Selasa, 31 Juli 2007

Harry Potter and The Deathly Hallows

Akhirnya seri terakhir dari kisah petualangan si penyihir cilik Harry Potter keluar juga. Yap Harry Potter yang penyihir ini memang tokoh fiksi hasil rekaan tante JK Rowlings tapi ceritanya mampu menyihir jutaan pembaca dari seluruh dunia baik anak-anak maupun orang dewasa untuk rebutan membaca kisahnya, hasilnya yang jadi happy dan sugih tentunya sang pengarangnya sendiri. Saking lakunya buku Harry Potter terjual di seluruh penjuru bumi ini, tante Rowling yang tadinya cuma seorang warga Inggris kelas menengah bawah mendadak berubah jadi seorang jutawati yang kekayaannya nyaingin kekayaan Ratu Inggris. Harry Potter memang berhasil menyihir pengarangnya jadi seorang multi millionaire tetapi Harry Potter ngga mampu menemukan mantra yang paten untuk membendung serangan para pembajak di dunia maya. Sedikit saran untuk Harry Potter, mungkin bisa dicoba mantra karangan saya, wes ewes ewes bablas piratus ne.

Seri ketujuh atau terakhir ini diberi sub judul Harry Potter and The Deathly of Hallows. Buku terakhir ini menjadi seri Harry Potter yang paling gelap dan penuh duka. di seri-seri sebelum Rowlings udah dengan teganya menebar duka dengan mematikan beberapa tokoh yang penting dalam kehidupan Harry Potter tapi tidak pernah sampai sebanyak di seri ini. Pembaca Harry Potter pertama kali diperkenalkan dengan kematian pada seri Harry Potter and The Goblet of Fire, disini yang tewas adalah Cedric Diggory teman sekaligus rival Harry Potter dalam kompetisi Triwizard Challange dan kehidupan percintaan. Lalu pada buku berikutnya yaitu Harry Potter and The Order of Phoenix kembali pembaca dibuat sedih dengan kematian Sirius Black godfathernya Harry Potter. Dan yang paling bikin shock pembaca Harry Potter adalah kematian professor Dumbledore di Harry Potter and The Half-Blood Prince. Tapi itu belum seberapa dibandingkan dengan kematian beberapa tokoh penting lainnya di seri pamungkas ini, salah satunya adalah Hedwig si burung hantu teman Harry Potter yang paling setia.


Selain lebih gelap, buku Harry Potter kali ini juga menampilkan petualangan yang sangat berbeda dari seri-seri sebelumnya. Apabila di seri sebelumnya sebagian besar cerita bersetting di Hogwart, sekolahannya Harry Potter, maka di seri ini Harry beserta dua temannya Ron dan Hermione harus berpetualang ke berbagai tempat makanya petualangan mereka kali ini jadi lebih seru. Bila di seri sebelumnya pembaca bisa saja mengikuti ceritanya dengan baik tanpa membaca seri sebelumnya maka di buku ini jangan harap pembaca baru bisa mudeng dengan ceritanya sebab untuk bisa mngerti ceritanya dengan baik diperlukan pengetahuan-pengetahuan dari cerita pada seri-seri sebelumnya.


Ceritanya sendiri masih seputar Harry Potter yang dikejar-kejar oleh musuh lamanya Lord Voldemort dan anak buahnya yang disebut death eaters. Kali ini posisi Voldemort lagi kuat-kuatnya jadi ngga heran kalau jatuh banyak korban. Sementara itu selain berusaha menyelamatkan diri dari kejaran Voldemort, Harry juga punya kewajiban moral untuk menyelesaikan tugas yang diamanatkan professor Dumbledore sebelum tewas. Untuk itu maka Harry, Ron dan Hermione memutuskan untuk minggat dari Hogwart dan pergi berpetualang ke berbagai tempat yang diyakini menyimpan petunjuk untuk menyelesaikan tugas yang mereka emban. Petualangan mereka ini ternyata mampu membuka beberapa tabir-tabir rahasia yang seputar dunia persihiran dan seputar kehidupan pribadi beberapa orang penting dalam hidup mereka. Pada akhirnya berkat pengetahuan dan senjata-senjata yang mereka peroleh dari petualangannya itu, Harry berhasil mengenyahkan Voldemort baik dari dalam jiwanya maupun dari muka bumi ini. Pertempuran terakhir Harry dengan Voldemort dilakukan di Hogwart yang merupakan rumah bagi mereka berdua. Ternyata ada sebuah kejutan besar yang terungkap di akhir cerita tepat sebelum Harry duel dengan Voldemort yaitu tentang Snape yang terlihat selalu membenci Harry tapi di sisi lain beberapa kali pernah menyelamatkan hidupnya ternyata mempunya rahasia yang besar yang menjadi kunci kemenangan Harry Potter atas Voldemort.


Ngga ngebayangin kalau seri terakhir ini difilmkan, apakah ada sutradara yang mampu menuangkan fantasi-fantasi tersebut ke layar kaca. Seharusnya bila ada sutradaranya sukses menterjemahkan buku ini ke film, hasilnya akan lebih bagus daripada The Lord of The Ring. Tapi sekali lagi disarankan untuk tidak berekspektasi terlalu besar untuk mendapatkan versi film Harry Potter yang sedasyat versi bukunya.

Selasa, 24 Juli 2007

Si Penggoda

Aku punya teman yang punya hobi godain lawan jenis, sebut saja miss S (S untuk Siren). Miss S ini sebetulnya sudah punya pacar tapi entah kenapa dia itu tetap saja hobi menggodai pria-pria di sekitarnya bahkan sampai tidak pandang bulu, entah itu suami orang atau laki-laki yang usianya jauh dibawahnya, pokoknya asal laki-laki bakalan dia embat. Mungkin juga miss S ini kesepian kali ya... tapi seharusnya ngga gitu dong caranya. Kalau memang sudah ngga nyaman sama pacar sendiri ya udah putusin aja dan cari lagi yang lain tokh sebagai cewek penggoda gue yakin miss S ini gampang aja untuk mendatangkan laki-laki lain kepelukannya. Hampir seluruh mahluk berjenis kelamin laki-laki di kantornya yang dapat dikategorikan muda pernah digoda miss S ini, ada juga yang risih ada juga yang kege-eran dan ada juga yang sengaja menikmatinya. Namanya juga cowo kalau sedikit diperhatiin aja langsung lupa daratan. Ngga taulah gimana cara ngomong miss S ini kepada para laki-laki tapi secara bahasa tubuh kentara banget penggodanya mulai dari mengelap sendok sampai mengelap keringat laki-laki lain yang bukan pacarnya.
Miss S ini ngga sekadar menggodai cowok-cowok saja, kadang-kadang dia juga suka agak eksibisionis terhadap teman perempuannya. Maksudnya disini adalah miss S ini juga suka memamerkan kelengketannya terhadap berbagai macam laki-laki tanpa malu-malu di depan temannya sendiri. Sebagai teman aku sangat tidak menyukai caranya ini, mau menasehati tapi kesannya kok cemburu gitu, nanti si miss S ini makin ge-er aja ya udalah cuekin aja selama dia ngga ganggu aku.
Secara fisik sih dia ngga bagus-bagus amat tapi mungkin ada pendekatan khusus yang aku dan para umumnya perempuan baik-baik ini ngga tau. Apa sih yang dia cari dari petualangannya mendekati berbagai macam pejantan? Sebetulnya aku liat ngga terlalu banyak benefitnya kecuali beberapa kali ada yang nganterin dia pulang, malah kesannya jadi seperti cewek bitchy gitu deh... Walapun teman tapi ngga ngerti juga jalan pikiran anak ini, kadang aku suka merasa mungkin ada bagian dari jiwanya yang sakit atau mungkin jiwanya yang memang kesepian, atas alasan inilah aku masih berhubungan baik dengannya walapun kadang-kadang sering ngomongin kelakuan dia di belakang.
Untuk para pria yang sedang baca blog ini mungkin mengenal sosok yang sedang aku bicarakan ini bahkan barangkali anda juga adalah mantan korban perasaan miss S ini???

Jumat, 20 Juli 2007

RIP : Pintu Kantin

Tadi siang kira-kira jam 12 kurang di kantorku terjadi peristiwa yang cukup menghebohkan yaitu rubuhnya pintu kantin secara tiba-tiba. Saat itu sudah merupakan jam makan siang bagi sebagian karyawan terutama bapak-bapak di bagian produksi dan bertepatan pula dengan hari Jumat sehingga banyak yang sengaja pergi makan lebih cepat. Tiba-tiba saja tidak ada hujan tidak ada angin pintu tersebut rubuh begitu saja ke arah luar persis seperti pintu yang habis ditendang orang dalam film-film action hollywood padahal saat itu tidak ada orang yang melewati atau berdiri di dekat pintu tersebut. Rubuhnya pintu secara mendadak yang kebetulan terjadi di hari Jumat ini langsung menimbulkan spekulasi dari bapak-bapak tersebut, mulai dari teori yang agak-agak supranatural hingga ke teori ilmiah yang canggih.
Sebetulnya kejadian tersebut aku rasa sama sekali bukan sebuah peristiwa supranatural tapi karena memang pintunya saja yang sudah seharusnya diganti. Jenis pintu kantin kantorku sepertinya ingin dibuat sejenis swing door gitu deh tapi ternyata bahan pintunya sendiri tidak terlalu kokoh yaitu hanya terbuat dari triplek dengan rangka kayu. Jenis pintu swing door dirancang untuk bisa dibuka baik dengan cara ditarik maupun didorong, begitu kita lepas dia akan otomatis menutup sendiri. Makanya dikasih nama swing door karena pintu ini gemar berswing-swing sendiri (apaan coba) sehingga beban yang ditanggung pintu berayun ini menjadi lebih berat dibandingkan dengan pintu konvensional. Secara setiap hari dibuka dan diswing oleh ratusan orang yang akan masuk/keluar kantin maka otomatis pada suatu saat pintu tersebut akan give up dan memutuskan untuk tewas ala pintu yaitu dengan merubuhkan dirinya sendiri secara tiba-tiba. Dan pintu kantinku ini memutuskan untuk berisitirahat dengan cara yang damai, Rest in Peace... Bisa dikatakan damai karena walaupun telah bikin heboh dengan rubuh disaat kantin penuh orang tapi pintu ini memilih untuk tidak mencari korban lain dengan menjatuhkan dirinya ke kepala orang. Memang itulah cara pintu kantinku untuk mengakhiri tugasnya, rubuh dengan damai... Selamat berisitirahat pintu kantinku mudah-mudahan dirimu tidak dijadikan zombie oleh orang-orang maintenance yang memang suka mendaur ulang barang rusak...

Kamis, 19 Juli 2007

Simpsons quote

Buat Para fansnya The Simpson bentar lagi versi layar lebar film favorit kalian akan beredar di bisokop. Sebelumnya ada cungkilan quotes terbaik yang disarikan dari sebuah blog milik salah seorang fansnya "The Simpsons". Apakah ada yang jadi favorit kalian?


101 Greatest Simpsons Quotes
By James A. on July 19th, 2007


If “The Simpsons” have taught us anything it’s that two-dimensional characters are funnier than three-dimensional ones. There are as many great Simpsons quotes as there are Republicans in hell, which is another way to say “a lot.” For 18 years the residents of Springfield have been piling up the wittiest quotes ever uttered on TV. So, before the animated series hits the silver screen next week, here are the best quotes in Simpsons television history, in no particular order…



Homer: D’oh.
Ralph: Me fail English? That’s unpossible.
Lionel Hutz: This is the greatest case of false advertising I’ve seen since I sued the movie “The Never Ending Story.”
Sideshow Bob: No children have ever meddled with the Republican Party and lived to tell about it.
Troy McClure: Don’t kid yourself, Jimmy. If a cow ever got the chance, he’d eat you and everyone you care about!
Comic Book Guy: The Internet King? I wonder if he could provide faster nudity…
Homer: Oh, so they have Internet on computers now!
Ned Flanders: I’ve done everything the Bible says — even the stuff that contradicts the other stuff!
Comic Book Guy: Your questions have become more redundant and annoying than the last three “Highlander” movies.
Chief Wiggum: Uh, no, you got the wrong number. This is 9-1…2.
Sideshow Bob: I’ll be back. You can’t keep the Democrats out of the White House forever, and when they get in, I’m back on the streets, with all my criminal buddies.
Homer: When I held that gun in my hand, I felt a surge of power…like God must feel when he’s holding a gun.
Nelson: Dad didn’t leave… When he comes back from the store, he’s going to wave those pop-tarts right in your face!
Milhouse: Remember the time he ate my goldfish? And you lied and said I never had goldfish. Then why did I have the bowl, Bart? *Why did I have the bowl?*
Lionel Hutz: Well, he’s kind of had it in for me ever since I accidentally ran over his dog. Actually, replace “accidentally” with “repeatedly” and replace “dog” with “son.”
Comic Book Guy: Last night’s “Itchy and Scratchy Show” was, without a doubt, the worst episode *ever.* Rest assured, I was on the Internet within minutes, registering my disgust throughout the world.
Homer: I’m normally not a praying man, but if you’re up there, please save me, Superman.
Homer: Save me, Jeebus.
Mayor Quimby: I stand by my racial slur.
Comic Book Guy: Oh, loneliness and cheeseburgers are a dangerous mix.
Homer: You don’t like your job, you don’t strike. You go in every day and do it really half-assed. That’s the American way.
Chief Wiggum: Fat Tony is a cancer on this fair city! He is the cancer and I am the…uh…what cures cancer?
Homer: Bart, with $10,000 we’d be millionaires! We could buy all kinds of useful things like…love!
Homer: Fame was like a drug. But what was even more like a drug were the drugs.
Homer: Books are useless! I only ever read one book, “To Kill A Mockingbird,” and it gave me absolutely no insight on how to kill mockingbirds! Sure it taught me not to judge a man by the color of his skin…but what good does *that* do me?
Chief Wiggum: Can’t you people take the law into your own hands? I mean, we can’t be policing the entire city!
Homer: Weaseling out of things is important to learn. It’s what separates us from the animals…except the weasel.
Reverend Lovejoy: Marge, just about everything’s a sin. [holds up a Bible] Y’ever sat down and read this thing? Technically we’re not supposed to go to the bathroom.
Homer: You know, the one with all the well meaning rules that don’t work out in real life, uh, Christianity.
Smithers: Uh, no, they’re saying “Boo-urns, Boo-urns.”
Hans Moleman: I was saying “Boo-urns.”
Homer: Kids, you tried your best and you failed miserably. The lesson is, never try.
Homer: Here’s to alcohol, the cause of — and solution to — all life’s problems.
Homer: When will I learn? The answers to life’s problems aren’t at the bottom of a bottle, they’re on TV!
Chief Wiggum: I hope this has taught you kids a lesson: kids never learn.
Homer: How is education supposed to make me feel smarter? Besides, every time I learn something new, it pushes some old stuff out of my brain. Remember when I took that home winemaking course, and I forgot how to drive?
Homer: Homer no function beer well without.
Duffman: Duffman can’t breathe! OH NO!
Grandpa Simpson: Dear Mr. President, There are too many states nowadays. Please, eliminate three. P.S. I am not a crackpot.
Homer: Old people don’t need companionship. They need to be isolated and studied so it can be determined what nutrients they have that might be extracted for our personal use.
Troy McClure: Hi. I’m Troy McClure. You may remember me from such self-help tapes as “Smoke Yourself Thin” and “Get Some Confidence, Stupid!”
Homer: A woman is a lot like a refrigerator. Six feet tall, 300 pounds…it makes ice.
Homer: Son, a woman is like a beer. They smell good, they look good, you’d step over your own mother just to get one! But you can’t stop at one. You wanna drink another woman!
Homer: Facts are meaningless. You could use facts to prove anything that’s even remotely true!
Mr. Burns: I’ll keep it short and sweet — Family. Religion. Friendship. These are the three demons you must slay if you wish to succeed in business.
Kent Brockman: …And the fluffy kitten played with that ball of string all through the night. On a lighter note, a Kwik-E-Mart clerk was brutally murdered last night.
Ralph: Mrs. Krabappel and Principal Skinner were in the closet making babies and I saw one of the babies and then the baby looked at me.
Apu: Please do not offer my god a peanut.
Homer: You don’t win friends with salad.
Mr. Burns: I don’t like being outdoors, Smithers. For one thing, there’s too many fat children.
Sideshow Bob: Attempted murder? Now honestly, what is that? Do they give a Nobel Prize for attempted chemistry?
Chief Wiggum: They only come out in the night. Or in this case, the day.
Mr. Burns: Whoa, slow down there, maestro. There’s a *New* Mexico?
Homer: He didn’t give you gay, did he? Did he?!
Comic Book Guy: But, Aquaman, you cannot marry a woman without gills. You’re from two different worlds… Oh, I’ve wasted my life.
Homer: Marge, it takes two to lie. One to lie and one to listen.
Superintendent Chalmers: I’ve had it with this school, Skinner. Low test scores, class after class of ugly, ugly children…
Mr. Burns: What good is money if it can’t inspire terror in your fellow man?
Homer: Oh, everything looks bad if you remember it.
Ralph:Slow down, Bart! My legs don’t know how to be as long as yours.
Homer: Donuts. Is there anything they can’t do?
Frink: Brace yourselves gentlemen. According to the gas chromatograph, the secret ingredient is… Love!? Who’s been screwing with this thing?
Apu: Yes! I am a citizen! Now which way to the welfare office? I’m kidding, I’m kidding. I work, I work.
Milhouse: We started out like Romeo and Juliet, but it ended up in tragedy.
Mr. Burns: A lifetime of working with nuclear power has left me with a healthy green glow…and left me as impotent as a Nevada boxing commissioner.
Homer: Kids, kids. I’m not going to die. That only happens to bad people.
Milhouse: Look out, Itchy! He’s Irish!
Homer: I’m going to the back seat of my car, with the woman I love, and I won’t be back for ten minutes!
Smithers: I’m allergic to bee stings. They cause me to, uh, die.
Barney: Aaah! Natural light! Get it off me! Get it off me!
Principal Skinner: That’s why I love elementary school, Edna. The children believe anything you tell them.
Sideshow Bob: Your guilty consciences may make you vote Democratic, but secretly you all yearn for a Republican president to lower taxes, brutalize criminals, and rule you like a king!
Barney: Jesus must be spinning in his grave!
Superintendent Chalmers: “Thank the Lord”? That sounded like a prayer. A prayer in a public school. God has no place within these walls, just like facts don’t have a place within an organized religion.
Mr. Burns: [answering the phone] Ahoy hoy?
Comic Book Guy: Oh, a *sarcasm* detector. Oh, that’s a *really* useful invention!
Marge: Our differences are only skin deep, but our sames go down to the bone.
Homer: What’s the point of going out? We’re just going to wind up back here anyway.
Marge: Get ready, skanks! It’s time for the truth train!
Bill Gates: I didn’t get rich by signing checks.
Principal Skinner: Fire can be our friend; whether it’s toasting marshmallows or raining down on Charlie.
Homer: Oh, I’m in no condition to drive. Wait a minute. I don’t have to listen to myself. I’m drunk.
Homer: And here I am using my own lungs like a sucker.
Comic Book Guy: Human contact: the final frontier.
Homer: I hope I didn’t brain my damage.
Krusty the Clown: And now, in the spirit of the season: start shopping. And for every dollar of Krusty merchandise you buy, I will be nice to a sick kid. For legal purposes, sick kids may include hookers with a cold.
Homer: I’m a Spalding Gray in a Rick Dees world.
Dr. Nick: Inflammable means flammable? What a country.
Homer: Beer. Now there’s a temporary solution.
Comic Book Guy: Stan Lee never left. I’m afraid his mind is no longer in mint condition.
Nelson: Shoplifting is a victimless crime. Like punching someone in the dark.
Krusty the Clown: Kids, we need to talk for a moment about Krusty Brand Chew Goo Gum Like Substance. We all knew it contained spider eggs, but the hantavirus? That came out of left field. So if you’re experiencing numbness and/or comas, send five dollars to antidote, PO box…
Milhouse: I can’t go to juvie. They use guys like me as currency.
Homer: Son, when you participate in sporting events, it’s not whether you win or lose: it’s how drunk you get.
Homer: I like my beer cold, my TV loud and my homosexuals flaming.
Apu: Thank you, steal again.
Homer: Marge, you being a cop makes you the man! Which makes me the woman — and I have no interest in that, besides occasionally wearing the underwear, which as we discussed, is strictly a comfort thing.
Ed Begley Jr.: I prefer a vehicle that doesn’t hurt Mother Earth. It’s a go-cart, powered by my own sense of self-satisfaction.
Bart: I didn’t think it was physically possible, but this both sucks *and* blows.
Homer: How could you?! Haven’t you learned anything from that guy who gives those sermons at church? Captain Whatshisname? We live in a society of laws! Why do you think I took you to all those Police Academy movies? For fun? Well, I didn’t hear anybody laughing, did you? Except at that guy who made sound effects. Makes sound effects and laughs. Where was I? Oh yeah! Stay out of my booze.
Homer: Lisa, vampires are make-believe, like elves, gremlins, and Eskimos

Rabu, 18 Juli 2007

Bajakan di Hypermarket Perancis

Kemarin sore aku mengunjungi sebuah toko jaringan hypermarket terkemuka asal Perancis yang berlokasi di Jakarta Timur persisnya di bekas area milik TNI AU. Ketika jalan-jalan ke area elektronik, aku cukup terkejut ketika melihat sebuah display TV dan DVD player yang ternyata sedang memutar film "300". Setahuku DVD original film "300" ini belum beredar (Menurut Google baru akan release bulan Agustus depan). Secara kasat mata dapat dilihat kualitas gambar yang agak kurang dan teks terjemahannya yang agak-agak ngaco, maka dapat disimpulkan bahwa DVD yang diputar adalah DVD bajakan.
Sungguh ironis sebuah hypermarket yang katanya jaringannya internasional ikut-ikutan pedagang kaki lima muter film bajakan di display produknya. Aku ngga ngerti entah disengaja atau tidak toko tersebut memutar film bajakan. Bisa juga tidak sengaja mungkin ada karyawannya yang sangat menggemari film "300" ini sehingga memutarnya di display tersebut. Bisa jadi memang disengaja untuk membuktikan kualitas DVD player tersebut yang mampu membaca DVD bajakan dengan baik. Memang ada beberapa merk DVD player terkenal yang agak susah membaca DVD bajakan seperti pengalaman seorang teman yang membeli sebuah DVD player merk perusahaan elektronik terkemuka eropa. Sewaktu dicoba pertama memakai DVD original hasilnya sangat bagus sekali tapi sewaktu mencoba memutar DVD bajakan, playernya ternyata tidak mau membaca tapi ketika DVD bajakan tersebut dicoba di player merk ecek-ecek malah bisa terbaca.
Jadinya aku agak sangsi dengan hypermarket tersebut, jangan-jangan diantara barang yang mereka jual juga terdapat barang bajakan atau palsu... hi... Merk Internasional ternyata ngga jamin juga...

Selasa, 17 Juli 2007

Krisis Air

Sudah dua hari ini di kantorku mengalami krisis air bersih gara-gara ada kebocoran pada pipa saluran air. Semula airnya masih keluar tapi kotor, warna kecoklatan penuh tanah gitu deh... Terpaksalah kalau mau buang air kecil harus mengambil air minum galon untuk bersih-bersih areal sensitif. Aku pun mengalaminya sendiri pengalaman "bersih-bersih" menggunakan air minum galonan. Aku yang saat itu kebelet sudah terdesak HIV (Hasrat Ingin Vivis) buru-buru mengambil air dingin dari dispenser tanpa dicampur oleh air panasnya alhasil ketika diguyurkan ke sekitar selangkangan rasa dingin langsung menyebar ke seluruh tubuh. Efek semriwing ini ternyata tidak cepat hilang sehingga efek semriwing ini masih terasa dalam jangka waktu yang agak lama. Lama-lama keadaan menjadi parah karena katanya lagi dalam perbaikan jadi saluran air dimatikan sama sekali, wah kalau dah begini makin repot aja sebab jika sebelumnya sisa-sisa buang hajat kita masih bisa diflush dengan air kotor sekarang sudah tidak bisa sama sekali, masa untuk membuang residu ekskresi kita harus menggunakan air minum juga???

Kini baru aku sadari kelemahan sistem pertoiletan modern yang sudah meninggalkan model bak dan ember dan diganti dengan keran shower ternyata punya kelemahan yang agak fatal. Di sistem pertoiletan tradisional yang menggunakan bak dan ember memungkinkan untuk dilakukan "penimbunan" air sehingga ketika terjadi force majeure seperti air padam, pipa bocor ataupun banjir paling ngga masih ada stock air bersih yang bisa dipakai untuk kasus-kasus kebelet.

Krisis air juga jadi isu yang lagi anget-angetnya dibicarakan selebritis dunia, sewaktu konser Live Earth pekan lalu di beberapa kota besar dunia, inilah salah satu isu yang digotong. Bahkan seorang Jennifer Aniston menyarankan untuk membudidayakan kebiasaan mandi menggunakan shower karena cara ini lebih irit air ketimbang mandi menggunakan gayung dan bathtub. Iya sih sebetulnya ide mantan istri Brad Pitt ini ada benarnya juga tapi mungkin miss Aniston ini belum pernah mengalami sengsaranya tinggal di Jakarta yang udaranya panas dan penuh polusi, ketika pulang hendak membersihkan badan dari keringat dan debu tiba-tiba air di shower tidak jalan karena ada gangguan dari saluaran PAM... tada... kesian deh loe...

Jadi yang modern itu ngga selamanya baik dan canggih. Memang sih cara modern lebih memudahkan hidup tapi janganlah kita melupakan unsur-unsur tradisional sebab ternyata cara tradisional lebih tahan krisis daripada cara modern.

Senin, 16 Juli 2007

Perfume - Patrick Suskind

Novel fiksi karya pengarang Jerman Patrick Suskind memiliki judul asli Das Parfum ini bercerita tentang perjalanan hidup seorang anak manusia yang dilahirkan di sebuah kios ikan kumuh di kota Paris yang pada masa itu (sekitar abad 18) sangat bau dan jorok sekali. Sang anak yang diberi nama Jean-Baptiste Grenouille sejak bayi sudah ditelantarkan oleh ibunya ini memiliki kelainan yaitu tidak memiliki aroma tubuh selain itu ada aura negatif yang dipancarkannya membuat orang lain enggan lama-lama berdekatan dengannya. Disamping kekurangan ternyata Grenouille juga dianugerahi kelebihan pada indera penciumannya yang dapat mengindentifikasi berbagai macam bebauan bahkan dari jarak yang sangat jauh dan semua bebauan yang pernah diciumnya itu secara otomatis langsung terekam dalam bank data pada otaknya. Hidupnya yang sangat kekurangan cinta membuat Grenouille tumbuh menjadi manusia aneh yang sangat anti sosial.


Bisa dikatakan bahwa Grenouille melihat dunia dengan hidung bukan mata. Waktu luangnya digunakan untuk berkeliling kota sambil membaui segala macam yang dilewati hingga suatu saat dia berhasil menagkap sebuah aroma yang sangat menarik hatinya yaitu aroma seorang gadis perawan yang baru mekar. Grenouille yang agak sinting ini bahkan sampai nekad membunuh gadis malang tersebut dan seluruh aroma tubuhnya dia serap habis. Hasrat Grenouille muda akan berbagai macam aroma terasah setelah ia berhasil mendapat pekerjaan di sebuah toko parfum yang nyaris bangkrut di kota Paris. Disinilah kemampuan Grenouille benar-benar terasah sekarang ia mampu membuat aneka macam wewangian yang sesuai dengan kemauannya.


Rasa penasarannya akan berbagai macam teknik pengambilan aroma dari suatu benda membawa Grenouille berpetualang hingga ke sebuah kota kecil bernama Grasse. Walaupun terbilang berukuran kecil, Grasse rupanya adalah sebuah sentra penghasil parfum bahkan disini bisa ditemukan berbagai macam teknik penyulingan yang lebih halus daripada apa yang telah dipelajari oleh Grenouille di Paris sebelumnya. Di kota ini pulalah Grenouille terperangah ketika tiba-tiba dia kembali mencium aroma memabukan yang sama seperti aroma gadis yang dibunuhnya di Paris dulu. Hal ini makin membuat obsesinya makin menggila, dengan ketekunan dan kesabaran, Grenouille berusaha untuk membuat parfum beraroma gadis tersebut langsung dari tubuhnya dengan cara tentunya dibunuh dulu. Ngga cuma itu untuk menyempurnakannya terlebih dulu Grenouille juga membunuh 24 gadis perawan lainnya sehingga tercipta sebuah aroma yang membuat semua orang akan memandang dan memujinya bagai seorang dewa. Walaupun dia sudah berhasil membuat semua orang yang mencium aromanya tergila-gila terhadapnya namun jiwanya tetap terasa kosong karena segala puja-puji tersebut adalah palsu bukan berasal dari cinta yang sesungguhnya. Hal ini membuat Grenouille tersadar dan akhirnya dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara yang sangat tragis.