Kamis, 05 Juli 2007

The Interpretation of Murder - Jed Rubenfeld


The Interpretation of Murder adalah sebuah buku fiksi ilmiah karangan Jed Rubenfeld, walaupun nampak berat karena membawa-bawa nama Sigmund Freud, Carl Jung dan Shakespeare tapi sebetulnya buku ini cukup enak dinikmati. Memang sih perlu waktu agak lama untuk menyelesaikan bacaan berlatarbelakang psikoanalisis ini. Saya membeli buku ini berdasarkan rekomendasi dari Richard and Judy Book Club, dan memang perlu diakui buku-buku rekomendasinya memang asik-asik. The Interpretation of Murder mengambil setting di awal abad 20 ketika kota New York sedang giat-giatnya membangun gedung pencakar langit.


Cerita diawali dengan kedatangan Sigmund Freud bersama para kompatriatnya termasuk Carl Jung ke kota New York yang bermaksud menjadi pengajar tamu di Clark University. Pada saat yang bersamaan terjadi pembunuhan seorang wanita socialite di kamar hotelnya yang mewah. Seorang polisi muda bernama Littlemore ditugaskan untuk menyelidikinya, belum tuntas pengusutan kasus ini terjadi kembali penyerangan lagi terhadap seorang wanita kali ini sang korban tidak sampai tewas tapi mengalami tekanan mental yang hebat sehingga tidak lupa ingatan. Untuk itu diperbantukanlah seorang ahli psikoanalitik muda bernama Younger yang kebetulan juga adalah penghubung Freud dengan Universitas Clark. Pelaku pembunuhan dan penyerangan ini sepertinya mengalami penyimpangan seksual karena pada tubuh korban terdapat tanda-tanda bekas kekerasan terutama pada organ-organ seksual wanita. Oleh sebab itu Younger berkonsultasi dengan Sigmund Freud. Younger ini rupanya memiliki hasrat terhadap karya-karya William Shakespeare sehingga berpengaruh terhadap pola pemikirannya. Kedatangan pertama Freud ke Amerika ini terganggu oleh beredarnya rumor-rumor tak sedap seputar cara pemikirannya yang kontroversial untuk jaman itu, diperkirakan rumor tersebut dibuat oleh seterunya yaitu Carl Jung.
Penyelidikan kasus kekerasan dengan hasrat ini membawa kita ke dalam liku-liku misteri kejiwaan banyak orang tidak hanya kejiwaan sang korban sendiri dan para tersangkanya tapi juga kita diajak menyelami sisi kejiwaan para penyidiknya juga. Jangan kuatir akan bosan dengan jalan cerita yang berliku karena selain menampilkan masalah kejiwaan, Jed Rubenfeld juga menambahkan bumbu-bumbu romatisme yang manis dengan tambahan suspense supaya pembaca tidak ngantuk. Akhir dari cerita ini sungguh sangat mengejutkan karena apa yang telah kita duga dari awal ternyata tidak benar.

Buku ini boleh dikatakan bukan buku biasa, setting waktunya terjadi kira-kira seratus tahun yang lalu tapi issue yang disampaikan masih relevan sampai saat ini. Pada dasarnya manusia itu mahluk komplek, tidak hanya segi kejiwaan dan pemikirannya saja tapi juga hasrat seksualnya juga lebih complicated daripada hewan. Meskipun tema yang diusung ada sangkut paut dengan sex, jangan berharap anda akan mendapatkan cerita-cerita erotis karena masalah seksual disini dilihat dari kacamata ilmiah terutama dari sisi psikologi.

Tidak ada komentar: