuk melacaknya. Tema kejahatan yang diusung dalam "Untraceable" adalah pembunuhan yang dilakukan seorang psikopat yang disiarkan langsung melalui jaringan internet dan bukan itu saja, bahkan para pengunjung situs bisa ikut andil menentukan kematian sang korban. Memang yang persis seperti ini belum pernah terjadi dalam dunia nyata tapi bukan tidak mungkin suatu hari hal ini bisa terjadi. Sekarang saja kasus pemerkosaan atau eksploitasi anak yang disiarkan di internet sudah sering terjadi. Belum lagi rekaman-rekaman kematian orang baik yang disengaja maupun tidak disengaja dengan bebasnya beredar di jalur jaringan maya. Jadi bukan tidak mungkin kejahatan yang tergambarkan dalam film "Untraceable" ini mungkin saja akan terjadi.


"Untraceable berkisah tentang Jennifer Marsh seorang agen FBI yang spesialisasinya di bidang kriminal maya atau Cyber Crime. Kali ini Jennifer dan rekan-rekannya mendapatkan kasus yang sangat menghebohkan dimana ada seorang Psikopat yang menayangkan rekaman penyiksaannya secara langsung di internet. Pada mulanya obyek penyiksaannya hanya binatang tapi lama kelamaan meningkat dengan menjadikan manusia sebagai korbannya. Dengan menggunakan situs "killwithme" sang psikopat mengajak para pengunjung situsnya untuk berpartisipasi dalam membunuh korbannya. Caranya adalah cukup mengunjungi website tersebut, semakin banyak orang yang masuk situs tersebut makasang korban akan cepat mati. Jennifer dan timnya berusaha keras untuk melacak keberadaan pemilik situs maut tersebut namun sang pelaku selalu berhasil melooskan diri.


FBI dan pelaku seperti melakukan permainan kucing-kucingan dimana ternyata sang pelaku sebetulnya selangkah lebih maju. Ada adegan yang cukup menegangkan ketika sang pelaku yang bernama asli Owen Reilly berhasil melacak keberadaan tempat tinggal Jennifer. Dengan menggunakan webcam dia siarkan langsung situasi rumah Jennifer bahkan putri Jennifer yang kebetulan melihat rumahnya ada di internet langsung pergi keluar. Disini penonton diajak berfikir seperti para pengunjung situs tersebut yang mengira kalau anak Jennifer tersebut akan menjadi korban berikutnya. Namun rupanya Owen masih punya hati dengan tidak menjadikan anak tersebut sebagai korban. Hal itu dilakukan hanya sebagai shock theraphy bagi sang ibu yang memang sedang mengepalai operasi penangkapan Owen.


Sepertinya situs buatan makin laris saja dikunjungi oleh para pecandu internet, buktinya proses kematian korbannya makin lama makin cepat. Begitu juga pemilihan korbannya sudah tidak dilakukan secara random lagi tapi makin personal untuk menekan Jennifer. Owen tidak cuma sukses menakuti Jennifer dengan memata-matai keluarganya saja tapi ia juga sukses menjebak Griffin Dowd, partner kerja Jennifer. Griffin dijadikan sebagai korban berikutnya. Akhirnya Owen membuat kesalahan juga ketika menjadi Jennifer korban dan eksekusi dilakukan di gudang rumah Jennifer. Jennifer tentu saja melawan dan berhasil menguasai keadaan karena ia telah faham dengan situasi gudangnya sendiri.


"Untraceable" ini cukup menegangkan dan menakutkan karena banyak adegan sadis-sadisnya namun ide cerita yang caru bikin film ini lumayan segar. Ngga nyangka juga aktris serius sekelas Diane Lane bisa juga berperan jadi jagoan.