Sabtu, 29 Maret 2008

Pilkada Jabar

Pada blog ini aku beberapa waktu yang lalu aku pernah menulis tentang hobi orang-orang Sunda (baca Jawa Barat) menyingkat-nyingkat nama. Ternyata hasil analisa aku tersebut makin terbukti dalam ajang pilkada Jawa Barat yang sudah memasuki masa kampanye. Ketiga pasang calon gubernur dan wakilnya tersebut kesemuanya memakai singkatan dari nama mereka agar mudah diingat oleh calon pemilihnya. Mereka juga menggunakan teori marketing yang baik dalam mengarang nama singkatan agar selain mudah diingat juga memberikan kesan positif yang mudah-mudahan bisa menarik minat calon pemilih.


Pasangan Danny Setiawan dan Iwan Sulandjana menyebut diri mereka sebagai da’i. Memakai nama da’i mungkin agar kesannya mereka berdua adalah orang yang bisa dipercaya dan berakhlak baik seperti layaknya seorang dai betulan. Danny Setiawan adalah juga pejabat gubernur Jawa Barat yang masih aktif sampai sekarang, jadi sebetulnya masyarakat bisa menilai sendiri kinerja Pak Danny apakah layak untuk dipilih kembali.


Calon gubernur-wakil gubernur Agum Gumelar dan Nu’man Abdul Hakim memilih menggunakan nama aman. Mungkin mereka berharap dengan menggunakan nama aman para calon pemilih akan percaya apabila keduanya memimpin Jawa Barat akan aman-aman selalu. Kebetulan juga Agum Gumelar adalah seorang purnawirawan perwira tinggi militer. Pak Agum memang orang sunda asli namun beliau termasuk seorang opportunis, buktinya beliau juga pernah nyaris mencalonkan diri dalam pilkada DKI Jakarta yag lalu.


Pasangan terakhir adalah Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf yang menggunakan nama promosi hade, rada maksa sih tapi harus diakui nama yang mereka gunakan adalah yang paling menjual. Hade dalam bahasa Indonesia berarti bagus, harapannya tentu saja agar masyarakat menganggap pasangan ini paling hade diantara pasangan lainnya. Jualan mereka tentu saja tidak hanya dinama saja tapi juga yang mencolok adalah sosok sang calon wakil gubernur Dede Yusuf yang juga seorang selebriti. Siapa sih yang ngga kenal sosok Dede Yusuf? Mantan pemain sinetron yang biasa memerankan sosok jagoan. Sosok Dede Yusuf juga diperkirakan sanggup menarik cukup pemilih, paling tidak dari kalangan ibu-ibu yang pernah jadi fans beratnya.


Apapun makna dibalik nama yang dipilih para calon gubernur-wakil gubernur tersebut, sebaiknya tidak dijadikan tolak ukur dalam memilih calon. Untuk para calon pemilih yang terdidik tentu akan memilih berdasarkan penilaian kinerja dan visi serta misi yang ditawarkan para cagub dan cawagub.

Tidak ada komentar: