Senin, 15 September 2008

Balap F1 dari sirkuit Monza, Italy, semalam memang luar biasa. Akibat hujan yang beberapa hari ini turun di kota Milan ini membuat sirkuit menjadi basah sehingga kedasyatan mobil-mobil cepat menjadi sia-sia saja. Balap di kondisi sangat basah yang sangat diperlukan adalah kecermatan tim menyusun taktik serta skill, kenekatan dan yang terutama adalah faktor keberuntungan. Makanya tidak heran pada balapan hujan sering muncul juara kejutan atau istilahnya "from zero to hero".


Rupanya Dewi Fortuna di sirkuit Monza memilih untuk berpihak kepada tim kelas dua Toro Rosso. Toro Rosso yang berarti Banteng Merah adalah tim "kelas dua" dari tim peserta F1 lainnya yaitu Red Bull. Selain itu kekelas duaan Toro Rosso makin terihat dari mesin yang mereka gunakan adalah bekas mesin mobil ferarri beberapa musim lalu. Monza. Melalui pembalap SebastianVettel, Toro Rosso sukses menempati podium pertama di sirkuit yang sebetulnya adalah homebase Ferarri. Kegemilangan Toro Rosso sudah terlihat dari sesi kualifikasi dimana Vettel berhasil menjadi pole position seater termuda sepanjang sejarah F1. Begitu sesi kualifikasi berakhir dan dipastikan catatan waktu Vettel di Q3 tidak ada yang menandingi, kontan saja terjadi pesta di kubu Toro Rosso.


Keesokan harinya, Vettel dan Toro Rosso membuktikan kalau keberhasilan menempati pole position di Monza bukan sekedar kemujuran belaka dengan menjuarai balapan dengan sangat gemilang.Otomatis setelah menjadi pole position termuda, Vettel juga mencatatkan dirinya sebagai juara GP termuda dengan menumbangkan rekor milik Fernando Alonso.


Mungkin Enzo Ferarri diatas sana sedang bercanda dengan mengirimkan tuahnya melalui perantaraan Dewi Fortuna kepada tim Banteng Merah ini untuk menjadi juara di sirkuit miiknya. Bagaimana nasib kakak-kakak Toro Rosso? Ferarri sang penguasa sah Monza hanya sanggup menempatkan Felipe Massa di tempat ke-6. Sedangkan penampilan kakak kandung Toro Rosso sendiri yaitu Red Bull melempem bagaikan kerupuk kena hujan dengan hanya sanggup finish ke-8. Padahal Mark Webber dari Red Bull cukup gemilang pada saat kualifikasi hingga mendapatkan posisi start ke-3.


Melihat suasana podium Monza kemarin serasa Dejavu beberapa tahun lalu saat lagu kebangsaan Jerman disandingkan dengan lagu kebangsaan Italy. Di musim balap 5 tahun kedua lagu kebangsaan tersebut begitu begitu sering terdengar hingga membuat muak penonton melalui Michael Schumacher dan Ferarri yang terlalu mendominasi sepanjang musim balap. Kali ini rasanya mendengar paduan kedua lagu kebangsaan tersebut menjadi sangat indah karena berhasil dilantunkan kembali oleh pembalap dan tim yang sama sekali tak pernah diperhitungkan untuk menjuarai sebuah balapan GP.

Minggu, 14 September 2008

Konspirasi Keriting

Menonton Kick Andy pada Jumat malam lalu yang membahas tentang film "Laskar Pelangi" segera saja terlintas dalam otak saya kalau tema yang tepat seharusnya adalah Konspirasi Keriting. Andy Noya sang tuan rumah acara bincang-bincang tersebut berambut keriting, bahkan kekritingannya itu menjadi maskot Kick Andy. Tokoh utama dari novel maupun film "Laskar Pelangi" adalah seorang anak kampung yang bernama Ikal. Dari namanya saja rasanya ngga perlu dijelaskan bagaimana jenis rambut sang tokoh utama tersebut. Tokoh Ikal adalah cerminan masa kecil dari Andrea Hirata pengarang novel "Laskar Pelangi". Jadi tak perlu melihat orangnya langsung, sudah dapat dipastikan Andreapun berambut keriting.

Entah kebetulan atau tidak, pembuat film "Laskar Pelangi" adalah duo keriting Riri Riza dan Mira Lesmana. Duo keriting ini termasuk pioneer kebangkitan film Indonesia yang sempat mati beberapa tahun lalu melalui karya mereka "Petualangan Sherina". Sebuah novel hebat yang telah menginspirasi banyak orang akan dibuat versi layar lebarnya oleh para sineas yang selama ini telah menelurkan film-film bermutu, tentu ekspektasi orang akan tinggi sekali. Memang tidak mudah mengadaptasi sebuah karya sastra ke layar perak dengan sukses namun rasanya duo keriting ini akan mampu membuat "Laskar Pelangi" akan sespekta novelnya atau paling tidak akan jauh lebih baik daripada kebanyakan film Indonesia yang sedang beredar saat ini.

Keterlibatan manusia keriting dalam "Laskar Pelangi" tidak cukup sampai situ saja. Sebuah film rasanya akan kurang hidup tanpa soundtrack …Dan penggarap soundtrack film "Laskar Pelangi" adalah grup Nidji yang vokalisnya, Giring, berambut keriting juga. Makanya dalam pikiranku segera timbul teori konspirasi keriting secara kisah hidup si Ikal ini digarap oleh orang-orang berambut keriting. Mulai dari Andrea Hirata si pengarang, Mira dan Riri yang mentransfernya ke layar perak serta penggarap soundtracknya Nidji. Jangan lupakan pula peranan Andy Noya manusia keriting lain yang turut berjasa membuat "Laskar Pelangi". Melalui acara Kick Andy beberapa tahun lalulah saya dan banyak pembaca lainnya pertama kali mengenal "Laskar Pelangi".

Konspirasi tidak selalu harus berkonotasi negatif. Menurutku konspirasi keriting ala "Laskar Pelangi" ini adalah sebuah contoh konspirasi yang baik lantaran semua yang terlibat harus diakui memang termasuk yang terbaik dibidangnya masing-masing. Memang kebetulan semuanya berambut keriting sesuai dengan rambut tokoh Ikal.

Jumat, 12 September 2008

Criminal Minds (Ryan)

Aku saat ini sedang senang-senangnya mengikuti film serial TV yang berjudul “Criminal Minds” lewat DVD. Criminal Minds berkisah tentang para personil dari “Behavioral Analysis Unit” atau disingkat BAU, sebuah unit di FBI yang tugasnya adalah memprofile sebuah kejahatan sehingga bisa dicari pelakunya. BAU biasanya menangani kejahatan berantai yang pelakunya melakukan tindakan kriminalnya dengan sangat rapi sehingga sulit untuk ditangkap. BAU akan mencari pola atau tanda khusus yang bisa memberikan gambaran pribadi sang pelakunya.

Berbeda dengan CSI, yang menangkapi para penjahat melalui petunjuk fisik yang didapat di TKP, maka BAU mencari petunjuk dengan cara menempati diri seolah-olah sebagai pelaku sehingga dapat memahami pola pikir pelaku. Dengan cara inilah BAU berusaha mencegah pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya lagi dan sekaligus mengungkapkan identitasnya. Sebagai penggemar cerita-cerita detektif, aku sangat terkesan dengan serial ini. Penonton diajak oleh para tokoh utamanya untuk menyelami pikiran para pelaku criminal tersebut.

Akibat kerajinan nonton Criminal Minds ini, aku juga jadi ikut-ikutan sok memprofile tersangka pelaku kejahatan yang lagi ngetop-ngetop di Indonesia yaitu si Jagal Romantis Ryan. Begini kurang lebih analisku tentang Ryan.

Kenapa Ryan melakukan pembunuhan itu? Ryan termasuk seorang psikopat. Seseorang menjadi psikopat biasanya karena yang bersangkutan pernah mengalami luka batin yang dalam. Beberapa orang mencoba mengobati luka batin melalui cara yang positif tapi ada juga yang berusaha mencari pelampiasan melalui tindakan-tindakan menyimpang yang dapat merugikan orang lain atau dirinya sendiri. Rupanya Ryan termasuk orang yang gagal mengobati luka batinnya sehingga terbentuklah monster psikopat yang haus darah. Dalam kasus Ryan memang nampak ada motif ekonomi sebab semua harta benda korban milik korban dikuasainya juga. Namun sebetulnya motif utama adalah hasrat (passion) dari dalam diri Ryan untuk menghabisi nyawa orang lain. Bagi pembunuh psikopat ada kepuasaan batin tertentu setelah melakukan tindakan pembunuhan. Kepuasaan batin itu seperti candu sehingga tidak cukup sekali tapi dilakukan hingga berkali-kali.

Kenapa Ryan selama ini tidak tertangkap? Ciri pembunuhan seorang psikopat adalah adanya pola tertentu serta dilakukan dengan perhitungan yang tepat serta rapi. Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi dan hasil otopsi, para korban dihabisi dengan cara dipukul hingga tewas lalu dikuburkan di halaman rumah orangtuanya. Pembunuhan serta tindakan-tindakan menutupi jejak dilakukan Ryan sedemikian rapi dan terencana matang sehingga tak ada satupun orang lain yang menaruh curiga terhadapnya. Dalam kasus hilangnya salah satu korbannya yaitu Ariel Sitanggang, Ryan sempat diperiksa polisi karena keluarga meyakini Ryanlah orang yang terlihat terakhir bersama Ariel. Namun dengan tenangnya Ryan bisa mengelabuhi polisi sehingga kecurigaan keluarga Ariel bisa dipatahkan.

Kenapa akhirnya Ryan tertangkap? Pembunuhan sebelumnya dilakukan dengan hasrat, nothing personal, semua rencana dijalani dengan kepala dingin . Namun di pembunuhan terakhir ada unsur personal yang terlibat karena sang korban dianggap Ryan berusaha merebut pacarnya. Dibakar cemburu, pembunuhan dilakukan dengan emosi sehingga merusak pola rapi yang selama ini berhasil dijalin Ryan. Pembunuhan dilakukan di Jakarta bukan Jombang seperti sebelumnya, korban dimutilasi dan dibuang begitu saja bukan dikubur di tempat aman yaitu pekarangan rumah orangtuanya. Akibat emosi juga, tindakan pembunuhan tanpa perhitungan matang sehingga banyak meninggalkan jejak bagi polisi untuk mudah mengusut pelakunya. Seperti di “Criminal Minds”, para pelaku kejahatan berantai sering mulai terungkap ketika mereka melakukan tindakan yang keluar dari pola sebelumnya.

Senin, 01 September 2008

Masihkah 108 Dapat Dipercaya?

Pada hari Jumat tanggal 29 Agustus 2008 sekitar jam 6an sore saya ada keperluan untuk menghubungi penyedia jasa pengiriman Pahala Kencana yang berlokasi di Matraman, Jakarta. Karena memang belum tahu nomor teleponnya secara pasti dan saya juga tidak memiliki buku Yellow Pages Jakarta maka saya menghubungi layanan 108 Jakarta. Petugas yang mengangkat telepon saya saat itu menginformasikan kalau no. telp. Pahala Kencana di Matraman adalah 8509***. Namun ketika saya hubungi no. tersebut, ternyata itu adalah no. telp. Hotel Grand Menteng yang memang berlokasi di Matraman juga. Saya kembali menghubungi 108 Jakarta dan mendapatkan no. yang berbeda dengan sebelumnya yaitu 8190***. Segera saya hubungi no. telepon tersebut namun ternyata no. tersebut tulalit. Untuk ketiga kalinya saya kembali menghubungi layanan 108 Jakarta dan kembali saya mendapatkan no. yang berbeda dengan sebelumnya yaitu 8194***. Kali ini saya tak lupa menanyakan selain nomor ini apakah ada nomor lain, sang petugas dengan yakin memberitahukan kalau itu adalah satu-satunya nomor telepon Pahala Kencana yang terdaftar di Telkom. Dan untuk ketiga kalinya saya mendapatkan kekecewaan karena nomor tersebut adalah sebuah nomor untuk fax.


Kecewa dengan layanan 108 yang telah 3 kali memberikan nomor telepon yang salah maka saya memilih untuk mencari tahu nomor telepon yang saya maksud itu melalui mesin pencari Google di internet. Ternyata cara ini jauh lebih efektif karena saya segera bisa mendapatkan nomor telepon yang benar hanya dalam hitungan detik saja.


Saya jadi bertanya-tanya seperti apakah system database Telkom Jakarta kalau memberikan informasi no telepon saja bisa salah hingga 3 kali. Kalau untuk mencari nomor telepon sebuah perusahaan yang cukup besar seperti Pahala Kencana tentu bisa ditengok di internet namun bagaimana kalau yang dicari itu adalah nomor telepon rumah perseorangan? Padahal tak semua orang punya akses internet.

Jumat, 22 Agustus 2008

JPod - Douglas Coupland



Apa itu JPod? Selintas memang mirip iPod atau Jackpot tapi sebetulnya JPod sangat jauh dari kedua benda tersebut. JPod adalah sebuah cubicle di sebuah perusahaan pengembang video game untuk orang-orang yang namanya dimulai dengan huruf J. Sang tokoh utama yaitu Ethan Jarlewski adalah seorang pemuda yang sudah melewati masa twenty something dan mulai masuk ke kepala 3. Ethan dan bersama teman-temannya di JPod memiliki pola pikir dan kelakuan yang cukup ajaib sehingga seorang anggota terbaru JPod menganggap mereka semua itu sebagai kaum autis yang kekanak-kanakan. Kelakuan ajaib mereka itu misalnya membuat lomba menulis surat permohonan menjadi teman kepada Ronald McDonald atau membuat iklan menjual diri di e-Bay. Tuduhan Kaitlin, si anak baru di JPod, kalau teman-temannya mengidap autis sepertinya memang terbukti sebab mereka juga sering membuat perlombaan yang rasa-rasanya cuma akan dilakukan oleh orang yang sangat jenius sekali atau seorang autis. Perlombaan yang dimaksud adalah lomba mencari angka yang bukan bilangan prima diantara jejeran bilangan prima antara 10.000 sampai 100.000. Yang lebih sintingnya lagi yaitu mencari angka yang salah dari bilangan PI yang memiliki deret angka setelah koma sebanyak lebih dari 85 ribu digit.


Selain teman-teman kerja yang aneh, Ethan juga mempunyai keluarga yang aneh. Kedua orangtuanya gemar berselingkuh dan membuat masalah akibat perselingkuhannya. Kalau sudah begitu baik ibu maupun ayah Ethan akan menelepon sang putra untuk membereskannya. Sang Ibu yang tak sengaja membunuh teman selingkuhnya sedangkan ayahnya memacari adik kelasnya Ethan semasa SMA dulu. Masalah Ethan semakin bertambah ketika Greg sang kakak menyelndupkan pendatang gelap dari daratan China ke apartemen Ethan yang berujung dengan perkenalannya dengan Kam Fong seorang penyelundup manusia dan juga bandar narkoba keturunan China.


Berbagai kejadian komplek yang melibatkan perselingkuhan Steve, bosnya Ethan di kantor, dengan sang ibu yang melibatkan campur tangan Kam Fong akhirnya membawa Ethan terbang ke negeri China. Disana Ethan bertemu dengan seseorang yang sangat penting, coba tebak siapa dia? Dia adalah Doglas Coupland sang penulis ternama yang memang penulis asli buku ini. Ha...ha... luar biasa narsisnya manusia bernama Doglas Coupland yang memasukan dirinya dalam novel karangannya sendiri. Tapi Coupland tak ragu menggambarkan sosoknya dalam novel JPod ini sebagai sesosok pengarang buku yang jahat dan licik.


JPod adalah sebuah novel yang menggambarkan dunia kontemporer yang diwakili oleh Video Games, Ronald McDonald, e-bay, Toblerone, Ikea, kebangkitan industri China dan autisme yang dikemas dalam humor satire yang sangat memukau. Buku ini cukup tebal tapi jangan kuatir sebab isinya tidak seberat rupanya. Banyak hal-hal ngga penting yang ditampilan sang penulis tapi justru itu yang menjadikan novel ini beda dengan novel-novel lain. Sangat menarik dan lucu.

Kamis, 21 Agustus 2008

Merdeka?

Kata orang Indonesia masih belum merdeka sepenuhnya, memang penjajahan fisik sudah berakhir namun penjajahan dalam bentuk lainnya masih membuat kehidupan sebagian besar rakyat Indonesia masih susah. Yang dimaksud penjajahan dalam bentuk lain sebut saja korupsi dan kapitalisme. Baiklah ngebahas soal korupsi kayanya agak bikin capek jadi aku mau membahas soal Kapitaisme. Di tulisan yang pernah aku buat dalam blog ini, aku pernah menyebut kalau Kapitalisme adalah bentuk Kolonialisme. Karena topik ini dah pernah di bahas jadi ngga akan aku kupas lagi. Jadi mau nulis apa lagi? Oke, aku cuma mau sedikit menambahkan tulisan dari pemikiran yang belum aku tuang dalam tulisan sebelumnya.

Setelah dipikir-pikir kembali, sesungguhnya dari jaman kolonial Belanda dulu yang namanya kapitalisme sudah menjajah bumi nusantara. Ingatkah akan Vereenidge Oost-Indische Compagnie alias VOC atau lebih ngetop disebut kumpeni?Dengan kekuasaan monopoli dagang yang menguasai seluruh wilayah Timur Jauh termasuk Indonesia, VOC ini bisa disamakan sebagai korporasi global di masa kini. Dulu VOC mengeruk habis hasil bumi Indonesia yang keuntungannya sama sekali tidak dinikmati oleh pemilik asli bumi pertiwi kecuali hanya sekedar upah yang jumlah sangat tak seberapa. Begitu juga seperti masa kini, korporasi global juga terus menggerus bumi Indonesia untuk keuntungan mereka dan hanya menyisakan sedikit saja bagi segelintir orang Indonesia.

Keadaan justru lebih parah sekarang, sebab VOC dulu hanya mencoleng hasil bumi yang ada dipermukaan saja tapi korporasi global modern benar-benar mengeruk habis semua yang ada di bumi Indonesia. Ingat potongan lagu ini:

"Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya"

Rasa-rasanya lagu tersebut sudah tidak relevan lagi. Tapi bukan salah sang pencipta lagu tapi salah para pemimpin yang pernah dan sedang menguasai negara ini. Dengan atas nama investasi, pemerintah membiarkan begitu saja beberapa korporasi global semena-mena menguasai kekayaan alam Indonesia.

Dari dalam bumi, sebut saja Halliburton, Exxon, Caltex, PetroChina, Newmont, Freeport dan yang lainnya mengeruk aneka hasil tambang dari perut bumi. Sekarang kita naik ke permukaan tanah, disana kita akan menemukan para “petani” ultra modern seperti Cargill, Monsanto dan aneka agro corporation lainnya yang mulai mengekspansi tanah Indonesia dan mematikan petani radisional lokal secara perlahan-lahan. Belum lagi penguasaan beberapa pulau Indonesia oleh pihak asing untuk dibuat resort island yang harga menginapnya selangit dan tidak menggunakan mata uang rupiah.

“Indonesia Tanah Airku”. Tanah didalam dan dipermukaan sudah dikuasai, bagaimana dengan airnya? Air kita juga sudah dikuasai pihak asing, contoh paling mudah lihat saja yang mengurusi jasa air ledeng di Jakarta ini. Di Jakarta ada 2 rupa PDAM yaitu TPJ dan Palyja. Ladies and Gentlemen… TPG stand for Thames PAM Jaya dan Palyja is a short name of PAM Lyonnaise Jaya. Dari namanya kita udah tahu dari mana asal kedua perusahaan tersebut. Marilah isi titik-titik berikut ini ; Thames adalah sebuah sungai yang menjadi icon kota London yang merupakan ibukota negara… sedangakan Lyonnaise ada hubungan dengan klub sepakbola Lyon yang anggota liga sepakbola negara….

Tanah dan air sudah dikuasai, lalu masih ada udara. Udara Indonesia juga ngga kalah miris nasibnya dengan tanah air tercinta ini. Siapakah pemilik saham mayoritas Indosat? Pemerintah? Salah satu orang kaya Indonesia? Ting tong, kedua jawaban tadi salah… Sepertinya Indosat harus ganti nama jadi Singsat (jangan dibaca singset). Para provider telepon selular di Indonesia juga sebelas duabelas dengan Indosat, memang sih ngga seratus persen tapi tetap aja jadi yang paling dominan adalah korporasi milik asing mulai dari taipan Singapore, berhad Malaysia hingga ke Qatar dan Inggris.

Kalau alamnya sudah diberdayakan oleh pihak asing maka otomatis manusianya pun hanya jadi manusia jajahan belaka. Hidup dari upahan para kolonial global yang nantinya akan dihabiskan untuk membeli produk hasil korporasi global juga. Misalnya saja untuk makan McD dan minum Coca Cola sambil nonton sinetron kejar tayang buatan rumah produksi milik orang India.

Jadi kita masih di jajah, lalu kapan dong merdekanya? Apakah tanggal 17 Agustus masih relevan jadi hari kemerdekaan Indonesia? Ya tanggal 17 Agustus masih kita perlukan sebagai simbol pengingat makna kemerdekaan yang sesungguhnya. Namun kita baru bisa dikatakan merdeka seutuhnya apabila seluruh kekayaan yang ada di bumi Indonesia baik didalam atau diatas tanah dan air serta udara dinasionalisasikan. Kita tak perlu anti globalisasi, sebab nantinya kita akan terkucil. Lagipula beberapa produk kapitalisme global seperti MTV, atau McD sangat menyenangkan. Olimpiadepun sebetulnya adalah salah satu bentuk globalisasi yang disponsori oleh berbagai produk simbol kapitalisme, tapi tidak ada yang salah dengan olimpiade. Yang penting hasil kekayaan bumi kita sendiri dapat dinikmati oleh bangsa sendiri dan jangan ada pembiaran perompakan terang-teragan hasil alam kita.

Sabtu, 09 Agustus 2008

Pembukaan Olimpiade

Ada yang menonton upacara pembukaan olimpiade Beijing hari Jumat lalu? Well beruntunglah TVRI (tumben) yang berinisatif menyiarkan siaran langsungnya. Lumayanlah kita bisa nonton siaran langsung tersebut dengan gratis walaupun kadang-kadang terganggu oleh pemutaran iklan yang dilakukan secara semena-mena. Sudah lama sekali aku tidak pernah menonton TVRI, gara-gara cuma dialah TV lokal gratis yang menyiarkan kegiatan olimpiade di Indonesia.

Upacara pembukaan Olimpiade Beijing memang sangat spektakuler dan jauh lebih bagus daripada upacara pembukaan olimpiade Sydney dan Atlanta.Dari awal kita disuguhi pertunjukan yang sangat luar biasa. Sebuah pertunjukan hasil dari disiplin tingkat tinggi pelakunya dalam mewujudkan fantasi sang creator acara. Aneka kegiatan kesenian tradisional yang dipadukan oleh teknologi tinggi benar-benar membuat para pemirsa di seluruh dunia dibuat terpesona. Puncaknya adalah pada saat penyalahan api di caldron yang dilakukan dengan cara yang tak pernah dilakukan negara tuan rumah olimpiade sebelumnya. Biasanya Kaldron berada disisi lapangan tapi di olimpiade Beijing, Kaldron berada diatap stadion!!!

Awalnya api olimpiade dibawa masuk secara lari estafet mengelilingi stadion oleh para mantan atlet legendaries Cina, ritual ini nyaris sudah menjadi tradisi di berbagai olimpiade. Tapi bedanya, penerima obor terakhir bukannya lari di atas permukaan stadion tapi berlari secara melayang diatas stadion… Sang pelari terakhir ini diangkat mengelilingi stadion sambil melakukan gerakan seperti sedang berlari dengan diiringi latar belakang permainan laser yang berbentuk gulungan yang terbukan mengikuti jejak sang “pelari”. Dan klimaksnya gulungan laser akhirnya membuka caldron yang berbentuk seperti kertas yang dibuat berpilin.Sungguh sebuah ide baru yang luar biasa brilian.

Cina benar-benar sangat serius memanfaatkan kesempatan menjadi tuan rumah olimpiade dengan menggarap kegiatan pembukaan olimpiade ini dengan sedemikian spektanya. Apalagi kegiatan penyalaan api olimpiade di caldron yang benar-benar mengejutkan. Bahkan media massa yang biasanya selalu mendapat cara untuk mengetahui bocoran acara benar-benar tak dapat memprediksinya. Para pelaku kegiatan ini benar-benar disiplin dalam menjaga rahasia. Oke, marilah kita tunggu dan lihat apakah dalam olimpiade Beijing ini akan terjadi banyak kejutan-kejutan spektakuler seperti kejutan kegiatan upacara pembukaannya?