Rabu, 02 April 2008

Film Adaptasi



Untuk di Indonesia sekarang ini orang-orang lagi demam dengan film “Ayat-Ayat Cinta” yang juga diadaptasi dai novel berjudul sama. Sebelumnya juga ada “Jomblo” yang saya rasa jadi pioneer film yang berasal dari novel pada era kebangkitan film Indonesia. Kebetulan juga kedua film tersebut sama-sama disutradarai oleh Hanung Bramantyo Selain itu juga ada beberapa novel chicklit dan teenlit yang juga diangkat ke layar lebar namun hasilnya tidak sefenonemal “Ayat-Ayat Cinta yang kini konon telah ditonton oleh lebih dari 2 juta penonton termasuk presiden dan wapres kita.


Memang tidak mudah bagi sebuah novel yang notabene adalah bukan sekedar bacaan semalam saja untuk diadaptasi ke media visual yang berdurasi sekitar 2 jam saja. Untuk itu pastinya akan benyak detail di buku yang akan hilang pada versi layar lebarnya. Aku tidak bisa membahas film “Ayat-Ayat Cinta” karena memang belum pernah baca novelnya. Tapi saya akan bahas sedikit film “Jomblo” yang kebetulan novelnya aku baca terlebih dahulu. Menurutku film “Jomblo” cukup sukses menyadur isi buku ke layar lebar. Memang sih “Jomblo” bukan film kelas festival yang bermutu tinggi tapi perlu diingat juga kalau novelnya walaupun laris tetap saja masuk dalam kategori novel hiburan semata. Selain detail yang banyak dibuang, film juga banyak membuang adegan-adegan yang dirasakan agak kurang pantas disaksikan di layar lebar. Adegan-degan di film “Jomblo” jauh lebih sopan dibandingin di novelnya yang ancur banget.


Bukan cuma film Indonesia yang masih dalam tahap bangkit kembali ini yang mengalami kesulitan mengadaptasi cerita novel bahkan para pembuat film Hollywoodpun yang sudah canggihpun masih kesulitan. Contohnya Harry Potter yang menurut sejumlah pembacanya termasuk aku, versi filmnya sangat mengecewakan. Maka dari itu aku agak-agak malas nonton film Harry Potter daripada jadi ilfil. Dari sejumlah film adaptasi yang pernah aku tonton dan juga bukunya aku baca, sejauh ini “The Silence of The Lambs” lah menurutku yang paling juara. Sukses banget ini film menyadur isi buku ke versi layar lebar secara detail dalam durasi film yang terbatas.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

The end result was that I rehabilitated my injury best I could
and a customized diet routine that are designed to shred away unwanted body fat.
Go at your own pace, but kick it muscles in the back area in addition to
using a chinup bar.

Here is my web page; investigate this site