Jumat, 25 Januari 2008

The Moscow Vector - Patrick Larkin

Patrick Larkin ternyata cukup sukses menjadi penerus Robert Ludlum dalam membuat kelanjutan kisah mata-mata The Covert-One. Robert Ludlum sendiri terkenal sebagai pembuat seri novel mata-mata yang laris di pasaran, selain seri The Covert-One, Ludlum juga mencipta tokoh mata-mata Jason Bourne yang legendaris. Seri The Covert-One berfokus pada tokoh Kolonel dokter Jon Smith seorang agen mata-mata Amerika Serikat anggota militer yang juga seorang ilmuwan. The Covert-One sendiri adalah badan mata-mata rahasia yang berada di bawah perintah Presiden Amerika Serikat langsung. The Moscow Vector adalah seri ke-5 dari seri The Covert-One dan mulai seri ke-4 "Lazarus Vendetta", cerita mulai diteruskan oleh Patrick Larkin.

Dalam buku ini diceritakan sekelompok ilmuwan garis keras Rusia berhasil menciptakan sebuah senjata biokimia baru didesign khusus untuk target-target tertentu. Tujuan dari pembuatan senjata biokimia ini adalah untuk membuat Rusia kembali menjadi negara super power dan bahkan diharapkan bisa mengalahkan Amerika. Target pertama mereka tentu saja negara-negara kecil pecahan Uni Soviet supaya negara-negara tersebut kembali bergabung dengan Rusia. Untungnya ada seorang ilmuwan yang membocorkan rahasia ini kepada pihak mata-mata Amerika Serikat sehingga terungkaplah rahasia tersebut.


Untuk mencegah realisasi rencana terebut maka diutuslah agen Covert-One yang paling top Jon Smith ke Rusia, disana ia mendapat bantuan dari agen Covert-One lainnya yaitu Fiona Devin. Fiona Devin ini sebetulnya adalah seorang jurnalis TV Amerika yang ditempatkan di Rusia namun untuk melancarkan berbagai kepentingan mata-mata AS maka ia direkrut jadi salah satu agen Covert-One. Selain Fiona, Jon Smith juga mendapat dukungan dari Kirov seorang mantan agen rahasia Rusia yang sekarang menjadi mata-mata freelance. Bertiga mereka bahu membahu berusaha mengungkap konspirasi berbahaya yang telah mulai menelan banyak korban dan salah satunya adalah presiden Ukrainia.


Ketika sedang memburu jaringan penyebar biokimia tersebut Jon Smith ternyata bertemu kembali dengan agen Randi Russell, agen CIA yang berkali-kali sering bertemu secara tidak sengaja, hal ini membuat posisi Jon Smith menjadi makin kuat. Ambisi Rusia ini nyaris menjadi kenyataan ketika senjata biokimia tersebut berhasil masuk Gedung Putih dengan target tentu saja Presiden Amerika Serikat. Namun berkat informasi yang diberikan Jin Smith kepada Fred Klien, pimpinan Covert-One, aksi tersebut berhasil digagalkan. Demikian pula dengan misi Jon Smith yang dilakukan nyaris berkeliling eropa mulai dari Rusia hingga Italia akhirnya sukses membekuk kelompok tersebut.

Tidak ada komentar: