Minggu, 13 Januari 2008

The Golden Compass

Kalau anda berfikir kalau film “The Golden Compass” adalah film konsumsi anak kecil maka asumsi anda salah besar sebab dengan jalan cerita yang memerlukan daya imajinasi tinggi dan dengan narasi tentang latar belakang cerita yang dilakukan dalam bahasa Inggris rasa-rasanya akan sulit dicerna oleh anak kecil. Buktinya ketika aku menonton film ini di bioskop pada hari libur, banyak anak-anak yang diajak orangtuanya menonton film ini namun bukannya enjoy anak-anak itu malah berisik dan jadi rese karena kebosanan maka ngga jeran kalau ada penonton anak-anak yang keluar dari teater sebelum film usai. Jangankan anak-anak yang memang berpikiran masih sederhana, aku saja yang sudah terbiasa nonton film-film rumit saja masih mengerutkan dahi untuk mencernai jalan cerita film “The Golden Compass” ini. Karena sebetulnya aku juga ngga ngerti-ngerti amat dengan jalan ceritanya maka isi blog kali ini aku tidak akan mereview jalan cerita film.

Kesuksesan film-film khayal penuh imajinasi yang diadaptasi dari novel-novel laris seperti trilogy “The Lord of The Ring”, “Harry Potter” dan “The Chronicles of Narnia” membuat beberapa produser Hollywood kepingin meniru dengan mebuat film sejenis, salah satunya dengan membuat film “The Golden Compass” yang diadaptasi dari Novel karya Philip Pullmann. Tentunya sang produser berharap kalau fim ini akan meraup keuntungan seperti film-film imajinasi sebelumnya namun malang kenyataannya jauh meleset dari harapan karena dalam 5 minggu peredarannya di Amerika, pendapatannya hanya sekitar 65 juta dollar. Masih jauh dari angka 100 juta dollar yang biasanya dijadikan indikator kalau film tersebut masuk kategori box office. Padahal film ini penuh dengan teknologi canggih yang memerlukan banyak biaya serta promosi gencar yang telah dilakukan sejak jauh-jauh hari juga memerlukan biaya yang tak sedikit. Jadi sepertinya nih film jadi proyek rugi.

Menurut asumsiku kegagalan “The Golden Compass” meraup keuntungan pol seperti pendahulunya adalah akibat skenario yang tidak terlalu matang sehingga membuat jalan cerita film jadi sulit untuk diikuti. Detail cerita yang kurang dan tempo yang terlalu cepat bikin penonton sering bertanya-tanya kok bisa begitu padahal kan sebelumnya begini. Ide cerita juga tidak terlalu orisinal dan segar, kota-kota khayalan serta teknologinya yang bergaya retro futurustik dalam film ini pasti mengingatkan penonton dengan film “Sky Captain and the World of Tomorrow”. Penyihir bisa terbang, mahluk-mahluk ajaib serta sekolah-sekolah bergaya castle sangat mirip dengan film “Harry Potter”. Belum lagi binatang-binatang yang bisa berbicara seperti manusia idenya sangat Narnia sekali. Belum lagi tema ceritanya yang menurutku sangat mirip dengan “The Lord of The Ring”. Satu-satunya hal baru yang ditawarkan film ini adalah mengenai daemon atau belahan jiwa manusia yang mirip dengan binatang peliharaan dan mempunyai ikatan batin sangat kuat dengan manusianya. Dan selain masalah teknis seperti disebutkan diatas, penyebab lain film ini gagal dipasaran adalah rumor yang megatakan kalau film ini sangat atheis. Tapi kurasa alasan ini tidak terlalu berpengaruh sebab rata-rata film fantasi memang agak-agak melupakan sisi Tuhan. Sosok Nicole Kidman dan Daniel Craig yang populerpun tidak dapat banyak menolong. Ada yang menarik mengenai kedua orang ini, ini adalah kali kedua mereka berkolaborasi dalam satu film, sebelumnya mereka sama-sama membintangi fim berjudul "The Invasion". Baik "The Invasion" maupun "The Golden Compass" sama-sama film dengan cerita yang membingungkan dan juga sama-sama gagal meraup keuntungan besar. Entah kebetulan atau tidak, sepertinya kedua orang ini tidak cocok main film bareng dan tak usahlah dilanjutkan lagi untuk di masa yang akan datang.

Aku mendapat kesan kalau pembuat “The Golden Compass” hanya mengejar untung semata tanpa perhitungan yang tepat. Kalau memang ingin untung besar maka penggarapannya juga jangan tanggung-tanggung seperti ini. Apabila durasi film ini ditambah barang satu atau paling tidak setengah jam lagi saja maka ceritanya akan bisa lebih detail dan tidak membingungkan seperti yang sekarang ini. Film-film fantasi sejenis ini sebelumnyapun umumnya punya durasi yang nyaris 3 jam. Pembuat film ini yang rupanya terlalu pede kalau film “The Golden Compass” ini akan jadi box office dan pasti akan dibuat sequelnya sengaja mengantung ending film ini. Tapi melihat dari pendapatannya yang kurang sensasional bahkan cenderung merugi, aku tidak yakin kalau film ini akan dilanjutkan sequelnya. Sayang banget film dengan teknologi dan special efek yang canggih menjadi sia-sia akibat jalan ceritanya yang lemah.

11 komentar:

Anonim mengatakan...

Appreciation to my father who told me regarding this
web site, this website is really amazing.
Also see my web page: free teen porn

Anonim mengatakan...

Have you ever thought about creating an ebook or guest authoring on other sites?
I have a blog based on the same topics you discuss and would really like to have
you share some stories/information. I know my subscribers would value
your work. If you're even remotely interested, feel free to shoot me an e mail.
My website: Horny Chick Masturbates

Anonim mengatakan...

Have you ever thought about writing an e-book or guest authoring on
other blogs? I have a blog centered on the same subjects
you discuss and would really like to have you share some stories/information.
I know my viewers would appreciate your work. If you are even remotely interested, feel free to send me
an e-mail.

Feel free to surf to my homepage Villas in Turkey

Anonim mengatakan...

Hey, I think your site might be having browser compatibility issues.
When I look at your blog site in Opera, it looks fine but
when opening in Internet Explorer, it has some overlapping.
I just wanted to give you a quick heads up! Other then that, awesome blog!


Here is my blog post: safco mail sorter

Anonim mengatakan...

I will immediately grab your rss feed as I can not in finding your email subscription hyperlink or newsletter service.
Do you have any? Please permit me recognize in order that I may subscribe.
Thanks.

Here is my weblog: kitchen cabinet

Anonim mengatakan...

This is a good tip particularly to those new to the blogosphere.
Short but very precise info… Many thanks for sharing this one.
A must read post!

Also visit my website ... party hardcore videos

Anonim mengatakan...

Howdy, I do think your blog might be having internet browser compatibility problems.

Whenever I take a look at your website in Safari, it looks fine however,
if opening in IE, it has some overlapping issues.
I just wanted to give you a quick heads up! Apart from that,
great blog!

my web page - www.babesflick.Com

Anonim mengatakan...

What's Happening i am new to this, I stumbled upon this I have found It positively helpful and it has helped me out loads. I'm hoping to give a contribution & help different users like its aided me.
Great job.

Also visit my webpage http://hotgirlsexcam.com/videos/Blonde-teen-strips-and-poses-On-her-webcam-and-dildos-her-pussy-3326

Anonim mengatakan...

I love what you guys tend to be up too. This kind of clever work and exposure!
Keep up the great works guys I've included you guys to my personal blogroll.

Stop by my weblog :: butt porn

Anonim mengatakan...

I know this web page presents quality depending posts and extra information, is there any other web site which gives these kinds of
stuff in quality?

My blog post; www.sexpornmovies.com

Andy Gregory mengatakan...

This plastic glasses is definitely something that I can’t leave home without. Friends of mine want to have their own, too, after they’ve seen mine. It is from finestglasses.com