Rabu, 05 Desember 2007

Roti Gambang



Siang ini tiba-tiba aku ngidam ingin makan roti gambang... eits jangan bikin gosip dulu, ngidam kan bukan cuma hak ekslusifnya ibu-ibu hamil aja... Jadi boleh dong aku ngidam. Entah kena angin apa kok tiba-tiba aja aku kepikiran dengan sebuah roti yang bentuknya mirip batu-bata mini bertaburkan wijen ini. Roti gambang ini salah satu makanan kedoyanan mamaku yang ditularkan secara paksa kepadaku waktu kecil dulu sampai aku terbosan-bosan dan nyaris membencinya. Namun setelah bertahun-tahun tidak ketemu kue gambang aku jadi kangen juga nih...




Roti gambang memang termasuk makanan khas Indonesia yang sudah nyaris punah makanya jadi langka dan agak-agak sulit mencarinya. Salah satu penyebab kelangkaan roti gambang ini akibat mitos yang mengatakan kalau roti gambang ini adalah rotinya nenek-nenek sehingga para anak muda lebih senang memilih roti isi coklat, keju dan selai-selai lainnya. Entah darimana mitos ini muncul mungkin karena roti gambang adalah roti resep jaman dulu warisan dari para nenek jadinya roti gambang dianggap rotinya nenek-nenek. Juga mungkin karena tampilan fisiknya yang kurang "manis", berbentuk panjang, berwarna coklat dan bertekstur keras sehingga memberikan kesan keras dan kaku namun untungnya masih ada taburan wijen yang membuat roti gambang ini tidak jadi kembarannya batu bata. Bakery-bakery modern mana ada yang menjual roti gambang, apalagi toko roti yang menyebut dirinya sebagai "boutique bakery" yang lebih mengedepankan roti-roti resep dari luar negeri. Mungkin para pengelola butik roti ini mengangap roti gambang adalah roti kampung yang ngga pantes untuk ditampilin di butik"nya.




Dulu mamaku paling suka membeli roti gambang di Toko Roti Tan Ek Tjoan, sebuah bakery yang cukup legendaris di kota Bogor. Ketika masih hangat, roti gambang ini lumayan empuk tapi semakin lama semakin keras dan kalau dibiarkan selama berhari-hari roti gambang ini tetap awet tapi bakalan keras banget sampai bisa dijadikan alat untuk menyambit anjing-anjing nakal. Kekhasan roti gambang terletak pada aroma cinnamonnya yang menggoda lidah dan rasa manis gurih dari gula merah. Paling enak roti gambang dimakan bersama teh atau kopi panas, kalau roti gambangnya mulai keras tinggal celupin aja di teh/kopi dijamin jadi makin nikmat. Roti gambang yang padat ini bikin perut jadi kenyang, cocok banget buat anak kos yang berduit cekak. Mudah-mudahan masih ada yang mau melestarikan roti gambang yang langka ini walaupun peminatnya makin sedikit akibat kalah bersaing dengan roti-roti modern.


Ehmmm membayangkannya saja sudah bikin liurku nyaris netes. Roti Gambang menambah daftar makanan yang harus diselamatkan dari kepunahan dan pembajakan dari negeri orang. Kayanya sore ini aku harus nongkrongin tukang roti keliling terutama tukang roti Tan Ek Tjoan, mana tahu masih ada yang menjual roti gambang. Trus dimakannya bersama teh manis hangat ehhmmmm... Udah ah aku mau pulang dulu ah... supaya bisa ketemu tukang roti daaag...

Tidak ada komentar: