Sabtu, 01 Maret 2008

BBT

Bakmi Babah Tong (also known as BBT) adalah nama warung bakmi tempo dulu yang sampai sekarang masih setia mempertahankan gaya jadulnya. Bicara soal rasa, bakmi ini emang uenak tenan apalagi mie yamin favoritku. Oh ya buat yang belum tahu, lokasi BBT ini berada di jalan Matraman persis di sebelahnya sekolah Marsudirini. Secara BBT ini humble banget sampai-sampai papan namanya ada kecil banget, mungkin cuma tumpukan duren didepannya aja yang bisa jadi penanda. Kalau sedang beruntung, mungkin anda akan bertemu langsung dengan Babah Tong yang legendaris itu. Penampilan boleh mirip warung tapi jangan ragukan kebersihan warung bakmi BBT ini. Yang bergaya jadul bukan hanya warung dan Babah Tongnya saja tapi juga jajanan lain yang dijual disana seperti misalnya sagon kelapa, manisan pala, kue gambang dan lain-lain.

Memang sih yang terkenal adalah bakminya tapi ada menu lain yang tak kalah enak yaitu bubur ayamnya, uhmmmm yummy. Pangsit gorengnya juga boleh dicoba, ngga kalah deh sama pangsit gorengnya bakmi GM. Sebetulnya masih ada menu nasi ayam, sup dan sebangsanya tapi menu-menu lain itu aku belum pernah coba sebab yang otentik kan bakminya. Konon jus duriannya juga enak tapi secara aku ngga suka durian jadi no comment deh.


Beberapa hari yang lalu aku sempat pergi ke BBT bersama teman-temanku, total rombongan ada 15 orang dan sudah pastilah kita disana membuat kegaduhan. Tapi semuanya mendadak sunyi ketika makanan pesanan kita datang, semua diam sejenak menikmati lezatnya bakmi dan bubur ayam resep rasahia dapur Babah Tong. Saat itu sebetulnya kita bertemu dengan Babah Tong yang tampil dalam kostum favoritnya yaitu kaus singlet putih khas babah-babah Cina tempo dulu. Aku sempat merayu sang Babah untuk berfoto bersama kami namun beliau menolak dengan alasan sedang tidak mengenakan pakaian yang pantas. Si Babah malah menyuruh kita untuk berfoto dengan anak perempuannya yang sudah cantik namun kita hanya mau berfoto dengan sang icon sendiri.


Hari ini aku kembali ke BBT dengan mengajak yayangku yang penasaran dengan cerita hebohku seputar kelezatan bakminya, dia langsung menyetujui kalau BBT memang enak. Pulangnya tak lupa aku menyempatkan untuk membeli jajanan jadul kenangan masa kecilku yaitu sagon kelapa. OMG, rasanya senang sekali sebab sudah bertahun-tahun aku tak menemukan jajanan tersebut. Untuk melengkapi memori jadul, kami memutuskan untuk pulang dengan naik bajaj. Sebuah pilihan tepat di tengah kemacetan Jakarta yang kian menggila. Dengan kelincahannya, bajaj dapat leluasa menerobos celah-celah sempit diantara antrian kendaraan yang sedang terkena macet. BBT + Sagon Kelapa + Bajaj = Sebuah Sabtu Siang yang menyenangkan.

Tidak ada komentar: