Senin, 24 Maret 2008

Alien vs Koruptor

Pada awal abad XX datanglah sekelompok alien dari planet entah berantah untuk menyelidiki kehidupan di bumi. Setelah melakukan survey di beberapa tempat di bumi, alien menemukan sebuah tempat yang sangat ideal untuk melaksankan misinya tersebut. Tempat itu berbentuk dari rangkaian kepulauan yang terletak tepat di garis tengah bumi. Tempat tersebut begitu kaya, apa saja bisa ditemukan disini mulai dari aneka hewan, tumbuhan, dan berbagai mineral. Begitu pula dengan manusia-manusia penghuni kepulauan tersebut, beraneka bentuk dan warna kulit, di sebelah barat berkulit terang dan makin ke timur makin gelap. Untuk lebih mengenal karakteritistik manusia-manusia penghuni gugusan kepulauan tersebut, alien mengadakan kontak langsung. Mereka makin antusias begitu mengetahui kalau dalam satu pulau bisa terdapat beberapa bahasa yang berbeda.

Namun alien merasa sedih melihat penduduk wilayah yang kaya ini tidak bisa menikmati kekayaan alamnya sebab sedang diinvasi oleh manusia spesies lain yang bertubuh lebih besar dan berkulit pucat. Manusia-manusia disini kurus kering kekurangan makan walaupun sumber makanan berlimpah ruah. Alien sangat ingin menolong manusia-manusia penghuni asli kepulauan tersebut namun apa daya, kaum Alien yang datang adalah dari golongan peneliti yang tak dapat membantu lebih banyak. Untuk itu alien memutuskan pulang ke planetnya kembali untuk memanggil bala bantuan dari polisi alien. Jarak antara bumi dengan planet mereka kira-kira 50 tahun cahaya. Maka alien yang datang bersama polisi alien baru bisa mencapai bumi 100 tahun kemudian.


Alien tiba kembali di kepulauan tersebut pada tahun 2008. Alien nyaris nyasar sebab mereka terkejut ketika melihat kepulauan yang indah tersebut telah berubah drastis. Beberapa pulau telah hilang begitu juga beberapa jenis flora dan faunanya juga. Parahnya kepulauan yang dulu didominasi warna hijau pepohonan kini telah telah gundul. Pada awalnya alien sempat terhibur begitu mengetahui kalau wilayah kepulauan yang ternyata disebut Indonesia itu telah merdeka dari invasi manusia lain. Alien langsung kembali sedih begitu mengetahui kalau keadaan manusia-manusia Indonesia nyaris tak banyak berubah dari apa yang mereka lihat dari kunjungan sebelumnya. Walaupun katanya sudah merdeka tapi kok masih banyak manusia-manusia yang kurus kering akibat kelaparan. Penasaran, alien kembali menyelidiki apa yang terjadi dengan manusia-manusia Indonesia ini. Dari hasil penyelikan rupanya baru diketahui kalau saat ini manusia-manusia Indonesia yang disebut sebagai rakyat itu masih diinvasi tapi kali ini oleh manusia se-spesies. Manusia Indonesia yang kebetulan mempunyai kedudukan dalam sebuah sistem yang disebut pemerintahan. Para manusia ini mempunyai beberapa relasi yang akan saling mendukung dalam rangka memperkaya diri sendiri atau disebut juga sebagai koruptor. Dikala rakyat hidupnya makin susah, para koruptor malah makin makmur saja hidupnya. Koruptor jugalah yang mengijinkan beberapa manusia spesies rakus untuk menebang hutan-hutan Indonesia.



Ketika sedang asyik-asyik melakukan penelitian, alien tiba-tiba dikejutkan oleh datangnya sebuah alat berat yang tanpa basa-basi melakukan pengrusakan terhadap pesawat alien. Rupanya pesawat alien parkir pada sebuah lahan kosong yang akan dijadikan gedung apartemen. Pesawat alien tersebut dianggap sebagai bangunan liar yang harus segera ditertibkan. Tanpa basa-basi serombongan satpol PP langsung menghancurkan pesawat alien tersebut dan menangkapi kaum alien yang memang tak mempunyai kartu identitas untuk selanjutnya menjalani sidang yustisi di kelurahan terdekat. Setelah melalui berbagai birokrasi berbelit-belit dan menghabiskan dana yang tak sedikit untuk memperlancar urusan, akhirnya alien bisa bebas juga.


Begitu kembali ke lokasi semula, alien kaget berat mengetahui pesawat alien yang telah dirusak satpol PP ikutan menghilang juga. Rupanya reruntuhan pesawat alien telah diambil oleh para pemulung untuk dijual ke penadah besi bekas. Untuk yang terakhir ini alien tidak marah sebab para pemulung adalah termasuk manusia-manusia yang terjajah oleh kondisi negara. Kejadian ini makin membulatkan tekad alien untuk berperang melawan manusia spesies koruptor. Perang yang dimaksud bukanlah perang secara fisik seperti yang pernah dilakukannya ketika melawan Predator karena alien sadar cara tersebut bertentangan dengan prinsip Hak Azasi Manusia.


Cara yang akan dipakai alien adalah dengan menggunakan senjata sejenis senapan laser yang ditembakkan kearah kepala koruptor sehingga orang tersebut akan kehilangan nafsu serakahnya. Namun penyakit korupsi yang menjangkiti manusia Indonesia telah sedemikian akutnya sehingga senjata super canggih milik alien tersebut tidak manjur akhirnya alien malah jadi frustasi sendiri sebab spesies koruptor di Indonesia ini banyak sekali dan tak hanya ada di kalangan pejabat saja melainkan sudah merambah para penegak hukumnya sendiri. Bahkan jaksa yang ditugaskan untuk memperkarakan para koruptor ke meja hijaupun dapat disogok untuk membatalkan kasusnya. Alien membuat kesimpulan kalau korupsi di Indonesia itu diakibatkan oleh semacam virus yang tak ada obatnya. Daripada beresiko ketularan virus korupsi lebih baik alien angkat kaki saja dari bumi Indonesia.

Tidak ada komentar: