Kamis, 21 Agustus 2008

Merdeka?

Kata orang Indonesia masih belum merdeka sepenuhnya, memang penjajahan fisik sudah berakhir namun penjajahan dalam bentuk lainnya masih membuat kehidupan sebagian besar rakyat Indonesia masih susah. Yang dimaksud penjajahan dalam bentuk lain sebut saja korupsi dan kapitalisme. Baiklah ngebahas soal korupsi kayanya agak bikin capek jadi aku mau membahas soal Kapitaisme. Di tulisan yang pernah aku buat dalam blog ini, aku pernah menyebut kalau Kapitalisme adalah bentuk Kolonialisme. Karena topik ini dah pernah di bahas jadi ngga akan aku kupas lagi. Jadi mau nulis apa lagi? Oke, aku cuma mau sedikit menambahkan tulisan dari pemikiran yang belum aku tuang dalam tulisan sebelumnya.

Setelah dipikir-pikir kembali, sesungguhnya dari jaman kolonial Belanda dulu yang namanya kapitalisme sudah menjajah bumi nusantara. Ingatkah akan Vereenidge Oost-Indische Compagnie alias VOC atau lebih ngetop disebut kumpeni?Dengan kekuasaan monopoli dagang yang menguasai seluruh wilayah Timur Jauh termasuk Indonesia, VOC ini bisa disamakan sebagai korporasi global di masa kini. Dulu VOC mengeruk habis hasil bumi Indonesia yang keuntungannya sama sekali tidak dinikmati oleh pemilik asli bumi pertiwi kecuali hanya sekedar upah yang jumlah sangat tak seberapa. Begitu juga seperti masa kini, korporasi global juga terus menggerus bumi Indonesia untuk keuntungan mereka dan hanya menyisakan sedikit saja bagi segelintir orang Indonesia.

Keadaan justru lebih parah sekarang, sebab VOC dulu hanya mencoleng hasil bumi yang ada dipermukaan saja tapi korporasi global modern benar-benar mengeruk habis semua yang ada di bumi Indonesia. Ingat potongan lagu ini:

"Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya"

Rasa-rasanya lagu tersebut sudah tidak relevan lagi. Tapi bukan salah sang pencipta lagu tapi salah para pemimpin yang pernah dan sedang menguasai negara ini. Dengan atas nama investasi, pemerintah membiarkan begitu saja beberapa korporasi global semena-mena menguasai kekayaan alam Indonesia.

Dari dalam bumi, sebut saja Halliburton, Exxon, Caltex, PetroChina, Newmont, Freeport dan yang lainnya mengeruk aneka hasil tambang dari perut bumi. Sekarang kita naik ke permukaan tanah, disana kita akan menemukan para “petani” ultra modern seperti Cargill, Monsanto dan aneka agro corporation lainnya yang mulai mengekspansi tanah Indonesia dan mematikan petani radisional lokal secara perlahan-lahan. Belum lagi penguasaan beberapa pulau Indonesia oleh pihak asing untuk dibuat resort island yang harga menginapnya selangit dan tidak menggunakan mata uang rupiah.

“Indonesia Tanah Airku”. Tanah didalam dan dipermukaan sudah dikuasai, bagaimana dengan airnya? Air kita juga sudah dikuasai pihak asing, contoh paling mudah lihat saja yang mengurusi jasa air ledeng di Jakarta ini. Di Jakarta ada 2 rupa PDAM yaitu TPJ dan Palyja. Ladies and Gentlemen… TPG stand for Thames PAM Jaya dan Palyja is a short name of PAM Lyonnaise Jaya. Dari namanya kita udah tahu dari mana asal kedua perusahaan tersebut. Marilah isi titik-titik berikut ini ; Thames adalah sebuah sungai yang menjadi icon kota London yang merupakan ibukota negara… sedangakan Lyonnaise ada hubungan dengan klub sepakbola Lyon yang anggota liga sepakbola negara….

Tanah dan air sudah dikuasai, lalu masih ada udara. Udara Indonesia juga ngga kalah miris nasibnya dengan tanah air tercinta ini. Siapakah pemilik saham mayoritas Indosat? Pemerintah? Salah satu orang kaya Indonesia? Ting tong, kedua jawaban tadi salah… Sepertinya Indosat harus ganti nama jadi Singsat (jangan dibaca singset). Para provider telepon selular di Indonesia juga sebelas duabelas dengan Indosat, memang sih ngga seratus persen tapi tetap aja jadi yang paling dominan adalah korporasi milik asing mulai dari taipan Singapore, berhad Malaysia hingga ke Qatar dan Inggris.

Kalau alamnya sudah diberdayakan oleh pihak asing maka otomatis manusianya pun hanya jadi manusia jajahan belaka. Hidup dari upahan para kolonial global yang nantinya akan dihabiskan untuk membeli produk hasil korporasi global juga. Misalnya saja untuk makan McD dan minum Coca Cola sambil nonton sinetron kejar tayang buatan rumah produksi milik orang India.

Jadi kita masih di jajah, lalu kapan dong merdekanya? Apakah tanggal 17 Agustus masih relevan jadi hari kemerdekaan Indonesia? Ya tanggal 17 Agustus masih kita perlukan sebagai simbol pengingat makna kemerdekaan yang sesungguhnya. Namun kita baru bisa dikatakan merdeka seutuhnya apabila seluruh kekayaan yang ada di bumi Indonesia baik didalam atau diatas tanah dan air serta udara dinasionalisasikan. Kita tak perlu anti globalisasi, sebab nantinya kita akan terkucil. Lagipula beberapa produk kapitalisme global seperti MTV, atau McD sangat menyenangkan. Olimpiadepun sebetulnya adalah salah satu bentuk globalisasi yang disponsori oleh berbagai produk simbol kapitalisme, tapi tidak ada yang salah dengan olimpiade. Yang penting hasil kekayaan bumi kita sendiri dapat dinikmati oleh bangsa sendiri dan jangan ada pembiaran perompakan terang-teragan hasil alam kita.

Tidak ada komentar: