Kamis, 07 Februari 2008

Body of Lies - Iris Johansen

Sang ahli rekonstruksi forensik, Eve Duncan, sebetulnya sudah hidup berbahagia bersama sang kekasih Joe Quinn anggota kepolisian Atlanta dan anak adopsi mereka jane Macguire. Keluarga kecil bahagia ini tinggal di sebuah rumah cantik di tepi danau. Pada sebuah bukit dekat tempat tinggal mereka terdapat juga sebuah makam tempat disemayamkanya kerangka yang diyakini sebagai jenazah anak Eve, Bonnie, yang hilang diculik bertahun-tahun lalu. walaupun sudah resmi tidak menjadi anggota kepolisian Atlanta tapi eve masih sering melakukan tugas rekonstruksi forensik terhadap kerangka yang ditemukan tanpa identitas. Eve melakukan semua ini demi kemanusiaan dan ia akan mendapatkan kepuasan tersendiri apabila berhasil mengembalikan kerangka tersebut ke pihak keluarganya untuk mendapatkan pemakaman yang layak.

Kehidupan Eve yang nyaman ini mulai terusik ketika senator Melton yang menginginkan Eve untuk melakukan pekerjaan rekonstruksi terhadap sebuah kerangka yang diduga adalah kerangka jenazah dari Bently, seorang politisi yang hilang tanpa jejak bertahun-tahun lalu. Sebetulnya Eve tidak begitu berminat dengan urusan politik dan ditambah pula dengan cara berbicara Melton yang mencurigakan, membuat Eve menolak mentah-mentah pekerjaan yang ditawarkan Melton. Tapi Melton tetap gigih merayu Eve dengan berbagai cara tapi semakin keras ia berusaha semakin keras pula Eve menolaknya. Akhirnya Melton terpaksa melakukan taktik busuk sehingga membuat Eve mau melakuan pekerjaan yang diingininya. Melton tidak hanya berhasil membuat Eve berubah pikiran tapi juga berhasil merusak hubungan antara Eve dan Joe, caranya dengan membuka aib Joe yang ternyata telah memanipulasi hasil tes DNA terhadap kerangka yang dinyatakan sebagai Bonnie.


Kekesalan Eve terhadap Joe lah yang membuatnya mau pergi ke Baton Rouge untuk melakukan pekerjaan yang diingini Melton. Joe yang kuatir dengan keselamatan Eve karena pekerjaan ini bersifat politis meminta bantuan teman lama Eve, John Logan, untuk mengawasi Eve. John Logan pun menutus Sean Galen, veteran perang yang menjadi orang kepercayaannya untuk mengawasi dan melindungi Eve. Kekuatiran Joe terbukti, baru sehari ada di Baton Rouge Eve sudah ada yang berusaha meracun Eve. Beruntung ntawa Eve diselamatkan oleh seorang pria misterius dan sang pelaku pengracunanpun ditemukan tewas oleh racunnya sendiri. Selain Sean Galen, Eve juga kedatangan tamu tak diundang lainnya yaitu seorang jurnalis bernama Bill Nathan yang mengaku pernah mengenal Bently dengan baik.


Ternyata persoalan rekonstruksi kerangka ini mengungkap beberapa fakta tentang konspirasi politik yang mungkin terjadi antara Melton, Bently dan politisi lainnya untuk kepentingan kelompok tersebut. Joe yang selama ini selalu dihindari Eve akhirnya harus dilibatkan juga karena permasalahnnya telah merambat ke persoalan kriminal yang memang jadi porsinya polisi. Ulah Eve yang ternyata telah bertindak melebihi apa yang diingini Melton membuat Melton jadi kuatir sendiri, berbagai usaha ia lakukan untuk menghentikan Eve dan teman-temannya namun seperti biasa sang jagoan kitalah yang akan menang.


Walaupun dari awal kita sudah tahu siapa penjahatnya tapi endingnya masih memberikan pembaca kejutan yang tak diduga sebelumnya. Satu lagi kisah Eve Duncan dari Iris Johansen yang sangat memuaskan pembaca, tetap seru dan menegangkan sepanjang buku, dengan ending yang tidak mudah ditebak seperti karya-karya sebelumnya. Iris Johansen memang seorang pengarang feminis dengan menempatkan wanita sebagai pahlawannya tapi dalam porsi yang wajar dan tidak terlalu berlebihan.

Tidak ada komentar: